29.2 C
Jakarta
Sabtu, 20 Juli, 2024

Mongolia Dapat Kucuran Dana $30 Juta dari Jepang

duniafintech.com – Dengan pendapatan bulanan rata-rata mencapai 360 dolar, orang di Mongolia ternyata lebih suka melakukan pinjam meminjam dengan teman atau sesama anggota keluarga.

Kredit dan pinjaman dari bank yang sulit didapatkan membuat mereka enggan berurusan dengan sistem perbankan resmi ini. Di sisi lain, pinjaman informal semacam ini sangat kecil akan dilunasi dan dianggap remeh.

“Tidak ada aturan yang mengurus tentang pinjaman semacam ini. Kasus yang paling buruk ya biasanya mereka akan kehilangan teman karena tidak mau melunasi utang,” ungkap Anar Chinbaater, CEO dari startup fintech, AND Global.

Chinbaatar bersama dua temannya lantas memuutuskan untuk mendirikan perusahaan pada tahun 2015. Setelah suatu hari keluar untuk merokok, dia akhirnya bosan dengan teman-teman yang dan datang dan kerap meminta pinjaman uang darinya. Startupnya, yang meluncurkan aplikasi mobile LendMN, memperkenalkan microlending berbasis mobile ke negara Asia Utara di mana peminjam akan dimasukkan daftar hitam (blacklist) dari layanan keuangan penting seperti hipotek jika mereka gagal membayar pinjaman kecil dari bank.

Setelah mengumpulkan dana awal  $ 1 juta pada bulan April 2016, perusahaan tersebut menerima $4 juta lagi dengan valuasi mencapai $ 30,8 juta pada bulan Agustus dari pendukung berpengaruh di Mongolia dan Jepang termasuk mantan anggota parlemen Jepang Takami Yuichi, investor Satoshi Matsumoto dan istrinya Yasuyo Matsumoto. Mereka juga mendapat banyak masukan dari Oko Davaasuren, seorang investor Mongolia yang berpengaruh dari TechStars.

Perusahaan yang telah mengeluarkan lebih dari $ 1,9 juta pinjaman pada bulan ini, berencana untuk menggunakan investasi baru tersebut untuk mendorong ekspansi ke Filipina dan Jepang dan mengembangkan teknologi baru seperti blockchain sambil mempersiapkan ICO (Initial Coin Offerings) awal pada bulan Desember.

“Target utama kami adalah melayani orang-orang yang terjangkau bank dan tidak bisa mendapatkan layanan keuangan dan siapa yang membayar cicilan pada lintah darat/pemberi pinjaman,” tambah Chinbaatar.

AND mengembangkan sistem yang menilai berbagai titik data dari informasi konvensional seperti catatan perbankan, pendapatan dan biaya untuk sumber yang tidak konvensional seperti media sosial, penggunaan smartphone dan riwayat pendidikan dan pekerjaan untuk menentukan pinjaman.

Kehadiran AND secara langsung ternyata berdampak besar pada bank setempat.

“Setelah peluncuran produk kami, banyak bank mulai melakukan inovasi untuk menyaingi kami,” tutup Chinbaatar.

Source: Forbes.com

Written by : Dita Safitri

1 KOMENTAR

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU