25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

PEMERINTAHAN VANUATU TERIMA BITCOIN UNTUK PEMBAYARAN URUSAN KEWARGANEGARAAN

duniafintech.com – Pemerintah negara kepulauan Pasifik Vanuatu telah mengumumkan bahwa pihaknya telah menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk program kewarganegaraannya.

Dalam program tersebut, orang asing dapat memperoleh kewarganegaraan Vanuatu melalui pembayaran satu kali sebesar $ 200.000, atau sekitar 43 Bitcoin, Newsweek melaporkan. Program kewarganegaraan dikelola oleh Development Support Program (DSP) dari Vanuatu Information Centre (VIC).

Menurut Ketua VIC Geoffrey Bond, penerimaan Bitcoin sebagai pembayaran merupakan bagian dari upaya pemerintah Vanuatu untuk memimpin adopsi teknologi baru di seluruh dunia.

“Berbagai upaya telah dilakukan di masa lalu untuk mempengaruhi pembayaran kewarganegaraan oleh program investasi melalui Bitcoin. Hal ini tidak pernah mendapat cap persetujuan politis dan malah harus menghadapi konsekuensi berupa penutupan. Dalam kasus ini, pemerintah Vanuatu telah secara eksplisit menyatakan keinginan untuk menjadi yang terdepan dalam mengadopsi teknologi baru, yang secara resmi mendorong VIC untuk menerima pembayaran di Bitcoin,” ungkap Bond.

Program Kewarganegaraan

Di bawah program kewarganegaraan, orang asing yang ingin menjadi penduduk Vanuatu harus membayar Bitcoin melalui pertukaran mata uang digital di Australia. Pertukaran juga harus sesuai dengan persyaratan yang dimandatkan oleh peraturan keuangan di Australia.

Karena Vanuatu adalah anggota Persemakmuran Bangsa-Bangsa, warganya diperbolehkan melakukan perjalanan di 113 negara, termasuk negara-negara Uni Eropa (UE), Rusia, dan Inggris Raya, tanpa visa. Hak istimewa ini juga akan diberikan kepada orang asing yang telah mendapatkan kewarganegaraan Vanuatu.

Menurut pakar migrasi investasi dan penasihat VIC, Christian Nesheim, kebijakan Vanuatu untuk menerima Bitcoin karena pembayaran akan memberikan keunggulan kompetitif di pasar kewarganegaraan global.

Banyak investor Bitcoin lama yang ingin mewujudkan beberapa pendapatan mereka tanpa menimbulkan pajak capital gain yang besar. Mereka biasanya akan mengubah mata uang digital mereka menjadi aset berwujud dengan pajak yang rendah.  Karena Vanuatu sekarang akan menjadi satu-satunya negara yang menawarkan kewarganegaraan dengan Bitcoin, saya kira program ini akan segera segera menarik banyak peminat,” kata Nesheim.

Ada banyak program investasi di mana investor dapat membayar real estate mereka dalam bentuk Bitcoin, namun Vanuatu adalah negara pertama yang menawarkan program kewarganegaraannya melalui Bitcoin. Langkah yang mengagumkan!

 

Source: cointelegraph.com

Written by : Dita Safitri

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE