32.4 C
Jakarta
Jumat, 23 Februari, 2024

Kinerja Bea Cukai Alami Penurunan akibat Pelarangan Ekspor Bahan Mentah Mineral

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Keuangan menyatakan kinerja Bea Cukai dalam periode triwulan pertama mineral di tahun 2023 mengalami penurunan 8,93 persen atau sebesar Rp72,24 triliun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan penurunan kinerja Bea Cukai dikarenakan adanya penurunan harga minyak kelapa sawit dan beberapa komoditas mineral yang mengalami penurunan ekspor karena diolah di dalam negeri.

Baca juga: Dirjen Bea Cukai: Jalur Tikus Datangkan 26,22 Ton Pakaian Impor Bekas

“Selama tiga tahun selama pandemi, Bea Cukai kinerjanya selalu positif dan sekarang penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami penurunan. Meskipun penurunannya masih cukup baik Rp72,24 triliun,” kata Sri Mulyani. 

Selain itu, Sri Mulyani mengungkapkan di sektor Cukai juga mengalami penurunan sebesar 0,72 persen, seiring dengan penurunan produksi rokok. Dia menambahkan penurunan tersebut berasal dari rokok SKM dan SPM jenis golongan 1. 

Sedangkan untuk bea masuk, Sri Mulyani menuturkan akan terus bertumbuh sebesar 8,84 persen menjadi Rp12,3 triliun. Hal itu dipicu karena pelemahan kurs rupiah da komoditas utama.

“Yang masih tumbuh meskipun kinerja impor sudah mulai menurun,” kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Sebelumnya,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia akan menghentikan ekspor biji bauksit di bulan Juni 2023. Dihentikannya ekspor bijih bauksit, pemerintah berencana akan mendorong sisi hilirisasi untuk pengolahan dan pemurniannya. 

Jokowi menjelaskan kebijakan tersebut dilakukan untuk mewujudkan kedaulatan sumber daya alam dan meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Selain itu, juga untuk mendorong penambahan lapangan pekerjaan hingga devisa negara. 

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Asia Tenggara Miliki Potensi Ekonomi Digital

Kendati demikian, dia menambahkan rencana pemerintah terkait penghentian ekspor bauksit akan dilakukan secara bertahap dengan mengurangi jumlah ekspor bahan mentah, kemudian pemerintah juga akan meningkatkan hilirisasi pemurnian dan pengolahan di dalam negeri.

“Ekspor bahan mentah akan terus dikurangi dan hilirisasi sumber daya alam dalam negeri akan ditingkatkan. Sehingga memberikan nilai tambah di dalam negeri seperti membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan pertumbuhan ekonomi lebih merata,” kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan dengan adanya hilirisasi bauksit diperkirakan pendapatan negara akan mengalami peningkatan dari Rp21 triliun menjadi Rp62 triliun. Dia memastikan dengan adanya hilirisasi tersebut, nilai tambah tersebut akan dinikmati untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat.  

“Mulai Juni 2023, pemerintah akan memberlakukan pelarangan ekspor bijih bauksit dan mendorong industri pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri. Pemerintah akan konsisten melakukan hilirisasi dalam negeri agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat,” kata Jokowi. 

Baca juga: Gelar RDP Soal Dana Gelap Rp349 Triliun, Komisi III Pastikan Mahfud MD dan Sri Mulyani Datang

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE