29.8 C
Jakarta
Kamis, 30 Mei, 2024

Waspada! Mengintip Deretan Kripto dengan Performa Buruk di Tahun 2024

JAKARTA, duniafintech.com – Kripto dengan performa buruk tentu wajib diwaspadai oleh investor. Namun bagaimana cara mengetahuinya kripto dengan performa buruk? Dunia kripto terkenal dengan volatilitasnya yang tinggi, di mana harga aset digital dapat naik dan turun secara drastis dalam waktu singkat.

Di tahun 2024, ada beberapa kripto dengan performa buruk, bahkan mengalami penurunan signifikan nilainya. Artikel ini akan mengupas beberapa kripto dengan performa buruk beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Mengupas 5 Aset Kripto dengan Performa Buruk

  1. Terra (LUNA): Kejatuhan Dramatis yang Menggemparkan

Terra (LUNA) sempat menjadi salah satu kripto terpopuler dengan kapitalisasi pasar yang tinggi. Namun, pada Mei 2022, LUNA mengalami de-pegging dari stablecoin USD Terra (UST), memicu kepanikan dan menyebabkan nilai LUNA anjlok hingga 99%. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejatuhan LUNA antara lain:

  • Algoritma Stablecoin yang Rentan: UST dipatok terhadap dolar AS (USD) menggunakan algoritma yang kompleks dan berisiko tinggi.
  • Kurangnya Likuiditas: Pool likuiditas UST relatif kecil, membuatnya rentan terhadap manipulasi dan serangan spekulatif.
  • Kepanikan Pasar: Ketika UST kehilangan pegangan terhadap USD, investor berbondong-bondong menjual LUNA, memperparah penurunan nilainya.
  1. Celsius (CEL): Skandal dan Masalah Likuiditas

Celsius Network, platform pinjaman kripto, mengalami kesulitan keuangan dan akhirnya mengajukan kebangkrutan pada Juli 2022. Hal ini berdampak pada nilai CEL, token asli Celsius, yang anjlok hingga 99%. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejatuhan CEL antara lain:

  • Skandal Penipuan: Celsius dituduh melakukan penipuan dan manipulasi pasar.
  • Masalah Likuiditas: Celsius mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan penarikan dari investor.
  • Ketidakpercayaan Investor: Skandal dan masalah likuiditas memicu kepanikan dan hilangnya kepercayaan investor terhadap Celsius dan CEL.
  1. Tron (TRX): Pertanyaan tentang Sentralisasi dan Nilai Jangka Panjang

Tron (TRX) adalah salah satu kripto tertua, namun nilainya menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap performa buruk TRX antara lain:

  • Kekhawatiran Sentralisasi: Tron dianggap sebagai proyek yang terpusat, bertentangan dengan nilai-nilai desentralisasi yang mendasari teknologi blockchain.
  • Kurangnya Inovasi: Tron tidak menunjukkan inovasi signifikan dibandingkan dengan proyek blockchain lain.
  • Persaingan Ketat: Pasar kripto semakin kompetitif dengan munculnya berbagai proyek inovatif, membuat TRX tertinggal dalam hal daya tarik dan nilai.
  1. Dogecoin (DOGE): Hype dan Spekulasi yang Berlebihan

Dogecoin (DOGE) sempat melonjak nilainya di tahun 2021 karena dipromosikan oleh Elon Musk. Namun, setelah hype dan spekulasi mereda, nilai DOGE mengalami penurunan signifikan. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap performa buruk DOGE antara lain:

  • Kurangnya Kasus Penggunaan: DOGE memiliki utilitas yang terbatas dibandingkan dengan kripto lain, membuatnya rentan terhadap spekulasi.
  • Volatilitas Tinggi: DOGE terkenal dengan volatilitasnya yang tinggi, membuatnya berisiko tinggi untuk investasi jangka panjang.
  • Ketidakpastian Regulasi: Masa depan regulasi kripto di berbagai negara masih belum pasti, menimbulkan keraguan bagi investor.
  1. Ethereum Classic (ETC): Bayangan Ethereum dan Kurangnya Inovasi

Ethereum Classic (ETC) merupakan fork dari Ethereum (ETH) yang mempertahankan mekanisme proof-of-work (PoW) yang dianggap boros energi. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap performa buruk ETC antara lain:

  • Keterikatan dengan Ethereum: ETC sering dibandingkan dengan ETH, yang memiliki teknologi dan komunitas yang lebih berkembang.
  • Kurangnya Inovasi: ETC tidak menunjukkan inovasi signifikan dibandingkan dengan ETH dan proyek blockchain lain.
  • Masa Depan yang Tidak Pasti: Migrasi ETH ke proof-of-stake (PoS) menimbulkan pertanyaan tentang masa depan ETC.

Penting untuk diingat

Pasar kripto terkenal dengan volatilitasnya yang tinggi. Artikel yang mengupas perihal kripto dengan performa buruk ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi, tidak boleh dianggap sebagai saran investasi. Selalu lakukan riset mendalam sebelum berinvestasi dalam kripto dan pertimbangkan profil risiko Anda, serta memilih platform jual beli kripto yang terpercaya.

Baca jugaCara Mendapat Keuntungan dari Kripto, Coba 8 Metode Ini Yuk!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Iklan

ARTIKEL TERBARU