28.2 C
Jakarta
Minggu, 21 Juli, 2024

Menabung Emas Fisik atau Emas Digital? Ini Perbedaannya

Menabung emas adalah salah satu jenis investasi yang telah lama populer dan dipakai masyarakat Indonesia. Sekarang bukan hanya emas fisik, tetapi juga emas digital.

Nah, saat ini, ada dua cara berinvestasi emas yang bisa kamu lakukan, yaitu berinvestasi emas batangan dan berinvestasi emas digital. Cara investasi emas batangan dan digital ini punya sedikit perbedaan. Jika investasi emas batangan telah lama masyarakat lakukan, investasi emas digital jadi bentuk investasi emas baru yang bisa kamu lakukan.

Apa saja perbedaannya? Berikut penjelasannya.

Menabung Emas Batangan

Menabung emas batangan sebagai bentuk investasi ini biasanya diasosiakan kepada perhiasan. Artinya, cara menabung emas batangan membuat seseorang harus memiliki emas tersebut secara fisik. Apa saja yang diperlukan untuk menabung emas batangan? Simak keterangan di bawah ini.

Punya Tempat Penyimpanan

Saat kamu memilih menabung emas batangan, akan ada sejumlah risiko yang harus kamu hindari, di antaranya menjaga emas itu tetap tersembunyi. Artinya, kamu harus memiliki tempat penyimpanan emas batangan tersebut yang tidak diketahui oleh siapapun. Hal ini wajib dilakukan karena nilai emas yang tinggi berpeluang dicuri oleh orang lain.

Salah satu caranya, kamu bisa menyewa safe deposit box atau ruang penyimpanan emas pada bank atau layanan keuangan milik pemerintah. Untuk melakukan ini, tentu saja kamu harus mengeluarkan sedikit biaya sewa lagi.

Membeli emas secara fisik

Menabung emas secara fisik, tentu saja mengharuskan kamu memiliki emas tersebut secara fisik. Kamu harus membelinya terlebih dahulu, misalnya di toko-toko perhiasan, bank, layanan keuangan milik pemerintah, atau melalui Antam langsung. Bahkan, dewasa ini kamu bisa langsung memperoleh emas melalui belanja online di marketplace terpercaya.

Butuh uang jumlah besar

Saat membeli emas batangan atau fisik, biasanya ada biaya fix yang perlu kamu lakukan. Biaya tersebut mengacu pada berapa bobot emas yang kamu beli. Nah, dalam membeli emas batangan, ada minimum  bobot yang harus kamu penuhi, yaitu 1 gram.

Hal ini tentu saja membuat kamu harus merogoh kocek lebih besar, kan? Di satu sisi, cara ini ampuh untuk menekan pengeluaran—daripada uang tersebut habis tidak menentu—tapi di sisi lain, tidak semua masyarakat di Indonesia memiliki daya beli yang sama. Sehingga banyak juga yang memutuskan untuk tidak membeli emas.

Menabung Emas Digital

Menabung emas digital berbeda dengan menabung emas fisik. Cara menabung emas digital menawarkan fleksibilitas yang leluasa, baik secara finansial, waktu, dan lainnya. Inilah yang membuat menabung emas digital banyak digandrungi masyarakat Indonesia saat ini, terutama kaum milenial. Apa saja sih yang dibutuhkan saat menabung emas digital?

Membuka rekening tabungan

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk berinvestasi pada emas digital adalah membuka rekening tabungan emas. Mekanismenya sama dengan menabung uang di bank. Setelah membuka rekening emas, kamu bisa menggunakan beragam platform digital, seperti digital banking, marketplace, dan aplikasi layanan keuangan milik negara lainnya untuk mulai membeli emas secara digital.

Sebelum membelinya, tentu saja kamu harus mengisi identitas diri agar pihak penyedia layanan dapat melakukan verifikasi kepemilikan. Hal ini bisa kamu lakukan secara online, bisa juga secara konvensional. Jika kamu tidak memahami caranya, kamu tetap bisa melakukannya dengan mendatangi kantor bank atau layanan keuangan milik pemerintah.

Beli emas sesuai kemampuan

Jika emas batangan memiliki bobot minum yang harus kamu tebus, emas digital lebih fleksibel. Kamu bisa mengeluarkan uang yang sangat kecil, bahkan bisa kamu mulai dengan biaya Rp 10.000 saja. Besarannya emas digital tidak terhitung dari 1 gram, tetapi lebih kecil dari itu. Hal ini akan sangat membantu para masyarakat menengah ke bawah jika ingin turut menabung emas.

Ada banyak tempat membeli emas secara online, di antaranya platform digital banking, marketplace, layanan keuangan milik negara, dan lain sebagainya. Hal ini bisa kamu manfaatkan untuk memulai investasi meski memiliki dana yang tidak banyak.

Nah, itulah sedikit perbedaan dari menabung emas secara fisik dan menabung emas secara digital. Tentu saja, keduanya memiliki manfaat, tujuan, dan porsi keunggulan masing-masing. Tidak semua masyarakat betah atau suka berbelanja secara online, begitu pun sebaliknya.

Hanya saja, yang perlu kamu pahami, sebelum melakukan investasi emas, baik fisik ataupun digital, kamu mesti memahami risikonya juga. Meski tergolong jenis investasi dengan risiko yang sangat rendah, tetapi perlu diingat bahwa investasi emas merupakan investasi long term atau berjangka panjang.

Jangan sampai niat baik untuk melakukan investasi malah mengganggu stabilitas keuangan atau finansial kamu, ya.

(Kontributor)

Klik di sini platform investasi digital yang resmi terdaftar di Indonesia.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU