32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

LPDB Bekerjasama dengan Fintech Untuk Menyasar Para Wirausahawan Milenial

duniafintech.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM memastikan tidak akan berlaku seperti layaknya rentenir yang meminjamkan dana dengan bunga tinggi kepada masyarakat atau wirausahawan milenial. Sebab, tujuan adanya LPDB  ialah mempermudah masyarakat mengakses modal untuk mengembangkan usaha dengan bunga murah, ujar Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Krisdianto. 

Krisdianto mengatakan hal tersebut sebagai tanggapannya atas kerja sama LPBD dengan financial technology (Fintech), yang biasanya menarifkan pinjaman dengan bunga yang lebih tinggi dari bank konvensional.

Dalam Rakornas Kemenkop dan UKM di Pangkal Pinang, Bangka Belitung lalu, Krisdianto pun mengatakan:

“Yang pasti jauh (lebih rendah bunganya). Kalau Fintech kan bunganya 40-50% ke atas, jauh dari kami. Kami jauh dari situ.. jauh banget.”

Krisdianto pun menjelaskan, salah satu tujuan LPDB mengandeng fintech ialah untuk menjawab tantangan dan kebutuhan para wirausahawan milenial yang terus bermunculan dan jumlahnya cukup banyak karena wirausahawan muda itu membutuhkan dana dengan mudah dan tempo yang cepat.

Krisdianto pun menambahkan:

“Pinjaman di LPDB ini tidak terlalu besar. Karena itu, sangat tidak mungkin LPDB [akan] menaikkan bunga pinjaman.Jadi kami batasi enggak besar-besar dan fleksibel.

Dan, pembayarannya bisa enam bulan [dan] maksimum tiga tahun, jadi kami batasi. Beda dengan yang lain kadang persyaratannya lebih detail dan anggarannya juga lebih besar.”

Baca juga

Sekedar informasi, suku bunga yang berlaku di LPDB saat ini, yakni untuk program Nawacita (pertanian, perikanan, dan perkebunan) sebesar 4,5% per tahun atau telah turun sebesar 0,2% per bulan.

Dan untuk sektor riil (KUMKM sektor manufaktur, kerajinan, industri kreatif),suka bunga LPDB saat ini sebesar 5% per tahun atau telah turun sebesar 0,27% per bulan. Simpan pinjam (koperasi simpan pinjam, LKB, LKBB, dan BLUD) sebesar 7% per tahun menurun, dan bagi hasil maksimal 60:40 untuk pembiayaan dengan metode syariah.

Baca juga

Untuk suku bunga dari kerjasama LPDB dan Fintech, Krisdianto mengatakan:

“Kami belum bisa sebutin (bunganya), tapi yang pasti jauh di bawah [Fintech pada umumnya] karena, masih kami godok.

Kenapa harus kami godok. Karena kan beberapa Fintech juga ada biaya pendampingan, ada juga platform untuk IT-nya. Itu masih kami simulasikan supaya jangan sampai tekor (Rugi), tapi juga di sisi lain tidak melanggar undang-undang [dan] kita dibatasin kan, tidak boleh terlalu mahal.”

Direktur Utama LPDB, Braman Setyo, pun mengungkapkan:

“Masyarakat tidak perlu khawatir, bunga pinjaman LPDB itu tetap jauh di bawah bunga pinjaman yang diberikan oleh perusahaan fintech yang beredar saat ini yaitu di bawah 10-15 persen efektif.”

Baca juga

picture: pixabay.com

-Syofri Ardiyanto-

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE