29.9 C
Jakarta
Minggu, 21 April, 2024

Pemerintah Resmi Naikkan Bea Keluar Pertambangan, Ini Besarannya

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah mengumumkan terdapat sejumlah produk pertambangan yang akan dikenakan bea keluar (BK) pertambangan periode April 2023 mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan periode Maret 2023. Kenaikan harga tersebut dikarenakan meningkatnya permintaan komoditas pertambangan di pasar dunia hingga awal tahun 2023. 

Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan, menyebutkan beberapa produk pertambangan juga mengalami penurunan harga yang disebabkan adanya peningkatan ketersediaan yang tidak diimbangi permintaan.

Baca juga: Kementerian ESDM Temukan 2.741 Wilayah Tambang Ilegal

Hal ini mempengaruhi analisis penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan BK untuk periode April 2023. 

“Ketentuan HPE periode 2023 ditetapkan dalam keputusan Menteri Perdagangan Nomor 874 Tahun 2023 tanggal 28 Maret 2023 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar,” seperti yang dikutip dari website resmi Kementerian Perdagangan

Dalam pers rilis tersebut, komoditas yang mengalami peningkatan harga yaitu konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat mangan, konsentrat pasir besi dan konsentrat ilmenit. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu konsentrat tembaga, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat rutil dan bauksit yang telah dilakukan pencucian. Sementara untuk pellet konsentrat pasir besi masih tetap tidak mengalami perubahan sebagaimana biasanya. 

Produk pertambangan yang mengalami peningkatan harga rata-rata pada periode April 2023 yaitu konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe>68%) dengan harga rata-rata sebesar US$112,19/WE atau naik sebesar 3,08%, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe≥61% dan (Al2O3+SiO3)≥10%) dengan harga rata-rata sebesar US$57,33/WE atau naik sebesar 3,08%, konsentrat mangan (Mn > 64%) dengan harga rata-rata sebesar US$218,99/WE atau naik sebesar 1,75%, konsentrat pasir besi (lamela magnetite-ilmenite) (Fe ≥ 62%) dengan harga rata-rata sebesar US$66,99/WE atau naik sebesar 3,08%; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 70%) dengan harga rata-rata US$487,21/WE atau naik sebesar 1,57%.

Baca juga: Sektor Pertambangan Dominasi Utang Luar Negeri Swasta

Produk pertambangan yang mengalami peningkatan harga rata-rata pada periode April 2023, yaitu konsentrat tembaga dengan harga rata-rata sebesar US$3.286,32/WE atau turun sebesar 2,31%; konsentrat timbal (Pb > 86%) dengan harga rata-rata sebesar USD 862,47/WE atau turun sebesar 0,91%; konsentrat seng (Zn ≥ 67%) dengan harga rata-rata sebesar USD 878,59/WE atau turun sebesar 8,12%; konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata sebesar 1.392,05/WE atau turun sebesar 0,02%; dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) dengan harga rata-rata sebesar USD 31,24/WE atau turun sebesar 7,61%. 

Sementara itu, komoditas produk pertambangan pellet konsentrat besi (lamela magnetite-ilmenite) (Fe ≥ 54%) dengan harga rata-rata US$117,98/WE masih tetap tidak mengalami perubahan.

Penetapan HPE produk pertambangan periode April 2023 ini dilakukan dengan terlebih dahulu meminta masukan/usulan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku instansi teknis terkait. Kementerian ESDM kemudian memberikan usulan dengan perhitungan yang didasarkan pada data perkembangan harga yang diperoleh dari Asian Metal, Iron Ore Fine Australia dan London Metal Exchange (LME). 

“Selanjutnya, HPE ditetapkan setelah dilaksanakan rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian,” bunyi dalam siaran pers tersebut. 

Baca juga: Pasar Dunia Pengaruhi Bea Keluar Komoditas Pertambangan Alami Penurunan

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE