30.9 C
Jakarta
Rabu, 27 Oktober, 2021

Patrick Michael Byrne dalam Dunia Bisnis dan Aset Kripto

DuniaFintech.com – Patrick Michael Byrne atau yang lebih dikenal dengan nama Patrick Byrne merupakan seorang pengusaha berusia 58 tahun asal Amerika Serikat. Dia dikenal sebagai pendiri Overstock.com, sebuah perusahaan furnitur yang berbasis di Utah. Patrick Michael Byrne mendirikan Overstock pada tahun 1999 setelah sebelumnya memimpin dua perusahaan lain yang salah satunya adalah Berkshire Hathaway, perusahaan milik Warren Buffet.

Awal Karier dan Sepak Terjang Patrick Michael Byrne di Bidang Bisnis

Pada tahun 2002, Byrne menjadikan Overstock.com sebagai perusahaan publik dengan membuka IPO atau penawaran saham umum perdana.

Sejak IPO, perusahaan tersebut berhasil meningkatkan pendapatan hingga mencapai $1, 8 miliar. Nama Byrne mulai dikenal di kalangan penggiat Blockchain dan aset kripto ketika perusahaannya tersebut mengumumkan akan menerima pembayaran dengan menggunakan Bitcoin. Overstock tercatat sebagai perusahaan pertama yang melakukannya.

Pada tahun 2018 lalu ketika pemerintah negara bagian Ohio mengumumkan akan menerima Bitcoin untuk pembayaran pajak, Byrne juga menjadi orang pertama yang mengamini.

Byrne menjadikan Overstock sebagai salah satu perusahaan besar pertama yang membayar pajak dengan menggunakan Bitcoin. Tindakan ini mendapat pujian dari bendahara negara bagian Ohio, John Mandel, yang menyatakan bahwa perusahaannya mampu merangkul Blockhain lebih dulu dibandingkan perusahaan-perusahaan lain yang ada.

Salah satu langkah luar biasa yang dilakukan oleh Byrne adalah ketika dia melakukan kampanye terhadap kecurangan penjualan saham. Di bawah arahannya, Overstock.com mengajukan dua tuntutan hukum yang menuduh tindakan yang tidak patut oleh firma Wall Street, hedge fund, dan firma riset independen.

Baca juga:

Byrne, Blokchain dan Bitcoin

Tidak hanya membawa Overstock sebagai perusahaan pertama yang menerima pembayaran dengan Bitcoin, Byrne juga secara aktif melakukan advokasi terkait Bitcoin dan Blockchain.

Dalam berbagai kesempatan, Byrne secara proaktif menunjukkan dukungannya terhadap dua teknologi yang sedang berkembang itu.

Pada tahun 2019, ketika Byrne mengumumkan pengunduran dirinya dari Overstock, dia juga membuat keputusan lain yang tak kalah mengejutkan yakni menjual 13% saham yang dimilikinya untuk berinvestasi pada 3 instrumen lain yang dianggapnya lebih menjanjikan. Ketiga instrumen itu adalah emas, perak dan Bitcoin.

Sambil tetap memberikan advokasi seputar Bitcoin dan Blockchain, Byrne saat ini aktif di EdChoice, Investigative Journalis dan DeepCapture.com.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Langkah Mudah Melakukan Investasi bagi Anak Muda

Investasi menjadi salah satu bagian yang terpenting bagi anak muda yang melek dalam kondisi masa depan nanti. Sehingga banyak yang memulai untuk mempelajari apa...

5 Sektor Saham Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang

Sektor saham adalah hal penting untuk dipahami ketika memutuskan saham apa saja yang ingin dikoleksi untuk jangka panjang saat dihadapkan dengan ratusan saham untuk...

Apa Itu Premi, dan Tujuan Membayar Premi Asuransi

Mengapa premi tertera pada perjanjian asuransi? Dan apa yang dimaksud dengan premi asuransi? Berikut penjelasan pengertian premi asuransi. Setelah Anda mengetahui pengertian asuransi dan risiko,...

Ketahui Syarat dan Cara Mendapatkan Pinjaman UMKM agar Cepat Cair

Pinjaman UMKM cepat cair adalah solusi dalam berwirausaha yang seringkali terkendala pada modal awal untuk memulai usaha. Padahal, usaha tanpa modal sebenarnya sudah bisa...

Aplikasi GoTrade, Solusi Mudah Beli Saham Listing di Luar Negeri

GoTrade adalah sebuah merek dagang yang bernama TR8 Securities Inc., sebuah perusahaan berlisensi untuk menjalankan bisnis oleh lembaga pengatur dan pengawas dari Pemerintah Malaysia....
LANGUAGE