31 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

OJK : Kenali Manfaat dan Resiko Fintech Lending

duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar acara Fintech Days 2019 yang berlangsung pada tanggal 3-5 September 2019 kemarin di Samarinda. Dalam acara ini OJK terus mendorong masyarakat untuk semakin memahami manfaat penggunaan pinjaman daring (fintech lending) sekaligus risiko-risikonya bagi peminjam dan pemberi pinjaman.

“Masyarakat harus dapat memanfaatkan pinjaman daring secara optimal. Terlebih dengan banyaknya pinjaman daring ilegal yang meresahkan masyarakat dan mengganggu industri”, Ujar Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur Dwi Ariyanto.

Selain itu Dwi Aryanto juga menambahkan bahwa OJK juga akan terus mengarahkan masyarakat agar keberadaan pinjaman daring bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendanaan bagi masyarakat bawah khususnya usaha mikro, kecil dan menengah dengan lebih cepat dan mudah.

Baca Juga : OJK : Satgas Temukan 123 Fintech Ilegal

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah pelaku industri UMKM, koperasi, industri jasa keuangan, dan pelaku industri jasa keuangan di Samarinda. Selain itu, hadir pula dari kalangan mahasiswa, dosen, peneliti, pemerintah daerah/dinas daerah, dan masyarakat umum yang diharapkan dapat menjadi calon peminjam fintech lending ini.

Ada lima kegiatan dalam Fintech Days 2019, yaitu OJK Goes to Campus, media visit, radio talk show, seminar nasional, dan pameran penyelenggara pinjaman daring.

AFPI juga menyelenggarakan pameran di Big Mall Samarinda dari tanggal 3 hingga 4 September 2019. Acara ini diikuti 59 perusahaan penyelenggara pinjaman daring. Mereka juga melakukan dialog untuk edukasi ke publik mengenai pinjaman daring.

Baca Juga : Facebook dan Microsoft Gelar “Deepfake Detection Challenge”

Melalui siaran pers OJK, saat ini terdapat 127 perusahaan pinjaman daring yang telah terdaftar/berizin di OJK yang terdiri dari 119 penyelenggara bisnis konvensional dan 8 penyelenggara bisnis syariah.

Hingga Juli 2019, akumulasi jumlah pinjaman daring sebesar Rp49,79 triliun dengan jumlah outstanding sebesar Rp8,73 triliun. Sementara itu rekening pemberi pinjaman sebanyak 518.640 entitas dan penerima pinjaman 11.415.849 entitas.

Wilayah Kalimantan Timur memiliki akumulasi jumlah pinjaman, pemberi pinjaman, dan penerima pinjaman tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. Akumulasi jumlah pinjaman daring di provinsi Kalimantan Timur itu mencapai Rp494,66 miliar yang ditransaksikan oleh 4.435 entitas pemberi pinjaman dan 122.552 entitas penerima pinjaman.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Fintech Indonesia: 5 Keuntungan Investasi di Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini akan mengulas tentang berbagai keuntungan dan risiko investasi di fintech bagi milenial. Perlu diketahui, fintech Peer to...

Harga Anjlok Jangan Risau! Ini Strategi Trading Kripto yang Top

JAKARTA, duniafintech.com - Saat harga aset kripto sedang anjlok/mengalami penurunan, janganlah risau. Ada strategi trading kripto yang mesti Anda terapkan.  Trading kripto saat menjadi salah...

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...

Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Masih ingat dengan Ghozali? Karyanya merupakan salah satu project NFT asal Indonesia yang populer dan mendunia.  Tapi siapa sangka, bukan cuma Ghozali...
LANGUAGE