26.2 C
Jakarta
Rabu, 25 Mei, 2022

Kripto Terra Luna Makin Ambyar, Harganya Stagnan Tak Sampai 1 Rupiah

JAKARTA, duniafintech.com – Aset kripto Terra (LUNA) jatuh ke level 0,000035 atau turun 99,98 persen, pada perdagangan Jumat (13/5) sore. Penurunan aset kripto Terra (LUNA) terjadi sejak dua hari lalu, dengan aksi jual besar–besaran oleh investor.

Bahkan, kini mata uang digital itu tidak masuk dalam kapitalisasi pasar kripto terbesar, yakni dengan kapitalisasi pasar 240 juta dollar AS.

Melansir dari CNBC, pekan ini mata uang digital telah turun 16 persen, dan miliaran dollar AS aset digital lenyap dari pasar kripto. Sebagian besar penyebabnya dalah jatuhnya stablecoin TerraUSD (UST) yang seharusnya berada pada kisaran 1 dollar AS, kini hanya sekitar 16 sen.

Baca juga: Waduh! 8 Orang Dilaporkan Bunuh Diri Imbas Harga Terra Luna Anjlok ke Rp 1.000

UST telah mengalami penurunan sejak akhir pekan lalu dan diperdagangkan seharga 14 sen, berdasarkan data CoinGecko. Pelematah stablecoin ini juga mendorong pelemahan Terra LUNA, yang kini nilainya nol.

Secara alogaritma, UST bekerja melalui sistem kompleks pencetakan dan pembakaran token untuk menjaga stabilitas harga. Token UST dibuat dengan memecah beberapa mata uang kripto, LUNA untuk mempertahankan nilai dollar AS.

Tetapi volatilitas pasar yangsangat ekstrem belakangan ini telah menguji UST, dan UST tidak mampu mempertahankan posisinya. Terra LUNA bahkan sempat berhenti ditransaksikan selama dua kali dalam 24 jam terakhir.

Vijay Ayyar mengatakan, pasar kripto saat ini telah dilanda sejumlah hambatan lain termasuk inflasi yang lebih tinggi dan kenaikan suku bunga.

Baca juga: Harga Terra Luna Makin Hari Makin Jeblok, Kini di Bawah Rp1 Rupiah Per Keping 

Hal ini menyebabkan aksi jual di pasar saham global, yang mana harga kripto memiliki korelasi.

“Situasi Luna atau UST telah memukul kepercayaan pasar. Secara keseluruhan sebagian besar aset kripto turun lebih dari 50 persen. Hal inilah yang menimbulkan kekhawartiran, ditambah lagi inflasi global, perlambatan pertumbuhan ekonomi yang bukan pertanda baik secara untuk kripto,” kata Ayyar.

Di sisi lain, harga Bitcoin (BTC) menguat 8 persen pada Jumat sore, di atas level 30.000 dollar AS setelah sebelumnya berada di bawah 27.000 dollar AS. Menurut Ayyar, penguatan bitcoin ini hanya jangka pendek, karena tren pasar kripto saat ini sedang melemah.

“Dalam kondisi pasar seperti ini, normal untuk melihat kenaikan tajam sebesar 10 hingga 30 persen. Ini biasanya merupakan pantulan, saat pasar bearish, dan menguji level support sebelumnya sebagai resistance,” kata dia.

Baca juga: Mengenal Bos Terra LUNA, Kripto yang Harganya Anjlok 98 Persen

 

Penulis: Kontributor/Panji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menaikkan Haji Orang Tua dengan Gaji Rp3 Juta

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menaikkan haji orang tua, apakah sulit? Dengan gaji Rp3 juta, pada dasarnya Anda juga sudah bisa memberangkatkan haji kedua orang...

Asuransi AIA Unit Link: Harga, Polis, hingga Cara Klaim

JAKARTA, duniafintech.com – AIA Unit Link merupakan produk asuransi jiwa dengan manfaat investasi sekaligus yang ditawarkan oleh PT AIA Financial Indonesia. Di sini, Anda...

Tentang Apa Itu Pajak Tanah hingga Contoh Perhitungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Secara umum, pajak tanah adalah pajak bumi dan bangunan (PBB) yang biaya yang dipungut atas tanah dan bangunan lantaran adanya keuntungan...

Simak Yuk! Berbagai Cara Cek Resi JNE untuk Lacak Paket

JAKARTA, duniafintech.com – Sebenarnya, cara cek resi JNE resmi bisa dilakukan dengan gampang, dengan berbagai langkah. Adapun pengguna dapat melakukannya melalui aplikasi yang ada...

Mengenal Apa Itu Zenius, Startup Teknologi Edukasi yang PHK 200 Karyawannya

JAKARTA, duniafintech.com – Sedang ramai diperbincangkan, apa itu Zenius? Pada dasarnya, Zenius adalah sebuah aplikasi belajar yang cukup populer di Indonesia. Namun, startup teknologi...
LANGUAGE