25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

Kementerian Perdagangan Pastikan Dorong UMKM Untuk Lakukan Ekspor

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Perdagangan mendukung pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar bisa melakukan ekspor karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Untuk itu, Menteri Perdagangan memastikan Kementerian Perdagangan akan membantu dan memfasilitasi UMKM melakukan ekspor. 

Hal itu disampaikan pada saat Kementerian Perdagangan bertemu dengan 200 UMKM di Jawa Tengah. Saat pertemuan tersebut, produk-produk yang dihasilkan para pelaku UMKM diantaranya makanan dan minuman olahan seperti aneka kripik dan kue kering, olahan daun kelor sambal dalam kemasan, teh, kopi, madu, minuman rempah, produk fashion, batik, bahkan ada juga tempat tidur hewan peliharaan anjing dan kucing. 

Baca juga: Kemendag Dukung Harbolnas Tingkatkan Konsumsi Masyarakat dengan Belanja Online

“Kita perlu mendukung UMKM untuk ekspor karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Kementerian Perdagangan akan melakukan segala hal agar semakin banyak UMKM yang bisa mengekspor produk-produknya,” kata Zulkifli. 

Zulkifli menegaskan UMKM harus berani mengambil inisiatif dan mempelajari berbagai hal untuk menambah wawasan dan mengetahui trend saat ini agar semakin maju. Dia mengungkapkan terdapat tiga pilar yang harus dikuasai oleh UMKM agar usahanya lebih berdaya saing dan memberikan keuntungan yang lebih besar. 

Pertama, UMKM harus mulai memasarkan produknya melalui gerai-gerai ritel modern. Hal ini mengingat selain tren masyarakat yang mulai gemar berbelanja di ritel modern, perusahaan-perusahaan ritel modern juga telah memiliki jaringan pemasaran yang sangat luas dengan sistem distribusi melalui pusat distribusi yang besar dan efisien. 

Kedua, UMKM juga perlu memperkaya literasi digital agar mampu  berjualan melalui platform-platform lokapasar (marketplace). Kemudian yang ketiga adalah perbankan untuk membantu pembiayaan usaha dengan bunga ringan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Terkait upaya meningkatkan nilai ekspor produk UMKM, Zulkifli mengatakan peluang ekspor untuk produk-produk UMKM seperti makanan dan pakaian saat ini terbuka lebar. Menurutnya produk-produk UMKM digemari masyarakat dunia karena produksinya tidak bersifat massal. 

Baca juga: Kemendag Survei Konsumen Indonesia Sudah Pintar Suarakan Haknya

“Agar bisa ekspor, pelaku UMKM antara lain dapat mengikuti pelatihan, mengembangkan keterampilan, meningkatkan strategi pemasaran, menambah wawasan serta memperbaiki kemasan, tampilan produk dan menjaga stabilitas produk,” kata Zulkifli. 

Zulkifli memastikan Kementerian PErdagangan akan terus membantu para pelaku UMKM agar selain menguasai pasar dalam negeri, sekaligus dapat memperluas pasar ekspor. Salah satunya dengan membuka pasar-pasar non tradisional sebagai tujuan ekspor produk-produk Indonesia. Salah satu langkah untuk menghadapi resesi ekonomi di pasar-pasar ekspor utama, Kementerian Perdagangan membuka pasar-pasar non tradisional seperti di Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan. 

Menurutnya UMKM berperan penting dalam perekonomian Indonesia yang kini masih tumbuh sebesar 5,72 persen. Dia menilai kondisi perekonomian global masih penuh tantangan dan masih terbuka untuk pemasaran produk UMKM Indonesia. Namun dalam ketidakpastian ekonomi global, Indonesia masih mencatatkan surplus perdagangan dan pertumbuhan ekonomi yang positif. 

“Untuk itu, saya berharap pelaku UMKM terus optimis dan memanfaatkan peluang yang ada di pasar global agar dapat terus berkembang,” kata Zulkifli.

Baca juga: Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE