26.1 C
Jakarta
Minggu, 25 Juli, 2021

Mulai Investasi Emas di Tengah Pandemi? Simak Tips Berikut Ini!

DuniaFintech.com – Bagi Anda yang baru mulai investasi emas saat pandemi ini, jangan membeli dulu. Simak beberapa tips dan trik sebelum mulai investasi emas!

Pandemi yang berlangsung membuat banyak aset mengalami kenaikan harga. Tidak hanya Bitcoin, emas yang dianggap sebagai safe haven juga menjadi pilihan bagi para investor untuk ‘melarikan’ uangnya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dengan harganya yang terus melonjak, emas menjadi incaran banyak orang, termasuk mereka yang belum pernah investasi emas sebelumnya.

Mau mulai investasi emas? Ini yang perlu dilakukan!

  1. Cek Harga Emas Hari Ini

Sebelum membeli emas, penting bagi calon investor untuk mengetahui pergerakan harga emas. Pakar investasi menyarankan untuk membeli emas ketika harganya cenderung turun dan menjualnya saat harganya sedang naik. Dengan melihat harga emas hari ini dan hari-hari selanjutnya, Anda bisa membaca tren pergerakannya.

Jika tren masih cenderung bergerak naik, ada baiknya tahan dulu uang Anda sampai harga emas kembali turun. Jika sudah turun, saatnya untuk mulai berinvestasi.

Baca Juga:

  1. Perhatikan Nilai Buy Back

Perlu diketahui bahwa harga jual dan harga beli emas tidak akan pernah sama nilanya. Jika Anda melihat harga emas hari ini, harga tersebut biasanya merupakan harga yang harus Anda bayar jika ingin membeli emas.

Tapi jika Anda ingin menjual, yang harus dilihat adalah harga buy back-nya. Perbedaan harga jual dengan harga beli ini biasanya cukup besar dan kerap mengecoh investor baru.

Jika Anda ingin menjual emas, pastikan nilai buy back hari ini lebih tinggi ketimbang harga ketika Anda membelinya. Dengan begitu, Anda akan memperoleh keuntungan yang diharapkan. 

  1. Lakukan Satu atau Dua Tahun Lagi

Meski harga emas sedang naik, pakar investasi justru tidak menyarankan Anda memulai investasi emas saat ini. Perencana Keuangan Andi Nugroho menyebut bahwa investasi emas sebaiknya dilakukan satu atau dua tahun dari sekarang.

Hal ini demi menghindari kerugian karena Anda membeli emas pada titik ketika harga sedang tinggi-tingginya.

Pada dasarnya, harga emas akan mengalami kenaikan dalam jangka panjang. Karena itu, pastikan Anda menjadikan instrumen ini untuk memenuhi kebutuhan keuangan jangka panjang Anda. Dengan begitu, keuntungan investasi yang diharapkan pun bisa tercapai.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Qoala Insurtech Ungkap Strategi Digital Marketing Tahun 2021

DuniaFintech.com - Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan di berbagai aspek bisnis, termasuk gaya pemasaran di setiap industri. Namun, pandemi justru memberi peluang bagi perusahaan...

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com - Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun...

Jenis-jenis Produk Pinjaman Bank Syariah Indonesia

Sebagaimana bank-bank lainnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga memiliki produk pinjaman bagi nasabahnya. Apa saja jenis pinjaman bank syariah? Perlu diketahui, Bank Syariah...

PasarPolis, Perusahaan Asuransi dengan User Experience Terbaik

PasarPolis merupakan perusahaan asuransi yang telah hadir sejak tahun 2015 untuk merevolusi industri asuransi yang selama ini cenderung sulit. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, PasarPolis...

Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Bareksa merupakan marketplace investasi reksadana digital terintegrasi pertama di Indonesia. Startup financial technology (fintech) ini milik PT Bareksa Portal Investasi yang berdiri pada 17...
LANGUAGE