30.3 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

KONFERENSI AKAN MENYATUKAN PARA AHLI CINA & AS GUNA MENETAPKAN MASA DEPAN BLOCKCHAIN

duniafintech.com – Tahun 2017 tersisa beberapa minggu lagi, kemudian berganti tahun yang baru, di mana konferensi Blockchain kembali diselenggarakan, bertempat di Palace of Fine Arts tepatnya 26 Januari 2018 di San Francisco.

Dihadiri lebih dari 1.000 praktisi Blockchain di seluruh duni, ilmuwan ternama Blockchain, pengusaha, investor, pengembang dan pemangku kepentingan industri dari Cina, Jepang, Singapura, dan AS guna membahas inovasi teknologi, dinamika pasar, dan arah pembangunan di industri Blockchain.

SV insight akan menjadi tuan rumah berlangsungnya konferensi, bersama dengan draper dragon, DHVC, Consensys, Bodhi, dan BeeChat. SV insight adalah sebuah perusahaan media teknologi papan atas di Amerika Serikat namun, dengan penargetan orang-orang yang berbahasa Mandarin. Sedangkan Draper dragon adalah high tech investasi lintas batas antara Cina dan Amerika Serikat.

Sedangkan DHVC ialah salah satu perusahaan modal ventura terbesar di Silicon Valley. Consensys adalah perusahaan raksasa global Blockchain, dan pendiri Consensys, Joseph Lubin adalah salah satu pendiri dari Ethereum.

Cina dan Amerika Serikat disebut juga powerhouses terbesar di industri Blockchain. Hal tersebut penting dipahami dalam perspektif Cina untuk menangkap d imana Blockchain dipimpin.  Konferensi tersebut akan menjadi peristiwa pertama untuk dialog intens antara Cina dan Amerika Serikat dalam dunia Blockchain secara global.

Pelbagai sudut pandang dari para ahli dunia pada konferensi ini juga akan menjadi patokan untuk kecenderungan perkembangan Blockchain di seluruh dunia pada tahun 2018. Dan hasil dari pertemuan tersebut akan sangat diperlukan bagi ekologi pengikut Blockchain dari Cina dan AS.

Tamu-tamu yang menonjol pada konferensi ini mencakup Tim Draper, investor legenda Silicon Valley yang berinvestasi pada perusahaan-perusahaan besar seperti Skype, Tesla dan SpaceX. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, sebagai pencipta lima aset digital terbaik di dunia, Charlie Lee, pencipta Litecoin, Joseph Poon, co-author lightening network white paper and plasma, dan ahli Blockchain lainnya.

Konferensi tersebut bertemakan “Blockchain sebagai teknologi evolusi di Amerika Serikat dan Cina”. Pidato akan fokus pada pertumbuhan Blockchain dalam teknologi, perdagangan dan investasi antara Cina dan Amerika Serikat. Para pembicara akan membahas topik di garis depan industri, termasuk masalah hard fork dan IFO, solusi Blockchain perusahaan, rahasia pertukaran token dan topik lainnya.

Konferensi ini bertujuan untuk mengatur pertukaran platform profesional dan kerjasama untuk semua peserta, sehingga semua investor, mitra proyek, penyedia infrastruktur dan profesional dapat memiliki kesempatan yang sangat baik untuk berhubungan satu sama lain.

Source: globenewswire          

Writter: Romy Syawal

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...
LANGUAGE