28.2 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Lakukan Efisiensi, Rasio Utang Perusahaan BUMN Alami Penurunan

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan salah satu penyebab kinerja BUMN secara konsolidasi, terkait rasio utang BUMN, meningkat signifikan sepanjang tahun 2022 adalah  ditunjang oleh efisiensi. 

Menurutnya salah satu indikatornya adalah penurunan rasio utang BUMN terhadap investasi yang turun dari 36,2 persen jadi 34,2 persen. 

Baca juga: Kemenperin Dorong Lembaga Negara, BUMN, dan BUMD Gunakan Produk Dalam Negeri

“Ada yang bilang utang naik tapi kan tentunya ekuitasnya juga naik. Ini yang kita tekankan bahwa BUMN banyak utang tidak dijaga dengan ekuitas yang baik itu salah,” ujar Erick. 

Erick mencatat modal BUMN pada tahun 2022 yang mencapai Rp3.150 triliun atau jauh lebih besar ketimbang utang yang sebesar Rp1.640 triliun. Utang BUMN akan terus berkurang antara lain karena Erick juga mendorong percepatan pembayaran utang seperti di PLN dan pembayaran utang tepat waktu. Selain itu, Erick mengungkapkan Pertamina juga sukses melakukan efisiensi US$2,4 miliar itu terdiri atas berbagai sumber belanja modalnya.

“Salah satu efisiensi yang ada di PLN itu bagaimana Capex (Belanja Modal) yang kita tekan targetnya 50 persen sudah mencapai 40 persen. Itu ada perbaikan penurunan utang sampai Rp96 triliun, jadi sekarang tinggal Rp404 triliun,” kata Erick.

Sementara itu, Erick mengungkapkan untuk laba konsolidasi BUMN diproyeksikan mencapai Rp303,7 triliun pada 2022 atau naik Rp179 triliun dari laba bersih konsolidasi pada 2021.  Angka tersebut merupakan laba unaudited (belum diaudit).

Baca juga: Perkuat Kebutuhan BBM Nelayan, Kementerian Perikanan dan Kelautan Gandeng Kementerian BUMN

“InsyaAllah nanti kalau diaudit pasti ada kurang lebihnya sekitar Rp303,7 triliun, artinya ada peningkatan yang sangat signifikan sebesar Rp179 triliun,” katanya. 

Total laba konsolidasi BUMN tersebut sudah termasuk laba non tunai Garuda Indonesia yang mencapai Rp55,7 triliun. Selain itu, Erick mengungkapkan kinerja BUMN secara konsolidasi juga terindikasi dari  peningkatan aset dari Rp8.978 triliun pada 2021 menjadi Rp 9.867 triliun.

Sementara, Ekuitas BUMN secara keseluruhan mencapai  dari Rp 2.778 triliun pada 2021 menjadi Rp 3.150 triliun pada 2022. Hasilnya dari bisnis BUMN juga tumbuh positif, antara lain karena terlihat dari pendapatan yang mencapai Rp 2.613 triliun pada 2022 dari sebelumnya yang sebesar Rp 2.292 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: LinkAja Jadi Bisnis Lending, Ini Kata Wamen BUMN

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE