34.5 C
Jakarta
Sabtu, 1 Oktober, 2022

Mendag Harapkan Harga Mie Instan Tidak Naik

JAKARTA, duniafintech.comMenteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Zaini, mengharapkan kenaikan harga gandum tidak membuat harga mie ataupun mie instan menjadi naik. Hal itu disebabkan karena konflik yang terjadi perang antara Rusia dengan Ukraina, sehingga pasokan gandum menjadi terhambat dan membuat harga mie instan mengalami kenaikan.

Mendag Zulkifli mengatakan kenaikan harga gandum tidak mengakibatkan membuat harga mie ataupun mie instan juga mengalami kenaikan. Dia mengungkapkan saat ini kondisi panen gandum dalam kondisi membaik dari sisi produsennya.

Dia mengungkapkan kenaikan harga gandum sebelumnya dipengaruhi akibat dari kegagalan panen di Australia, Kanada dan Amerika Serikat. Namun seiringnya waktu, ketiga negara tersebut sudah mulai panen gandum.

Baca juga: Beda Pandangan Kemendag dan Bank Indonesia Soal Aset Kripto, Pengamat: Bank Indonesia Terlalu Berlebihan

Selain itu, dia menambahkan untuk penjualan gandum di Ukraina juga sudah kembali dibuka. Meskipun belakangan ini negara penghasil gandum tersebut juga sempat menghentikan ekspor gandum.

“Sekarang kan Ukraina sudah boleh jual. Mungkin September harga gandum sudah turun,” kata Zulkifli.

Sebagaimana diketahui, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan harga mie instan dalam negeri akan berpotensi mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat. Hal itu disebabkan perang Rusia dengan Ukraina yang menjadi kendala konektivitas terhadap komoditas khususnya gandum.

“Apalagi kedua negara ini (Rusia-Ukraina) menjadi salah satu lumbung gandum terbesar di dunia,” kata Syahrul

Baca juga: Peluangnya Terbuka Lebar, Wamendag Ajak Investor Singapura Bisnis Kripto di RI

Selain itu, Yasin mengungkapkan faktor lainnya yang memicu kenaikan harga gandum juga dikarenakan adanya perubahan iklim global yang menyebabkan cuaca tidak menentu, sehingga sangat berpengaruh terhadap sektor pangan.

Dia memperkirakan akibatnya produk mie instan yang terbuat dari gandum bisa mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat. Untuk itu, dia menghimbau agar masyarakat tidak memakan mie yang berlebihan.

“Maafkan saya bicara ekstrem. Jadi hati-hati makan mie banyak. Mie banyak dari gandum besok harganya tiga kali lipat,” kata Syahrul.

Baca juga: Mendag Klaim Sudah Berhasil Stabilkan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14 Ribu

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Bayar Akulaku via Mandiri Online serta Persyaratannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Akulaku via Mandiri Online berikut persyaratannya perlu diketahui oleh para pengguna layanan ini. Seperti diketahui pula, hadirnya aplikasi kredit online...

Asuransi Kecelakaan Kerja: Manfaat hingga Rekomendasi Produk

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kecelakaan kerja adalah bentuk proteksi yang sangat diperlukan oleh seorang pekerja atau karyawan. Asuransi sendiri adalah bentuk perlindungan yang penting bagi...

AIA Call Center, Email, hingga Alamat Kantornya

JAKARTA, duniafintech.com – AIA Call Center adalah salah satu cara termudah untuk bisa menghubungi atau mencari tahu soal beragam layanan AIA. Adapun layanan yang dimaksud...

Menteri Erick Dorong Perempuan dan Generasi Muda Duduki Jabatan Direksi BUMN

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong transformasi perusahaan BUMN dengan mendukung keterwakilan perempuan di jajaran direksi dan pemimpin dari generasi...

Kinerja Positif Kementerian BUMN Tercapai di Tahun 2021

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan pencapaian kinerja berada dalam posisi positif ditengah situasi pandemi global di tahun 2021. Hal...
LANGUAGE