26 C
Jakarta
Rabu, 7 Desember, 2022

Market Order: Cara Kerja serta Kelebihan dan Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – Market order adalah perintah untuk membeli atau menjual aset sekuritas dengan harga optimal yang telah tersedia di pasar.

Pada dasarnya, ini adalah sebuah pilihan otomatis untuk tindakan tertentu dalam investasi, yakni membeli atau menjual sebagian besar aset investor secepat mungkin tanpa perlu mempertimbangkan harga pasar saat ini.

Lazimnya, untuk sekuritas dengan volume tinggi, investor akan menggunakan metode satu ini sebab dianggap cocok. Ada beberapa contoh aset investasi, termasuk komoditas berjangka, pasar aset kripto, saham dengan kapitalisasi besar, dan ETF. Mengingat prosesnya tergolong cepat, banyak yang menganggap bahwa order pasar ini menjadi operasi yang paling dasar diantara semua pilihan pesanan para investor.

Berikut ini ulasan selengkapnya, seperti dinukil dari Qoala.

Baca juga: Cara Menabung Saham Terlengkap, dari Bank hingga Online

Cara Kerja Market Order

Untuk memahami cara kerja order pasar, kamu dapat memperhatikan hal berikut. Pertama, cari tahu di mana nantinya kamu akan berinvestasi. Kalau memilih untuk menggunakan platform online maka pesanan bisa otomatis berjalan setelah investor menekan tombol beli atau jual.

Lantas, akan terjadi eksekusi untuk perintah market buy dengan harga permintaan terdekat. Berikutnya, pesanan jual juga akan dieksekusi pada harga penawaran yang paling mendekati. Biasanya, order pasar menjadi pilihan para trader atau investor yang ingin segera membeli atau menjual sekuritas untuk menghindari kehilangan kesempatan untuk mendapatkan cuan atau untung.

Hal itu pun berlaku sebaliknya, yakni saat seseorang ingin meminimalisir sekecil mungkin potensi kerugian. Kamu bisa mulai order pasar bahkan untuk alasan tertentu lainnya yang pastinya tidak akan merugikan tindakan kamu dalam berinvestasi.

Ketika menempatkan penawaran, investor harus paham betul dan meneliti selisih bid ask, yakni selisih dari harga penawaran dengan harga permintaan untuk saham atau aset kripto. Kalau seseorang memutuskan menggunakan order pasar sebagai metode pilihannya maka artinya ia bersedia membeli aset investasi dengan harga yang diminta atau menjualnya sesuai dengan harga penawaran.

Dasar-dasar Market Order

Secara umum, layanan broker menyertakan aplikasi trading dengan tombol jual atau beli untuk menerima order pasar dari investor.

Adapun perintah berupa order pasar hadir dikenakan dengan komisi rendah. Broker tidak memerlukan proses panjang untuk menerima permintaan dari investor apabila mereka menggunakan order pasar.

Kalau ingin memesan E-min S& atau saham yang cenderung sangat cepat maka investor bisa memerintahkan broker melakukan transaksi menggunakan order pasar.

Kelebihan

Selayaknya metode transaksi investasi lainnya, tentunya order pasar hadir menawarkan berbagai kelebihan. Kamu bisa mempertimbangkan kelebihannya sebagai alasan kenapa metode satu ini tepat digunakan dalam kondisi tertentu dengan mempertimbangkan aset investasi yang akan kamu perjual-belikan.

Bukan cuma dikenal cepat, order pasar pun nyatanya menjadi transaksi yang paling umum. Kecepatan dalam hal transaksi banyak digunakan oleh investor sebagai alasan untuk memilih metode ini dalam jual beli beberapa jenis instrumen termasuk saham dan aset kripto.

Di samping itu, order pasar pun dapat bekerja untuk semua saham berkapitalisasi besar. Dalam hari perdagangan, ada sejumlah besar saham yang pindah dari tangan satu ke tangan lainnya. Proses transaksi yang terjadi begitu cepat dan bisa berjalan dengan segera.

Namun, bukan tidak mungkin investor menemui kendala terlebih saat keadaan pasar sedang tidak stabil. Tidak ada investasi yang bebas dari risiko. Artinya, setiap kali kamu memutuskan untuk berinvestasi dengan instrumen tertentu baik saham atau lainnya, kamu harus sudah siap dengan segala macam risiko yang mungkin terjadi selama proses investasi.

Untuk kamu yang memerlukan manajemen risiko guna meminimalisir kerugian, mengapa tidak mencoba order pasar? Kamu bisa menghentikan investasi jika kondisi pasar dinilai kurang menguntungkan dibandingkan kondisi pasar saat ini.

Kekurangan

Apabila kamu berencana melakukan trading aset yang kurang likuid maka order pasar agaknya tidak bisa diandalkan.

Salah satu contohnya, yakni saham dengan kapitalisasi kecil yang kamu punya pada perusahaan yang sedang bermasalah atau tidak jelas. Biasanya, saham itu punya bid ask spread yang cenderung lebar.

Bid-ask spread boleh disebut sebagai perbedaan antara harga tertinggi yang pembeli bersedia bayarkan dengan harga terendah yang penjual bersedia terima saat trading aset investasi di pasar. Hal itu dapat membuat order pasar terisi dengan lambat dimana harganya juga akan mengecewakan.

Baca juga: Saham Right Issue: Keuntungan dan Kerugian serta Jenisnya

Contoh Market Order

Sebagai contoh, harga bid-ask saham CDEF adalah sebesar Rp4 ribu dan Rp5 ribu, dengan masing-masing permintaan 100 saham.

Jika seorang investor membeli 400 saham maka 100 saham pertamanya dibeli dengan harga Rp5 ribu. Untuk 300 saham selebihnya mungkin dieksekusi dengan harga Rp4.500 atau lebih.

Hal itu pun menjadi alasan kenapa dalam beberapa transaksi akan lebih baik jika menggunakan limit order.

Kalau biasanya order pasar menggunakan harga yang ditentukan pasar maka lain halnya dengan limit order yang memberikan kesempatan kepada trader untuk mengontrol harga.

Market Order

Perbedaan dengan Limit Order

Ketika berbicara soal market order, rasanya kurang pas kalau tidak sekaligus membahas limit order. Terdapat perbedaan antara kedua istilah ini yang tidak kalah penting untuk dipahami oleh calon investor atau trader apabila mereka ingin tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan cuan selama berada di dunia investasi.

Seperti order pasar, limit order ini adalah arahan untuk menjual atau membeli aset investasi. Namun, perbedaannya, perintah itu dilakukan pada harga tertentu yang lebih baik. Pembelian menggunakan limit order biasanya terjadi saat harga aset mencapai harga batas atau lebih rendah.

Sementara itu, penjualan dengan limit order terjadi jika harga mencapai batas atau lebih tinggi. Untuk mencegah kerugian dalam jumlah besar, tidak jarang limit order digunakan bersamaan dengan stop order.

Pada limit order, harga ditentukan oleh investor sehingga mereka memiliki kontrol yang lebih dalam menentukan harga saat jual beli atau bertransaksi. Limit order pun lebih disukai saat ingin memperjualbelikan instrumen investasi tipis atau fluktuatif. Salah satu contoh paling umum adalah saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang kecil.

Adapun dengan kontrol yang lebih besar, investor bisa menentukan harga beli maksimum maupun harga jual minimum yang bisa diterima saat melakukan pemesanan. Kemudian, pesanan diproses apabila instrumen investasi sudah mencapai harga yang ditentukan.

Perhatikan Hal Ini sebelum Melakukan Market Order

Ketika melakukan market order, artinya kamu bersedia untuk membeli dengan harga yang diminta atau menjual dengan harga penawaran. Lantas, kamu akan segera melepaskan bid-ask spread.

Sekian ulasan tentang market order yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Beli Saham Online di Aplikasi Ini, Gampang Banget Lho

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

RUU PPSK Tidak Semua Koperasi Diawasi Oleh OJK

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menimbulkan pro dan kontra. Hal itu karena didalamnya membahas tentang keberadaan kerja koperasi...

Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Perdagangan agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital. Hal itu dilakukan melalui akselerasi transformasi digital pada...

Pinjol Cepat Cair Legal Berizin OJK, Intip Nih Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman melalui aplikasi di smartphone yang proses pencairan dananya sangat cepat. Pinjol atau pinjaman online berizin Otoritas Jasa...

Ini Langkah Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Didukung dengan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs BCA, Mandiri, dan BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.618 di perdagangan pasar spot Selasa (6/12). Diketahui, rupiah melemah 0,99%...
LANGUAGE