26.7 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Tak Mau Kalah, Fintech Milik BUMN LinkAja, Akan Merambah Bisnis Pinjaman Dana

duniafintech.com – Platform Fintech milik 4 bank BUMN, Pertamina, dan Telkomsel, LinkAja, akan mulai merambah ke bisnis peminjaman dana, dimana layanan utama dari platform ini sebelumnya adalah pembayaran online.

Meski masih berada dalam tahap pengembangan dompet digital, platform yang sebelumnya dijuluki TCASH ini menargetkan akan memulai layanan pendanaannya pada awal tahun 2020.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan:

“Nanti kita harapkan bisa jadi bagian dari digital financing, akhir tahun LinkAja bisa memberikan pinjaman kepada pengusaha kecil yang menggunakan platform.”

Meski perkembangan ini telah diberitakan, namun pihak LinkAja masih belum memberikan gambaran mengenai sektor kredit apa yang akan menjadi pangsa pasar perusahaan. Namun, jika dilihat dari gambaran konsumen dan bisnis di platformnya, mungkin saja perusahaan ini akan merambah kesektor pembiayan usaha semacam KUR.

Kartika pun menambahkan:

“Dengan data yang kita dapat dari transaksi-transaksi, kita harap bisa expand sehingga mungkin di akhir tahun bisa memberikan pinjaman bagi pengusaha kecil yang menggunakan platform itu.”

Baca juga

Rencananya, platform LinkAja akan mulai merambah bisnis pinjaman secara Peer-to-Peer (P2P) pada semester awal 2020. Sebagai langkah awal, saat ini LinkAja difokuskan untuk menjadi aplikasi dompet digital seperti yang diungkapkan oleh Kartika:

“Akhir tahun ini harusnya bisa kita mulai. mungkin semester 2 kita masuk ke wallet [dompet digital], terus nanti semester I-2020 kita masuk ke lending [peminjaman].”

Perlu diketahui, saat ini LinkAja sudah memiliki 25 juta pengguna yang terdaftar dan 2,9 juta pengguna aktif, dimana target akhir tahun 2019 dari perusahaan adalah mencapai lebih dari 5 juta pengguna aktif.

Berdasarkan data ini, Kartika pun mengatakan:

“Katakanlah 5 juta setengahnya pengguna yang sifatnya trader bukan individu harusnya kita bisa punya target market [tambahan] 2,5 juta pengguna [aktif].”

Kartika pun menambahkan, dari 2,5 juta itu nantinya akan di pilah-pilah kembali mana saja yang kira-kira memenuhi syarat.

Mengenai bank mana yang akan memberikan pinjamannya via LinkAja, Kartika mengatakan bahwa nanti akan ada 4 opsi Bank BUMN yang terdiri Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN. Nantinya peminjam akan memilih sendiri, kepada bank mana mereka ingin mengajukan pinjaman.

Baca juga

Dan ke depannya dompet digital Tbank milik BRI, eCash milik bank Mandiri, dan Yap! milik bank BNI, akan dilebur menjadi satu ke LinkAja.

picture: pixabay.com

-Syofri Ardiyanto-

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE