25.2 C
Jakarta
Jumat, 14 Agustus, 2020

Penetrasi Bitcoin di Republik Federal Nigeria

duniafintech.com – Adopsi Bitcoin di Afrika kini sudah dimulai dari tanah Afrika  Barat. Bahkan, pada tahun 2016 lalu, kita akan menyaksikan peningkatan mengenai penetrasi Bitcoin di Republik Federal Nigeria.

Baca juga : Pengertian STO dan Hal yang Perlu Diketahui

Tepat di bulan Oktober 2016 lalu, Bursa BitX yang berbasis di Nigeria mengumumkan bahwa dompet mereka telah tersedia di Google Play Store yang tercatat sampai 100.000 download an. Selain peningkatan volume, bursa ini juga memberikan tingkatan harga yang sangat menguntungkan. Misalnya, ketika harga Bitcoin berada di sekitar $ 800, namun di Nigeria mampu bertahan di $ 1.000.

Banyak dari para analis yang yakin bahwa Bitcoin di sana akan terus berkembang dan bisa menyalip negara-negara lain seperti Kenya dan Ghana. Berita BTC memutuskan untuk mencari tahu apa yang mendorong langkah positif ini di Wilayah Afrika Barat ini.

Terdapat salah satu faktor yang mendorong meningkatnya penetrasi Bitcoin di sana, karena hanya 32,5 persen dari populasi orang dewasa di Nigeria yang memiliki akses ke rekening bank dan sisanya masih belum mampu atau belum mempunyai akun rekening di bank. Hal seperti inilah yang membuat cryptocurrency sangat cocok untuk diadopsi disana.

Semua faktor ini dapat menunjukkan bahwa Bitcoin dapat berkembang dengan baik di Nigeria bahkan memiliki tingkat penetrasi yang tinggi. Penetrasi Bitcoin di Negeria juga tampak dari semakin banyaknya pengusaha di Nigeria memilih untuk menangani bisnis mereka menggunakan mata uang digital.

Saat cryptocurrency memperjuangkan relevansi di seluruh dunia, warga Nigeria mulai menggunakan Bitcoin sebagai alternatif mata uang mereka sendiri, Nigerian Naira.

Salah satu pengusaha asal Nigeria bernama Temo, menggunakan Bitcoin untuk mengelola urusannya. Setiap kali perangkat keras baru dari Tiongkok dibutuhkan, Temo menukar Naira dengan Bitcoin melalui LocalBitcoins.com dan memperdagangkan mata uang digital untuk yuan Tiongkok.

Temo mengatakan bahwa biaya pertukaran jauh lebih rendah daripada metode tradisional, dan transaksi diselesaikan pada tingkat yang jauh lebih cepat. Saat menggunakan bank, Temo perlu membayar biaya untuk bank-bank Nigeria dan Cina, dan ia kemungkinan besar harus menunggu seminggu untuk uangnya tersedia.

Kasus sukses Nigeria lainnya adalah Soji, yang bekerja sebagai desainer web di Lagos.

“Saya dapat menggunakan Bitcoin untuk apa pun sekarang […] Ini berarti saya dapat berinvestasi dan juga membayar siapa pun saat ini, ”kata Soji.

Berkat cryptocurrency, Soji sekarang mampu membeli barang dan layanan online, seperti web hosting, di mana sebelumnya mata uangnya tidak diterima.

 – Dinda Luvita –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

IBM Rencana Kenalkan Manfaat DeFi Kepada Bank

DuniaFintech.com - Salah satu korporasi teknologi dan piranti lunak terbesar di dunia, International Business Machines (IBM) berencana untuk mengenalkan sistem desentralisasi keuangan,...

Ini Dia Industri yang Berpotensi Tumbuh Lewat Digitalisasi

DuniaFintech.com - Hantaman pandemi COVID-19 membuat setiap pelaku industri harus melakukan perubahan dalam mengelolanya. Terbatasnya aktivitas di masa pandemi, mau tidak mau...

Fintech Ilegal 2020, Berikut Daftar Perusahaannya

DuniaFintech.com - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan kembali fintech ilegal dari segmen peer to peer (P2P) lending sebanyak 105...

Peluang Usaha dengan Bisnis Untung 200 Ribu per Hari, Ini Pilihannya

DuniaFintech.com - bisnis untung 200 ribu per hari kini bisa didapatkan dengan mudah. Kebanyakan orang saat akan memulai bisnis langsung memiliki keinginan...

Aplikasi Pencegah Penyebaran Covid-19 Ini Bantu Tingkatkan Produktivitas Anda Hadapi New Normal

DuniaFintech.com - Setelah beberapa waktu lalu sukses dengan fitur yang membantu perusahaan untuk memonitor karyawannya tetap efektif selama bekerja di rumah...
LANGUAGE