25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Pandemi Covid-19 Jadi Ajang Menuju Reformasi Memanfaatkan Teknologi

DuniaFintech.com – Pemerintah memandang masa krisis yang terjadi hingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan reformasi memanfaatkan teknologi. Inilah hikmah yang dapat diambil dari pandemi Covid-19. Apalagi keadaan usai covid-19 masih belum bisa dipastikan hingga vaksin ditemukan.

Mentri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan pada waktu lalu, “semua ini akan dapat dilakukan karena saat ini teknologi berperan penting dalam kehidupan masyarakat luas.”

Sri Mulyani menyatakan bahwa teknologi dapat menyelamatkan sebagian ekonomi dengan mengkonversikan dari sistem offline menjadi berbasis online business atau e-commerce sehingga berpotensi menyumbang tax revenue.

Tak hanya itu, ia menuturkan reformasi memanfaatkan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk pembaharuan data dalam mendukung sektor prioritas seperti kesehatan, perlindungan sosial, dan sektor riil, dan UMKM. Ia mencontohkan, teknologi dalam data perpajakan dapat meningkatkan tax compliance dengan kemudahan menyampaikan SPT secara online serta kecepatan dan ketepatan proses tax return.

Baca Juga:

Kemudian, teknologi dapat membantu mengurangi korban pandemi Covid-19 melalui ventilator untuk kuratif, vaksin untuk preventif, dan aplikasi dokter online. Selanjutnya, teknologi turut berperan dalam membantu pelaksanaan pendidikan yang terhambat akibat pandemi Covid-19 sehingga belajar menjadi lebih aman dari rumah dengan ICT.

“Sekarang saya transfer uang langsung ke sekolah atau puskesmas. Mereka bisa menggunakan anggarannya menggunakan aplikasi. Semua yang mereka butuhkan, material untuk kesehatan dan pendidikan akan masuk ke aplikasi. Nanti akan ada laporan langsung ke menterinya. Hal ini memang tidak akan menyelesaikan semua masalah, tapi paling tidak meringankan beban karena Presiden ingin semua efisien, tidak birokratik lagi,” jelas Menkeu.

Pada masa krisis covid-19 inilah, perubahan menuju arah perbaikan harus dilakukan. Salah satunya dengan reformasi memanfaatkan teknologi untuk dapat meningkatkan produktivitas dengan mengurangi waktu perjalanan ke kantor atau dengan bekerja dan rapat secara online.
 
Menyadari efektifnya teknologi dalam menjembatani interaksi dan kolaborasi berjarak, di dalam organisasi Kementerian Keuangan sendiri, Sri Mulyani telah membentuk sebuah gugus tugas (task force) untuk melakukan transformasi. Membuat pola work from home untuk permanen. Selain itu, pemerintah sedang merumuskan pola flexible working space juga. Intinya reformasi memanfaatkan teknologi akan menghilangkan proses bisnis yang tidak efektif. Dan ini harus bisa kita lakukan saat ini juga, saat ada krisis.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Sri Mulyani Untuk Pengusaha Supaya Ekspor Dijamin Makin Lancar

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pelaku ekspor atau eksportir di Tanah Air, Indonesia, harus bisa mengembangkan produk sesuai dengan...

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...

Viral Penolakan UAS, Ternyata Singapura Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Hubungan baik Indonesia dengan Singapura nampaknya perlu dijaga. Bukan sekadar kerukunan bertetangga namun juga ketergantungan finansial Indonesia yang cukup besar terhadap...
LANGUAGE