26.7 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

P2P Lending adalah — Kelebihan hingga Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – P2P Lending adalah teknologi keuangan (fintech) yang kian diminati oleh masyarakat dalam beberapa tahun belakangan.

Ada 2 pendekatan dalam konsepnya, yakni sebagai peminjam atau pemberi pinjaman (pendana).

Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang peer to peer lending atau P2P Lending di Indonesia. Simak ya!

Baca juga: Penjelasan P2P Lending Syariah, Simak ya!

P2P Lending adalah

P2P Lending adalah

Peer to Peer Lending atau yang juga sering disebut peer to peer lending adalah metode memberikan pinjaman uang kepada individu/bisnis. Adapun pihak yang memberikan pinjaman disebut sebagai pendana atau investor.

Nah, keuntungan/return yang kelak investor peroleh berasal dari bunga pinjaman yang diajukan peminjam. Sebaliknya, peer to peer lending bagi peminjam berarti kegiatan mengajukan pinjaman untuk keperluan individu/bisnis.

Pada dasarnya, peer to peer Lending akan menghubungkan pemberi pinjaman (Pendana) dengan peminjam secara online. Dengan peer to peer Lending Indonesia terbaik ini, setiap orang dapat memberi atau juga mengajukan pinjaman untuk berbagai tujuan, tanpa menggunakan jasa dari lembaga perbankan.

Ringkasnya, sistem peer to peer Lending ini sangat mirip dengan konsep marketplace online, yang menyediakan wadah sebagai tempat pertemuan antara pembeli dengan penjual. Akan tetapi, pada P2P Lending terbaik, sistem yang tersedia akan mempertemukan pihak peminjam dengan pihak yang memberikan pinjaman.

Baca juga: P2P Lending Syariah Resmi OJK, ini Daftarnya Ya!

Peer to Peer Lending Pilihan yang Tepat?

Jawaban dari pertanyaan itu tentunya sesuai dengan kebutuhan finansial masing-masing orang. Bagi peminjam, peer to peer lending adalah sarana tepat untuk memperoleh pinjaman dana yang cepat.

P2P Lending dapat menjadi alternatif saat meminjam di layanan keuangan konvensional dirasa terlalu kompleks. Di samping itu, pinjaman di P2P Lending ini biasanya juga tanpa jaminan sehingga sangat berguna bagi mereka yang tidak punya aset untuk dijaminkan atau kartu kredit.

Adapun bagi sang pendana, peer to peer lending ini menjadi alternatif yang sangat bagus untuk mengembangkan dana dan investasi. Terlebih lagi kalau ia punya dana lebih yang ingin dikembangkan, tetapi tidak tahu ke mana harus mengalokasikannya.

Kelebihan dan Kekurangan P2P Lending bagi Peminjam

  1. Kelebihan

a. Pinjaman dari peer to peer Lending memiliki suku bunga yang lebih rendah.

b. Proses pengajuan pinjamannya tidak seformal saat mengajukan pinjaman di lembaga keuangan seperti bank.

c. Tidak membutuhkan syarat-syarat “berlebihan” yang harus dipenuhi agar pinjaman disetujui.

d. Bisa mengajukan pinjaman untuk tujuan atau alasan apa pun selama ada orang yang akan e. mengalokasikan uangnya.

e. P2P Lending adalah pinjaman tanpa agunan, yang artinya tidak memerlukan jaminan apa pun.

2. Kekurangan

a. Suku bunga pinjaman peer to peer Lending akan melonjak naik saat kelayakan kredit si peminjam jatuh.

b. Ketika telat membayar, tagihan akan sangat signifikan.

c. Pinjaman ini hanya cocok untuk jangka pendek.

d. Tidak ada jaminan bahwa seluruh pengajuan pinjaman dana akan terpenuhi.

Kelebihan dan Kekurangan P2P Lending bagi Pendana

1. Kelebihan

a. Sudah resmi diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Peraturan OJK nomor 77/POJK.01/2016.

b. Memberikan pinjaman sangat mudah dan cepat dengan peer to peer Lending, khususnya kalau kamu punya dana lebih, tetapi tidak tahu harus mengalokasikannya ke mana.

c. Suku bunga pinjaman yang diterima juga memiliki nilai yang signifikan sehingga lebih menguntungkan.

d. Memberikan pinjaman melalui sistem peer to peer Lending ini akan memudahkan kamu untuk mendiversifikasi pendanaan sehingga memperbesar kesempatan kamu untuk meraup keuntungan yang lebih besar.

2. Kekurangan

a. Kalau mengalokasikan uang melalui peer to peer Lending maka kamu tidak bisa menarik uang yang kamu danai kapan pun kamu mau, tidak seperti menyetor uang ke bank.

b. Terdapat kemungkinan si peminjam akan gagal dalam mengembalikan uang pinjamannya sehingga dana yang dipinjamkan bisa lenyap.

Pendanaan P2P Lending Cocok buat Anak Muda

1. Pengembalian yang lebih tinggi

2. Adanya pengembalian setiap bulan

3. Kepemilikan fleksibel

4. Bisa melakukan diversifikasi

5. Risiko rendah

Itulah tadi informasi penting seputar peer to peer Lending yang penting dipahami. Saat ini, P2P Lending adalah solusi tepat buat kamu yang memerlukan dana segar dan dengan nilai pengembalian yang sepadan. Tertarik mencobanya?

Baca juga: Penjelasan P2P Lending Syariah, Simak ya!

Info lengkap seputar dunia Kripto dan Fintech bisa kamu simak di Duniafintech.com

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Editor: Rahmat Fitranto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Profil Asuransi Mobil BESS hingga Daftar Bengkel Rekanannya

JAKARTA, duniafitech.com – Asuransi Mobil BESS atau BESS Car Insurance merupakan salah satu perusahaan asuransi kendaraan terbaik dan populer di Indonesia. Sebagai informasi, perusahaan ini...

Harus Cepat Dihindari, Inilah Bahaya FOMO Bagi Trader Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Bahaya FOMO bagi trader kripto merupakan istilah rasa ketakutan yang berlebihan akan suatu hal.  FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa...

Mudah! Begini Cara Top Up OVO lewat Bank Bukopin via Wokee

JAKARTA, duniafintech.com – Mau tahu cara top up OVO lewat Bank Bukopin? Pada dasarnya, caranya  sebenarnya sangat gampang kok untuk kamu lakukan. Seperti diketahui, belakangan...

Luhut: Kita Salah Satu Negara yang Punya Utang Terkecil di Dunia

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Letnan Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal utang pemerintah Indonesia yang sudah menembus...

Tol Serang-Panimbang Pakai Utang China, Luhut: Jangan Mubazir!

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan...
LANGUAGE