30.1 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

LinkAja Fokus Ekosistem Digital BUMN, Pengamat: LinkAja Akan Alami Kesulitan

JAKARTA, duniafintech.com – Terpilihnya Yogi Rizkian Bahar sebagai Direktur Utama PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) menyatakan perusahaan akan fokus terhadap ekosistem rantai pasok yang dioperasikan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal itu dibuktikan melalui program seperti digitalisasi di dalam ekosistem rantai pasok bisnis Digipos (Telkomsel), Sampoerna Retail Community (SRC) dan merambat ke rantai pasok bisnis BUMN lainnya.

“LinkAja akan terus memaksimalkan layanan akses permodalannya agar dapat dirasakan manfaatnya lebih luas oleh ekosistem BUMN dan di luar BUMN yang menjalin kemitraan LinkAja,” kata Yogi dalam siaran persnya. Jakarta, Jumat (8/7).

Baca juga: Aplikasi MyPertamina Bakal Jadi Syarat Beli BBM Bersubsidi, Bikin Ribet? 

Kendati demikian, pengamat ekonomi digital dari Institute for Development Economics of Finance (INDEF) Nailul Huda mengungkapkan LinkAja akan mengalami kesulitan apabila tidak membangun ekosistem diluar dari perusahaan BUMN, mengingat saat ini ekosistem LinkAja masih relatif sedikit.

Dia mengatakan saat ini ekosistem yang diandalkan oleh LinkAja masih seputar lingkaran bisnis perusahaan BUMN. Misalnya, transportasi KRL dan Pom Bensin. Tidak sebanding dengan platform keuangan digital seperti OVO, GoPay dan ShopeePay.

“LinkAja memang mengandalkan dari ekosistem BUMN mulai dari pom bensin hingga KRL. Susah juga kalau tidak bangun ekosistem digital sih,” kata Huda kepada duniafintech.com.

Baca juga: Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina untuk Beli BBM, Netizen: Negara Ini Makin Ribet!

Oleh sebab itu, Huda menilai LinkAja kedepannya sangat sulit bersaing dengan platform keuangan digital seperti OVO, GoPay dan ShopeePay. Menurutnya, LinkAja seharusnya memiiki strategi yang tepat yaitu memperluas ekosistem digitalnya.

Dia mencontohkan LinkAja seharusnya masuk kedalam bisnis layanan digital seperti e-commerce. Menurutnya layanan e-commerce merupakan industri digital yang sangat besar, sehingga sangat membantu LinkAja untuk mendapatkan kontribusi bagi perusahaan.

“Jadi sangat membantu jika LinkAja masuk ke e-commerce,” kata Huda.

Baca juga: Berlaku 1 Juli, Beli Pertalite di 11 Daerah Ini Wajib Daftar MyPertamina 

Baca terus berita fintech Indonesia dan berita kripto terkini hanya di duniafintech.com

 

Laporan: Heronimus Ronito

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE