30.1 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Marah Indonesia Disamakan dengan Sri Lanka, Luhut: Sakit Jiwa! 

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan marah karena Indonesia disamakan dengan Sri Lanka.

Luhut pun mengatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih kuat. Ia mengklaim, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Luhut berang bila ada yang menyamakan kondisi ekonomi Indonesia bisa saja seperti Sri Lanka. Kata Luhut, pihak yang menyebut Indonesia bisa sama seperti Sri Lanka hanya membohongi masyarakat.

Baca juga: Viral Negara Sri Lanka Gagal Bayar Utang, Apa Sebab dan Dampaknya?

“Kalau ada yang ngomong kita mau samakan dengan Sri Lanka, bilang dari saya sakit jiwa dia itu. Lihat data-data yang baik, kalau nggak suruh dia datang ke saya. Orang bilang Pak Luhut nantang, bukan nantang,” ungkap Luhut dalam konferensi pers Rakornas DPSP 2022 di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, dikutip dari Detik.com, Sabtu (16/7/2022).

“Saya begitu supaya dia jangan membohongi rakyatnya, jangan kepentingan politiknya dibikin-bikinin,” tegas Luhut. 

Lebih jauh Luhut berbicara soal kinerja perdagangan yang terus positif selama dua tahun terakhir. Katanya, dalam 26 bulan terakhir neraca dagang di Indonesia terus tumbuh positif.

Pun bila bicara soal inflasi, Luhut menilai angka inflasi di Indonesia cukup rendah bila dibandingkan dengan berbagai negara di dunia.

“Indonesia salah satu yang ekonominya terbaik di dunia di tengah-tengah gejolak perang Ukraina ini. Kita punya ekspor terus positif selama 26 bulan terakhir ini sehingga satu negara yang inflasinya juga terbaik di dunia sekarang,” ungkapnya. 

Baca juga: Indonesia Masuk 15 Negara Terancam Resesi, Sri Mulyani Bilang Masih Aman Tapi Tetap Waspada

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 mengalami surplus US$ 5 miliar. Surplus terjadi karena neraca ekspor lebih besar daripada impor.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, ekspor pada Juni 2022 tercatat US$ 26,09 miliar. Sementara impor pada bulan Juni ini senilai US$ 21 miliar, naik 12,87% dibanding bulan lalu.

“Impor Juni 2022 tercatat US$ 21 miliar. Juga meningkat 12,87% kalau dibandingkan Mei 2022,” ujar Margo dalam konferensi pers.

Sementara itu, BPS terakhir kali mencatat tingkat inflasi nasional pada Juni 2022. Hasilnya, secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 4,35%. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Juni 2017.

Meski begitu, menurut Luhut kalau dibandingkan inflasi di Indonesia masih rendah. Dari Amerika Serikat misalnya, inflasi di negeri Paman Sam menurut Luhut menyentuh angka 9,1%.

Baca juga: Ada Kabar Buruk Nih dari Sri Mulyani, Indonesia Harus Bersiap!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE