24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Laporan: Terdapat 127 Fintech Syariah di Dunia

DuniaFintech.com – Laporan Islamic Finance News (IFN) mengatakan terdapat sebanyak 127 penyelenggara teknologi keuangan atau fintech berbasis syariah di dunia. IFN yang merupakan pusat jaringan informasi, industri dan komunikasi tentang finansial berbasis islami memberikan laporan tersebu pada 26 Juni lalu.

IFN pun menyebut akan segera merilis laporan inovasi keuangan dimana publik dapat membaca teknologi digital dan fintech pada industri keuangan islami. Selain itu, IFN juga merilis beberapa informasi terbaru tentang hadirnya penyelenggara fintech syariah di berbagai belahan dunia.

Pada awal Juli nanti, fintech berbasis syariah yang berlokasi di Jerman, Insha akan meresmikan badan usahanya. Dikatakan juga Insha akan melakukan perluasan eksplorasi pasar di benua Eropa. Pengembang yang berada di Berlin tersebut bertujuan untuk menawarkan segala dukungan keuangan yang dibutuhkan warga yang sibuk dengan menjaga perputaran dunia yang cepat.

“Insha menempatkan keseharian muslim sebagai pusat keperluan dan bisa menjadi tempat yang diandakan,”
‘Keperluan zakat tahunan Anda juga bisa di kalkulasikan, sehingga Anda bisa beramal dan merasakan ketenangan jiwa,”

Baca juga:

Penyebaran Fintech Syariah di Dunia

Insha merupakan layanan fintech syariah yang didukung oleh Albaraka Turk Participation Bank, menyediakan layanan perbankan tanpa bunga, sebagaimana prinsip islami yang melarang hal tersebut. Penyelenggara juga mengklaim pengguna dapat membuka akunnya hanya dalam hitungan menit.

Selain itu, berita tentang perkembangan fintech syariah di dunia juga diwarnai dengan beberapa fakta, salah satunya Indonesia. Tanah Air menjadi ceruk pasar terbesar fintech berprinsip syariah melalui penerapan P2P Lending.
Selain itu, Kanada juga memiliki fintech berprinsip syariah. Bernama Manzil, fintech ini mengungkapkan keinginannya memberi kesempatan untuk publik berinvestasi melalui platform crowdfunding bernama FrontFunder.

Sementara itu, fintech yang berlokasi di Britania Raya, Minted akan dikenalkan publik dalam waktu dekat. Minted sendiri merupakan platform jual/beli (trading) emas yang akan segera memperkenalkan layanan uang elektronik. Ada pun Co-founder Shahmad Ahmed mengatakan bahwa pihaknya tengah menunggu konfirmasi dari regulator setempat (FCA).

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE