25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Pemerintah Targetkan Ekspor Mebel Capai US$5 Miliar hingga Tahun 2024

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah menargetkan ekspor mebel dan kerajinan senilai US$5 miliar pada akhir 2024, artinya berdasarkan realisasi ekspor 2021 hingga 2024 dibutuhkan pertumbuhan minimal 13,4 persen per tahun. Ekspor produk furniture dan kerajinan pada 2022 adalah sebesar US$3,5 miliar. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan guna meningkatkan nilai ekspor tersebut tentunya perlu meningkatkan kualitas produk furniture yang dihasilkan serta melakukan cara pemasaran yang tepat agar produk itu bisa dikenal di seluruh Indonesia maupun mancanegara.

Baca juga: Pemerintah Buka Pasar Luas untuk Ekspor Industri Furniture

Menurutnya pemerintah Indonesia merupakan produsen ekspor mebel, kerajinan dan home decor dengan keunggulan komparatif berbasis sumber daya alam. Keunggulan tersebut menjadi modal kuat dalam menghasilkan produk bersifat unik dan berbeda. Corak dan desain dari produk-produk itu pun beragam, lahir dari pengrajin/pemahat lokal genius yang diperkuat dengan keterampilan mumpuni, sehingga menjadi keunggulan kompetitif yang tidak mudah disaingi negara lain.

Kendati demikian, Airlangga mengungkapkan terdapat dua hambatan utama yang dihadapi industri furnitur Indonesia yakni tentang bahan baku dan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK). Ketersediaan bahan baku merupakan permasalahan klasik pada sektor furniture dan kerajinan yang harus segera diatasi. 

Menurutnya pelaku usaha furnitur yang sebagian besar UMKM membutuhkan jaminan kemudahan mendapatkan bahan baku, sehingga hal ini akan dikoordinasikan antara Kemenko Perekonomian dengan Kementerian Perindustrian serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca juga: Tuduhan Dumping, Menteri Zulkifli Berikan Perlindungan Industri Dalam Negeri untuk Ekspor

“Menyoal legalitas bahan baku, Uni Eropa (EU) mensyaratkan sertifikasi dalam bentuk Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) yang mengharuskan traceability semua produk kehutanan guna memastikan produk tersebut bukan berasal dari hutan ilegal,” kata Airlangga. 

Airlangga mengungkapkan terkait ekspor nantinya Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan menyusun roadmap industri furniture dan kerajinan terkait pembiayaan dan strategi agar target ekspor sebesar US$5 miliar pada 2024 dapat tercapai. 

Sepanjang lima tahun terakhir, kinerja ekspor industri furniture Indonesia terus meningkat hingga 77,9%. Nilai ekspor furnitur pada 2021 mencapai USD2,8 miliar atau naik sebesar 33% dibandingkan 2020. Sedangkan pada 2022, ekspor industri furniture kayu dan rotan terpantau cukup stabil di angka US$2,9 miliar. Pemerintah menargetkan pertumbuhan industri furniture sebesar USD5 miliar di 2024, sehingga perlu dilakukan beberapa langkah strategis seperti peningkatan ekspor dan substitusi impor. Selain itu, diharapkan juga lebih banyak produk furniture yang dijual di platform e-commerce Indonesia.

“Saingannya (industri furniture Indonesia) kuat seperti Tiongkok dan Vietnam. Jangan kalah dengan mereka. Sky is the limit untuk industri ini yang merupakan penghasil devisa (bagi Indonesia),” kata Airlangga. 

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: Fintech Syariah Didorong Masuk ke Pembiayaan Ekspor Halal

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE