25.1 C
Jakarta
Rabu, 19 Juni, 2024

Meski Dibayangi Kasus Kredit Macet, Fintech P2P Lending Masih Diminati Investor

JAKARTA, duniafintech.com – Kasus kredit macet belakangan ini membayangi industri fintech P2P Lending. Meski demikian, perusahaan modal ventura melihat financial technology (fintech) peer to peer atau P2P lending masih menjadi sektor yang diminati oleh investor.

Sebagai informasi, belakangan ini, kasus kredit macet membayangi industri fintech lending dengan angka di atas 5% yang menunjukkan tingginya tingkat kelalaian penyelesaian kewajiban kepada lender.  

Beberapa kasus kredit macet industri fintech yang menjadi sorotan, di antaranya adalah TaniFund yang memiliki rasio tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) 63,93% per 17 Januari 2023. 

Baca juga: Ini Kata AFPI soal Masalah Gagal Bayar di Industri Fintech Lending

Berikutnya, ada kasus kredit macet  di fintech Investree dengan TWP90 12,58% dan iGrow yang hanya 46,56%.  

Industri P2P Lending Masih Diminati

Menurut Chief Executive Officer (CEO) PT BNI Modal Ventura (BNI Ventures), Eddi Danusaputro, industri P2P lending masih diminati karena platform ini menyasar borrower tertentu, yang biasanya di bawah radar lembaga keuangan besar.  

“P2P lending juga memiliki potensi memberikan imbal hasil relatif tinggi kepada lender,” kata Eddi, seperti dikutip dari Bisnis.com, Kamis (18/1/2024).  

Kendati demikian, sebagai langkah mitigasi, ia menyarankan bagi P2P lending untuk tetap memperkuat manajemen risikonya. 

Termasuk, imbuhnya, dengan memperkuat analisis credit scoring untuk lebih teliti menilai kelayakan borrower dalam memperoleh pinjaman.  

Hal itu untuk mencegah terjadinya potensi adanya kasus kredit macet dan gagal bayar terhadap lender fintech lending. 

Di samping itu, proses penagihan juga perlu diperhatikan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Mengenai pendanaan, BNI Ventures sendiri belum memiliki investasi pada platform P2P lending. 

Ke depan, Eddi menyebut bahwa terdapat kemungkinan menyuntikan dana pada industri tersebut, meskipun masih menimbang-nimbang.  

“Namun, tentunya kami akan lebih selektif alias cari yang sudah profit atau ada path to profitability,” tuturnya.  

Lebih Selektif untuk Investasi

CEO PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), Ronald Simorangkir, mengatakan bahwa pihaknya juga akan lebih selektif untuk melakukan investasi, termasuk terhadap fintech P2P lending.  

Untuk saat ini, anak usaha Bank Mandiri itu sudah memiliki empat platform P2P lending dalam portfolionya yakni Investree, Crowde, KoinWorks, dan Amartha.  

Baca juga: Perkembangan, Tantangan, dan Contoh Kasus Fintech di Indonesia

“Kami enggak menutup kemungkinan menambah lagi [portofolio P2P lending] ya, tetapi kami lebih selektif melihat P2P lending ini. Lebih selektif karena lagi-lagi risk managementnya itu harus setara. Bank itu kan melihat menerapkan manajemen risiko, artinya kalau bank itu memang sangat strict ya risk parameternya,” ucap Ronald ditemui usai Media Outlook MCI di Jakarta, Rabu (17/1/2023). 

Di samping melihat manajemen risiko P2P lending yang dapat diterima oleh Bank Mandiri, Ronald mengatakan perusahaan juga melihat target market platform yang  spesifik apakah konsumtif atau produktif. 

Menurut media outlook MCI, pada beberapa sektor yang menjadi perhatian MCI di antaranya yakni startup pertanian, budidaya perikanan, industri manufaktur, energi terbarukan, perdagangan karbon, Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, dan kesehatan digital.  

Dari sisi asosiasi, Wakil Ketua Bidang 3 Asosiasi Modal Ventura dan Start-Up Indonesia (Amvesindo) Chris Saragih mengatakan industri P2P lending masih memiliki potensi ke depan. 

Khususnya, apabila dikelola dengan baik serta sudah menghasilkan pendapatan dan laba.  

“Untuk sektornya produktif atau konsumtif, bergantung pada risk appetite nya masing-masing investor,” ungkapnya.

Untuk tetap dilirik, Chris mengatakan bahwa P2P lending perlu memperhatikan proses dan manajemen risiko serta tentunya fokus untuk menghasilkan pendapatan.

Baca juga: Samsung A15: Spesifikasi dan Tips Mencicil Pakai Fintech

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Iklan

ARTIKEL TERBARU