25.6 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus Berkat Tiga Negara ini?

JAKARTA, duniafintech.comKementerian Perdagangan mencatat neraca kinerja ekspor Indonesia berada dalam posisi surplus di tengah perlambatan ekonomi global dan ancaman resesi global.

Hal ini terlihat dari neraca perdagangan Indonesia Oktober mengalami surplus yaitu sebesar US$5,67 miliar.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan pencapaian neraca perdagangan Indonesia surplus bulan Oktober 2022, menjadi pencapaian surplus bulanan berturut-turut ke 30 kalinya sejak bulan Mei 2020.

Dia mengungkapkan perolehan neraca perdagangan surplus tersebut berasal dari tiga negara mitra dagang yang menjadi penyumbang perdagangan yaitu India, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Amerika Serikat (AS).

“Surplus perdagangan Oktober 2022 disumbang surplus perdagangan non migas US$7,6 miliar dan defisit perdagangan migas US$1,99 miliar. Surplus ini menjadi capaian surplus bulanan ke-30 secara berturut-turut sejak Mei 2022,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Baca juga: Ekspor Mengalami Pertumbuhan 21,64 Persen, Mendag Harapkan Jadi Motor Ekonomi

Menteri Perdagangan Zulkifli mengatakan kinerja positif Oktober tersebut didorong oleh surplus dengan beberapa negara mitra dagang. India menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai surplus US$1,61 miliar, diikuti RRT dengan surplus sebesar US$1,20 miliar dan Amerika Serikat dengans surplus sebesar US!,15 miliar.

Baca juga: Kripto Berbasis Game Buatan Lokal, Wamendag: Kreatifitas dan Teknologi Bisa Tingkatkan Utilisasi Kripto

Sementera itu, jika secara kumulatif neraca perdagangan Januari sampai Oktober 2022 mencatatkan surplus US$45,52 miliar. Surplus perdagangan Januari sampai Oktober 2022 ini ditopang surplus non migas sebesar US$66,41 miliar serta defisit migas sebesar US$20,89 miliar.

Menteri Perdagangan Zulkifli menilai surplus neraca perdagangan Indonesia Januari sampai Oktober 2022 telah melampaui kinerja perdagangan dua tahun belakangan.

“Kondisi ini merupakan hal yang menggembirakan bagi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi dan ancaman resesi ekonomi global. Kita harap surplus perdagangan Indonesia tahun ini dapat berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal bidang ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Mendag Zulkifli.

Baca jugaBerita Fintech Indonesia: Amartha Salurkan Pendanaan Rp3 Triliun di Kuartal III/2022

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE