26.2 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Ketiban Durian Runtuh, William Sutanto Temukan Ethereum Rp9,8M di Email Lama

JAKARTA, duniafintech.com – Siapa yang menyangka bahwa 1 Ethereum telah melonjak lebih dari 4.000 kali lipat dalam kurun waktu 8 tahun.

Ethereum yang tadinya bernilai hanya 30 cent alias Rp4.600 pada tahun 2014 sekarang telah melonjak menjadi Rp18 juta?

Hal itulah yang dirasakan oleh CTO Indodax, William Sutanto. Awalnya, William sendiri tidak sadar bahwa dirinya pernah membeli Ethereum.

Berawal dari FOMO setelah mendengar kabar Co-Founder Ethereum, Vitalik Buterin menjual 3.000 ETH, pria ini iseng membuka email lama yang dia gunakan saat awal masuk ke dunia crypto.

Saat mengecek e-mail lama, tidak disangka ternyata dia sempat membeli presale Ethereum pada tahun 2014 sebanyak 500 ETH yang masih tersimpan di wallet lama. Kini pun, 500 ETH yang dibelinya seharga 150 dollar telah mengendap menjadi Rp9,8 miliar.

Baca juga: Rekomendasi Ethereum Wallet Terbaik, Nomor Satu Paling Populer

“Saya sangat terkejut dan baru teringat bahwa saya pernah memiliki total 500 Ethereum di wallet yang sudah lama tidak pernah saya buka lagi dan menghabiskan waktu berjam jam untuk membukanya. Ethereum yang saya peroleh adalah Ethereum yang saya beli saat presale via initial coin offering (ICO) pada tahun 2014 lalu,” jelas William.

Kabar gembira ini awalnya ditemukan oleh akun Twitter @lookonchain, yang berkicau, 

“Alamat yang berpartisipasi dalam ICO Ethereum bangun setelah 7,3 tahun dormansi. Dia mendapat 500 $ETH ($ 627.024) dan ditransfer ke williamsutanto.eth.”

Yang kemudian dikonfirmasi oleh akun @WilliamSutant0, “Dikonfirmasi! Setelah membaca @VitaliKButerin jual 3000 ETH, saya iseng memeriksa email lama. Ternyata masih ada 500 ETH presale yang belum saya klaim.”

Sebagai crypto enthusiast, William mengalami sendiri bahwa aset crypto yang dibelinya merupakan aset investasi masa depan yang menjanjikan.

Kejadian yang terjadi pada William ini merupakan salah satu fakta yang bisa mematahkan mitos yang mengatakan bahwa crypto adalah aset jangka pendek.

“Padahal, jika kita jeli melihat peluang dan mempelajari whitepaper dari project project tersebut cukup banyak proyek yang memang bagus dan worth untuk disimpan dalam jangka panjang,” ujar William.

Nah, untuk mencari aset yang menjanjikan di masa depan, jangan lupa untuk memilih token dengan bijak dengan melakukan deep research yang punya peluang di masa depan.

Baca juga: Momen The Merge Berpotensi Membuat Harga Ethereum Naik

“Fokus pada investasi jangka panjang, mengamankan aset, memilih token dengan fundamental yang baik dan jelas sehingga bisa memprediksi masa depan crypto yang akan dibeli. Gunakan exchange yang terpercaya dan berlisensi seperti Indodax, dan percaya bahwa market bearish hanyalah siklus yang tidak akan berlangsung lama,” tutup William.

Nah, tak disangka ternyata punya aset crypto sangat menguntungkan ya guys! Jadi, gimana nih kalo posisinya diubah, kamu yang ketiban durian runtuh kayak William? Apa ya yang akan kamu lakukan?

Tentang INDODAX

INDODAX adalah startup teknologi finansial di dalam bidang aset kripto dan blockchain seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple  atau sebanyak lebih dari 200 aset kripto dari seluruh dunia dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Indodax sudah berdiri selama delapan tahun lamanya dan sudah melayani lebih dari 5,5 juta member di Indonesia. INDODAX juga telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). INDODAX menjadi perusahaan marketplace aset kripto pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada 2019, yaitu 9001: 2015, 27001:2013. Kemudian pada Juli 2021 Indodax kembali mendapatkan satu sertifikat ISO yaitu ISO 27017:2015. Kini, Indodax memiliki 3 sertifikat ISO.

Dengan pengakuan pemerintah Indonesia dan standarisasi internasional yang mereka dapatkan, menandakan bahwa INDODAX merupakan perusahaan platform investasi aset kripto terpercaya.

Sekalipun harga aset kripto seperti Bitcoin dapat bernilai ratusan juta rupiah per coin nya tapi transaksi di INDODAX memungkinkan dilakukan mulai dari 10 ribu rupiah membuat banyak masyarakat Indonesia tertarik dengan perdagangan ini dan menjadi mata pencaharian kerja secara full time. INDODAX mendedikasi kepada member dan calon member untuk bertransaksi aset kripto menggunakan Rupiah dengan sistem terbaik, tercepat, termudah dan paling aman.

Temukan Kami di Media Sosial

Facebook: https://www.facebook.com/indodax/  

Instagram: https://www.instagram.com/indodax/  

Twitter: https://twitter.com/Indodax   

Youtube: https://www.youtube.com/c/indodax    

Indodax Academy: https://indodax.academy

Baca juga: Sering Dikira Sama, Inilah Perbedaan Ethereum dan Ethereum Classic

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE