32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Pasar Blockchain Semakin Menarik di Pasar Asia

duniafintech.com – Pasar Blockchain untuk kawasan Asia Pasifik tampaknya masih hangat dan subur hingga saat ini. Hal ini terlihat dari peningkatan investasi dalam teknologi Blockchain oleh para pemodal ventura.

Dukungan berupa inisiatif dan kebijakan pemerintah juga menambah permintaan pasar untuk teknologi Blockchain di wilayah ini. Selain itu, pertumbuhan jumlah startup berbasis Blockchain dan ICO juga semakin mendorong pangsa pasar Blockchain. Pertumbuhan ini diperkirakan akan mencapai 87% pada tahun 2024 nanti.

Tren Initial Coin Offerings (ICO) juga turut mendukung pertumbuhan Blockchain di pasar Aisa. Perusahaan Blockchain mulai menawarkan ICO sebagai penjualan koin & token dan untuk mengumpulkan dana. Pada 2017, penawaran koin awal telah mengumpulkan lebih dari USD 2 miliar dengan lebih dari 250 ICO di seluruh dunia. Token ini dapat kemudian diperdagangkan di bursa cryptocurrency. ICO menyediakan akses awal ke protokol dan aplikasi Blockchain potensial. Ini mendorong para investor untuk berinvestasi di ICO.

Baca juga: Chatbot Teknologi Tiongkok Merayakan Ulang Tahun

Pekerjaan di Bidang Blockchain Masih Dimininati

Terlepas dari harga mata uang virtual yang naik turun terus menerus, teknologi Blockchain nampaknya masih punya tempat tersendiri. Pekerjaan yang tersedia untuk industri ini dikabarkan masih menarik minat para pencari kerja di berbagai sektor industri di seluruh Asia.

Blockchain saat ini semakin banyak diadopsi, tidak hanya oleh startup namun oleh perusahaan yang sudah berdiri lama. Pekerjaan di bidang Blockchain dan cryptocurrency semakin menarik bagi pencari kerja dari sektor yang lebih konvensional di Asia. Teknologi Blockchain, yang mendukung cryptocurrency seperti Bitcoin, adalah catatan digital dari transaksi yang tidak dapat diubah. Ini memiliki potensi untuk tidak hanya mengganggu banyak keuangan, tetapi juga banyak industri lainnya.

Jika indikasi yang dilihat adalah pencarian kerja di bidang Blockchain, maka artinya teknologi ini memang sedang (dan akan) tumbuh semakin pesat. Sebuah perusahaan rekrutmen, Robert Walters mengatakan bahwa ada kenaikan angka hingga 50% jumlah pencari kerja yang tertarik untuk berkarir di perusahaan yang menggunakan teknologi Blockchain dan kripto. Kenaikan ini dihitung sejak tahun 2017 lalu.

Baca juga: Ripple Akan Luncurkan Produk Baru Dalam Waktu Dekat

Pencarian sepintas untuk pekerjaan bidang Blockchain di LinkedIn menghasilkan pembukaan lowongan di perusahaan-perusahaan seperti IBM bersama dengan posisi di bisnis baru, seperti Binance pertukaran cryptocurrency. Dan berdasarkan data ini, pasar Asia (termasuk Australia, India, Singapura dan Malaysia) menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap Blockchain.

Memang data menunjukkan minat pencari kerja Asia di posisi terkait Bitcoin memuncak karena harga mata uang digital naik pada paruh kedua 2017. Minat pekerjaan Bitcoin cenderung lebih rendah setelah mata uang digital meluncur dari rekor tertingginya Desember lalu. Meski begitu, minat dalam posisi terkait-Blockchain, bagaimanapun, tetap menjadi tren yang meluas di Asia.

Source: cnbc.com, marketwatch.com

Written by: Dita Safitri

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE