26.2 C
Jakarta
Sabtu, 2 Maret, 2024

Mendag Harapkan Harga Mie Instan Tidak Naik

JAKARTA, duniafintech.comMenteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Zaini, mengharapkan kenaikan harga gandum tidak membuat harga mie ataupun mie instan menjadi naik. Hal itu disebabkan karena konflik yang terjadi perang antara Rusia dengan Ukraina, sehingga pasokan gandum menjadi terhambat dan membuat harga mie instan mengalami kenaikan.

Mendag Zulkifli mengatakan kenaikan harga gandum tidak mengakibatkan membuat harga mie ataupun mie instan juga mengalami kenaikan. Dia mengungkapkan saat ini kondisi panen gandum dalam kondisi membaik dari sisi produsennya.

Dia mengungkapkan kenaikan harga gandum sebelumnya dipengaruhi akibat dari kegagalan panen di Australia, Kanada dan Amerika Serikat. Namun seiringnya waktu, ketiga negara tersebut sudah mulai panen gandum.

Baca juga: Beda Pandangan Kemendag dan Bank Indonesia Soal Aset Kripto, Pengamat: Bank Indonesia Terlalu Berlebihan

Selain itu, dia menambahkan untuk penjualan gandum di Ukraina juga sudah kembali dibuka. Meskipun belakangan ini negara penghasil gandum tersebut juga sempat menghentikan ekspor gandum.

“Sekarang kan Ukraina sudah boleh jual. Mungkin September harga gandum sudah turun,” kata Zulkifli.

Sebagaimana diketahui, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan harga mie instan dalam negeri akan berpotensi mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat. Hal itu disebabkan perang Rusia dengan Ukraina yang menjadi kendala konektivitas terhadap komoditas khususnya gandum.

“Apalagi kedua negara ini (Rusia-Ukraina) menjadi salah satu lumbung gandum terbesar di dunia,” kata Syahrul

Baca juga: Peluangnya Terbuka Lebar, Wamendag Ajak Investor Singapura Bisnis Kripto di RI

Selain itu, Yasin mengungkapkan faktor lainnya yang memicu kenaikan harga gandum juga dikarenakan adanya perubahan iklim global yang menyebabkan cuaca tidak menentu, sehingga sangat berpengaruh terhadap sektor pangan.

Dia memperkirakan akibatnya produk mie instan yang terbuat dari gandum bisa mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat. Untuk itu, dia menghimbau agar masyarakat tidak memakan mie yang berlebihan.

“Maafkan saya bicara ekstrem. Jadi hati-hati makan mie banyak. Mie banyak dari gandum besok harganya tiga kali lipat,” kata Syahrul.

Baca juga: Mendag Klaim Sudah Berhasil Stabilkan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14 Ribu

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE