28.2 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Pembelian TV Digital Dominasi Penjualan Eceran di Bulan Desember 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia mencatat kinerja penjualan eceran diperkirakan tumbuh positif pada Desember 2022. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2022 sebesar 216,4 atau tumbuh positif 0,04 persen (yoy). Peningkatan tersebut didominasi oleh tingginya penjualan TV digital. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengungkapkan kinerja penjualan eceran yang tumbuh positif tersebut didorong oleh pertumbuhan Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi yang tercatat meningkat dari kontraksi pada bulan sebelumnya. Secara bulanan, penjualan eceran diperkirakan tumbuh sebesar 6,3% (mtm), meningkat dari 0,4% (mtm) pada bulan sebelumnya.

Baca juga: Bank Indonesia Cadangan Devisa Alami Peningkatan Capai US$137,2 Miliar

“Peningkatan terjadi pada mayoritas kelompok, terutama Subkelompok Sandang, Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi yang ditopang oleh masih tingginya penjualan TV digital, serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang didorong oleh perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal, periode libur dan akhir tahun, serta strategi potongan harga yang mendukung permintaan domestik,” kata Erwin.

Pada November 2022, Erwin menambahkan pertumbuhan penjualan eceran secara tahunan tetap tumbuh positif.

IPR November 2022 tercatat tumbuh sebesar 1,3% (yoy), meski lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,7% (yoy).

Baca juga: Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai untuk Natal dan Tahun Baru Rp117,7 Triliun

Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tercatat meningkat, sementara Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Perlengkapan Rumah Tangga lainnya membaik meski masih dalam fase kontraksi. Secara bulanan, kinerja penjualan eceran juga tercatat tumbuh positif sebesar 0,4% (mtm).

Dia mengungkapkan kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya serta Suku Cadang dan Aksesori yang mengalami perbaikan setelah mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya.

Dari sisi harga, dia menambahkan responden memperkirakan tekanan inflasi pada Februari dan Mei 2023 (3 dan 6 bulan yang akan datang) akan menurun.

Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari dan Mei 2023 tercatat masing-masing sebesar 134,6 dan 140,2 turun dari 138,0 dan 140,8 (Januari dan April 2023).

Baca juga: Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan, Ini Prediksi Bank Indonesia Untuk Ekonomi Indonesia

“Responden menginformasikan penurunan harga diperkirakan terjadi karena stok barang yang mencukupi,” kata Erwin.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE