28.6 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Menteri BUMN Usulkan Pengumuman Penyesuaian Pertamax Seminggu Sekali

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan menunda pengumuman penyesuaian harga BBM non subsidi yaitu Pertamax dan lain-lain. Seharusnya kenaikan tersebut diumumkan oleh pemerintah per tanggal 1 Januari 2023. 

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan pihaknya saat ini sedang melakukan konsultasi terkait pengumuman tersebut mengenai perubahan harga BBM non subsidi. Sedangkan terkait penundaan pengumuman penyesuaian harga Pertamax dan lain-lain tersebut dilakukan agar pihaknya tidak dianggap menabrak aturan yang sudah dibuat. 

Baca juga: Kualitas Pertamax dan Pertalite Turun? ini Reaksi Pertamina

Menurutnya konsultasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN, nantinya akan diusulkan agar pengumuman perubahan harga BBM non subsidi bisa dilakukan di tiap minggunya karena sesuai dengan harga pasar. Artinya, BBM non subsidi merupakan harga keekonomian dan tidak masuk dalam kategori subsidi. 

“Kemarin ditunda karena itu mau memastikan tidak melanggar. Masalah BBM itu kan aturan Kementerian bahwa pengumuman harga itu sebulan sekali. Nah mau konsultasi dulu, agar Pertamax di Indonesia bisa diumumkan tiap minggu supaya sesuai dengan harga pasar. Kita mematikan tidak melanggar, nanti disangka Menteri BUMN main tabrak-tabrak,” kata Erick. 

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax berpeluang turun. Hal ini, ucap Erick, disebabkan lantaran harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia.

Baca juga: Viral Pertamax Mengandung Air? Bikin Kendaraan Mogok

Dia menyebut apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.

“Banyak juga yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun seperti apa, ya pasti kita turun, cuma yang mesti diingat apa yang dilakukan pemerintah hari ini, itu mengurangi subsidi,” ujar Erick.

Erick menyebut BBM seperti Pertalite, Solar, dan Pertamax masih dalam subsidi. Erick menilai jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar 95 dolar AS per barrel turun menjadi 75 dollar AS per barel maka akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat. 

“Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan harga pasar, jadi bisa saja turun, tapi apakah Solar dan Pertalite itu nanti harga pasar, tidak bisa karena itu subsidi,” ucap Erick.

Baca juga: Erick Thohir: Harga Pertamax Turun Jika Harga Minyak Dunia Turun

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE