27 C
Jakarta
Minggu, 16 Agustus, 2020

Kemudahan Investasi Saham di Era Digital yang Serba Online

duniafintech.com – Sebelum teknologi digital menggurita seperti sekarang, jual beli atau investasi saham masih dilakukan dengan cara yang tradisional: dengan menggunakan lembaran kertas yang dilakukan di trading floor. Seiring berjalannya waktu, dunia pasar modal kita pun ikut beralih ke metode digital atau yang dikenal dengan istilah scripless.

Perwakilan Bursa Efek Indonesia pun mengakui hal ini. Semua transaksi pembelian dan penjualan investasi saham berjalan dengan jauh lebih efisien. Isu-isu sentimen pun dengan cepat memengaruhi harga pasar. Dan uniknya lagi, fluktuasi harga bisa terus diawasi secara real time dengan menggunakan aplikasi di ponsel. Informasi lain terkait pasar modal pun bisa lebih cepat dan mudah didapatkan.

Baca juga: Inilah Manfaat Sistem Pembayaran Digital Bagi Kaum Milenial

Lantas, apa yang harus Anda lakukan untuk mulai berinvestasi di bidang pasar modal dengan menggunakan teknologi digital. Simak langkah-langkahnya berikut ini!

1. Membuka Rekening Saham

Untuk memiliki rekening saham, Anda harus terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai nasabah sebuah pialang atau broker saham. Perusahaan inilah yang menjadi perantara bagi kita untuk bisa membeli saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Salah satu pialang saham yang menyediakan jasa jual beli saham online yang paling populer adalah Bareksa. Registrasinya pun sangat mudah dan biasanya Anda hanya akan diminta mengisi data diri dan melengkapi beberapa dokumen.

Jika Anda ingin menggunakan jasa pialang saham yang lain selain Bareksa, pastikan mereka memiliki aplikasi online yang bagus dan mudah dijalankan.

2. Melakukan Deposit

Setelah mendaftar menjadi nasabah, dalam beberapa minggu Anda akan mendapatkan email pemberitahuan bahwa rekening saham Anda sudah dibuka. Informasi seperti username, password, PIN dan nomor Rekening Dana Investor (RDI) biasanya juga akan disertakan di dalam email.

Baca juga: Bitcoin Capai Level Tertinggi 5 Bulan, Apakah Target Selanjutnya 85 Juta?

Sebelum bisa membeli saham, Anda akan diminta melakukan pengisian deposit yang jumlahnya berbeda-beda, tergantung jasa broker yang Anda gunakan. Karena rekeningnya sama dengan rekening bank (tapi tanpa buku tabungan dan ATM), Anda bisa melakukan deposit melalui transfer bank atau internet banking dan ATM.

3. Melakukan Pemasangan Aplikasi

Setiap broker akan menyediakan aplikasi yang bisa Anda gunakan untuk melakukan trading saham. Unduh aplikasinya kemudian pasang ke perangkat Anda. Selanjutnya Anda harus log-in menggunakan informasi yang dikirimkan oleh pihak broker melalui email. Di halaman interface-nya, Anda akan melihat jumlah dana yang sudah didepositkan.

4. Siap untuk Trading

Setelah menjalankan ketiga langkah di atas, yang perlu Anda lakukan adalah mencari saham yang dianggap potensial dan membelinya. Setiap kali hendak membeli saham, Anda akan mendapatkan kode 4 huruf yang merupakan kode perusahaan yang sahamnya akan Anda beli.

Di kolom pembelian, masukkan jumlah saham yang akan dibeli. Biasanya setiap kali transaksi Anda harus membeli minimal 1 lot saham atau 100 lembar saham. Selanjutnya tekan ‘send’ maka saham akan menjadi milik Anda. Jika Anda berniat ingin menjual sahamnya, Anda tinggal menekan menu jual. Jika ada keuntungan dari penjualannya, uangnya akan masuk langsung ke saldo deposit Anda.

Membeli saham tentu saja tidak bisa sembarangan seperti Anda membeli baju. Karena harga saham berfluktuasi dan terpengaruh oleh berbagai faktor, memperhatikan potensi perusahaan yang sahamnya akan Anda beli adalah hal yang sangat vital. Karena itu banyak-banyaknya mempelajari strategi investasi saham dan perdalam pengetahuan Anda tentang bagaimana memilih saham yang prospektif.

picture: pixabay.com

-Dita Safitri-

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Startup Insurtech Indonesia, Berikut Daftar Perusahaan yang Bisa Jadi Pilihan Anda

DuniaFintech.com - Setelah maraknya fintech p2p lending di masyarakat Indonesia, startup Insurtech Indonesia pun tidak kalah berkembang. Startup yang bergerak di bidang Insurtech (Insurance Technology) di...

Meski Dihadapi Sentimen, Huawei Justru Merangkak di Fortune Global 500

DuniaFintech.com - Perusahaan telekomunikasi berbasis di Tiongkok, Huawei justru merangkak ke posisi 49 dalam daftar Fortune Global 500 pada 2020. Salah satu...

Modal 1 Juta tapi Bisnis Untung Berlipat, Peluang Usaha Ini Wajib Dicoba

DuniaFintech.com - Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat banting stir untuk mencari penghasilan tambahan dari berbisnis. Namun, tak sedikit pula yang...

Terhapus dari Sistem, Pengembang Fortnite Gugat Apple dan Android!

DuniaFintech.com - Penerbit dan pengembang game Fortnite, Epic Game bakal melayangkan gugatan hukum kepada dua jenis pengembang gawai, yakni Apple dan Android....

Aset Kripto Sebagai Investasi? Berikut Alasan Mengapa Anda Perlu Investasi Aset Kripto

DuniaFintech.com - Aset kripto kini telah menjadi pilihan investasi di masyarakat Indonesia. Lalu, apakah Anda masih ragu menjadikan aset kripto sebagai investasi?...
LANGUAGE