25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

Modalku Berhasil Salurkan Pendanaan UMKM Sebesar Rp41,2 Triliun 

JAKARTA, duniafintech.com – Grup Modalku berhasil salurkan pendanaan sebesar lebih dari Rp41,2 triliun kepada lebih dari 5,1 juta total transaksi UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Penyaluran tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka penyaluran dari Grup Modalku mengalami pertumbuhan sebesar lebih dari 40 persen. 

Co Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya mengungkapkan tahun 2022, bukanlah tahun yang mudah. Menurutnya tahun tersebut merupakan situasi yang sangat menantang bagi perjalanan bisnis Modalku. Meskipun di tengah kondisi ekonomi yang penuh dinamika, perusahaan berhasil mendapatkan pendanaan di awal tahun dari investor yang mampu memberi kesempatan untuk tumbuh dan bertahan di tahun 2022. 

Baca juga: Ini Tips Modalku untuk Generasi Milenial Hadapi Resesi Ekonomi

“Tahun 2022 juga merupakan tahun kolaborasi, dimana Modalku banyak menjalankan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Tentunya semua itu dilakukan demi membangun ekosistem yang lengkap bagi para UMKM, khususnya UMKM di Indonesia,” kata Reynold. 

Sementara itu, Co Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan menjelaskan di tengah ketidakpastian situasi ekonomi saat ini, UMKM diprediksi akan tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Sejalan dengan program pemerintah, Modalku akan terus melanjutkan komitmennya untuk memperkuat bisnis serta menjawab dengan tiga tantangan yang dialami oleh UMKM di antaranya dengan menyediakan akses pendanaan, menghadirkan fasilitasi transaksi serta membantu mengelola arus transaksi UMKM. 

“Kedepannya Modalku juga akan mengimplementasikan strategi ekspansif namun terukur,” kata Iwan.

Iwan mengungkapkan untuk Indonesia, penyaluran pendanaan Modalku telah didistribusikan ke berbagai industri UMKM. Industri UMKM yang paling banyak didanai oleh Modalku didominasi oleh sektor perdagangan, baik grosir dan eceran, termasuk pengusaha online sebesar 55%. 

Kemudian diikuti dengan sektor jasa, termasuk industri pengolahan, konstruksi, serta pengangkutan dan pergudangan sebesar 44%. Sedangkan sektor kehutanan dan perikanan sebesar 1%. Area penyaluran dana Modalku tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, namun juga menjangkau hingga ke luar Pulau Jawa. 

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan

“Beberapa area di luar Pulau Jawa yang paling banyak didanai oleh Modalku antara lain Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Bali,” kata Iwan. 

Untuk akhir tahun 2022, Iwan menambahkan Modalku berhasil menorehkan berbagai pencapaian melalui inisiatif dan inovasi yang telah dilakukan. Selain itu, Modalku juga senantiasa mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan bisnis. 

Modalku telah bekerja sama dengan lebih dari 30 mitra strategis dari berbagai industri di Indonesia. Mitra tersebut antara lain bergerak di industri e-commerce, outsourcing, logistik, transportasi, manufacturing, agribisnis, alat kesehatan serta makanan dan minuman.

Dia mengungkapkan sebanyak lebih dari 230 ribu pemberi dana, baik individu maupun institusi telah terdaftar di Grup Modalku sampai akhir tahun 2022.

Di Indonesia, jumlah pemberi dana Modalku paling banyak terdapat di area Pulau Jawa, yakni sebesar 83%, dengan jumlah akun pemberi dana yang masih didominasi oleh pemberi dana individu dibanding pemberi dana institusi. Berbeda dengan penerima dana, komposisi pemberi dana di Modalku cukup seimbang, baik generasi milenial, generasi Z maupun generasi X.

Pemberi dana di Modalku dengan rentang umur di bawah 35 tahun dengan pemberi dana yang berumur di atas 35 tahun memiliki persentase yang sama, yakni sebesar 50%. Selama tahun 2022, dari semua produk Modalku, sejumlah 40% pemberi dana di Modalku memilih pinjaman terproteksi dan sebesar 89% pemberi dana telah melakukan pendanaan ulang. 

“Selain itu, kerja sama dalam bentuk channeling mengalami peningkatan dari sisi nominal sebesar lebih dari 250% jika dibandingkan pada tahun 2021,” kata Iwan.

Baca juga: Modalku Optimis UMKM Tetap Tumbuh Hadapi Resesi Ekonomi Global

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE