26 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Pemerintah Bayar Selisih Harga Kedelai demi Harga Stabil hingga Lebaran

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah memastikan akan membayar selisih harga kedelai yang didatangkan dari FKS Group. Hal itu dilakukan agar harganya dapat turun dan stabil. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa sebanyak 56 ribu ton kedelai segera membanjiri pasar agar para perajin tahu tempe dan produk olahan kedelai mendapatkan bahan baku dengan harga terjangkau.

Baca juga: Kemendag Dukung Harbolnas Tingkatkan Konsumsi Masyarakat dengan Belanja Online

Menjelang puasa dan Lebaran tahun 2023 ini, Pemerintah pun berharap harga tanaman kacang-kacangan ini segera turun dan stabil. 

Dia menambahkan bahwa terdapat kedelai sebanyak 56 ribu ton oleh FKS group dengan harga Rp12.000 per kg dan selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung program pemerintah dalam pemberian penggantian selisih harga pembelian kedelai menjadi Rp11.000 per kg. 

“Program ini merupakan kelanjutan program bantuan kedelai pemerintah yang dilanjutkan oleh Bapanas. Mudah-mudahan pada Januari, Februari, Maret menjelang puasa dan lebaran harga kedelai berangsur turun dan stabil,” kata pria yang juga masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional tersebut. 

Dia mengapresiasi pengusaha yang telah mendatangkan kedelai. Berdasarkan data CBOT pada 13 Januari 2023, harga tanaman kacang-kacangan ini secara internasional tercatat sebesar US$14,99 per bushel. Harga ini turun 0,2 persen dibanding awal Januari 2023 lalu. 

Baca juga: Kemendag Survei Konsumen Indonesia Sudah Pintar Suarakan Haknya

Sementara, berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan pada 12 Januari 2023, harga tanaman kacang-kacangan ini di tingkat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia tercatat sebesar Rp13.175 per kg.

Nilai turun 3,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan di tingkat importir harga tanaman kacang-kacangan ini tercatat sebesar Rp12.000 per kg. 

“Pengusaha ini aset, kita harus dukung. Pengusaha kalau bisa efisien, harga kedelai akan menjadi lebih bagus. Saya sudah mengusulkan agar subsidi berupa harga diberikan langsung kepada importir,” kata Zulkifli. 

Baca juga: Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE