28.2 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Lakukan Transformasi Ekonomi, Pemerintah Optimistis Hadapi Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah tetap optimistis ekonomi Indonesia dapat tetap tumbuh positif, terkait transformasi ekonomi, berdasarkan berbagai indikator domestik dan eksternal yang menunjukkan ketahanan yang impresif di tahun 2023. Keduanya menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi perekonomian global ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat beberapa indikator sektor riil terkait transformasi ekonomi yang dirilis pada Januari 2023 menunjukkan Indeks Kepercayaan Konsumen bergerak di level optimis yakni 123,0 dan PMI Manufaktur berada di level ekspansif yakni 51,3. Sementara itu, indikator eksternal juga menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia yang terlihat dari peningkatan Cadangan Devisa per Januari 2023 yakni sebesar 139,4 miliar USD.

Baca juga: Berita Ekonomi Hari Ini: 2022, Pendapatan per Kapita Indonesia Naik Jadi Rp71 Juta

“Untuk meningkatkan cadangan devisa, agar devisa itu harus parkir di Indonesia, jadi dari hasil ekspor itu diwajibkan 3 bulan ditahan di Indonesia. Nah yang ditahan itu sekitar 30 persen dan dari angka hitungan. Dari situ kita bisa me-reserved satu tahun itu US$40 miliar sampai US$50 miliar. Nah, kalau itu kita lakukan US$40 miliar sampai US$50 miliar 1 tahun, ini sebuah hal yang luar biasa,” kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan bahwa Pemerintah sedang menyiapkan stimulus dengan Menteri Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan.

“Oleh karena itu dalam (Undang-Undang) P2SK, itu sudah dimasukkan yang bertugas mengatur lalu lintas devisa. Bukan hanya dicatat. Jadi, ini adalah sebuah terobosan lagi. Transformasi yang dilakukan Pemerintah dan ini sifatnya antisipatif,” ujar Airlangga.

Dia menjelaskan sejumlah kebijakan utama lainnya yang juga dipersiapkan Pemerintah menghadapi perekonomian ke depan adalah yakni terkait bauran kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, dan Perpu Cipta Kerja. Pemerintah juga berkomitmen melakukan transformasi ekonomi untuk mencapai visi Indonesia 2045 melalui peningkatan hilirisasi industri, peningkatan kapasitas SDM salah satunya melalui Program Kartu Prakerja yang menjadi game changer di masa pandemi Covid-19 dan prakteknya membuat Indonesia menjadi perhatian dunia.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat, Indonesia Alami Pertumbuhan 5,3 Persen

Selain itu, Airlangga menambahkan pemerintah juga berkomitmen menerapkan green economy yang pada KTT G20 lalu telah didukung oleh berbagai investasi dan kesepakatan internasional. Pemerintah juga membangun hilirisasi industri agar dapat menambah nilai jual komoditas. Ekspor bahan mentah akan terus dikurangi dan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam di dalam negeri akan terus ditingkatkan.

Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui relokasi Ibukota Nusantara (IKN) untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

“Kita ketahui bahwa salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi itu adalah infrastruktur, dan infrastruktur dalam bentuk proyek besar ini diharapkan bisa menarik perekonomian nasional. Nah salah satunya dari IKN ini,” ujar Airlangga. 

Baca juga: Pertumbuhan Manufaktur Melebihi Target, Menperin Optimis Ekonomi Indonesia Bangkit

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE