30 C
Jakarta
Rabu, 30 September, 2020

Penetrasi Bitcoin di Republik Federal Nigeria

duniafintech.com – Adopsi Bitcoin di Afrika kini sudah dimulai dari tanah Afrika  Barat. Bahkan, pada tahun 2016 lalu, kita akan menyaksikan peningkatan mengenai penetrasi Bitcoin di Republik Federal Nigeria.

Baca juga : Pengertian STO dan Hal yang Perlu Diketahui

Tepat di bulan Oktober 2016 lalu, Bursa BitX yang berbasis di Nigeria mengumumkan bahwa dompet mereka telah tersedia di Google Play Store yang tercatat sampai 100.000 download an. Selain peningkatan volume, bursa ini juga memberikan tingkatan harga yang sangat menguntungkan. Misalnya, ketika harga Bitcoin berada di sekitar $ 800, namun di Nigeria mampu bertahan di $ 1.000.

Banyak dari para analis yang yakin bahwa Bitcoin di sana akan terus berkembang dan bisa menyalip negara-negara lain seperti Kenya dan Ghana. Berita BTC memutuskan untuk mencari tahu apa yang mendorong langkah positif ini di Wilayah Afrika Barat ini.

Terdapat salah satu faktor yang mendorong meningkatnya penetrasi Bitcoin di sana, karena hanya 32,5 persen dari populasi orang dewasa di Nigeria yang memiliki akses ke rekening bank dan sisanya masih belum mampu atau belum mempunyai akun rekening di bank. Hal seperti inilah yang membuat cryptocurrency sangat cocok untuk diadopsi disana.

Semua faktor ini dapat menunjukkan bahwa Bitcoin dapat berkembang dengan baik di Nigeria bahkan memiliki tingkat penetrasi yang tinggi. Penetrasi Bitcoin di Negeria juga tampak dari semakin banyaknya pengusaha di Nigeria memilih untuk menangani bisnis mereka menggunakan mata uang digital.

Saat cryptocurrency memperjuangkan relevansi di seluruh dunia, warga Nigeria mulai menggunakan Bitcoin sebagai alternatif mata uang mereka sendiri, Nigerian Naira.

Salah satu pengusaha asal Nigeria bernama Temo, menggunakan Bitcoin untuk mengelola urusannya. Setiap kali perangkat keras baru dari Tiongkok dibutuhkan, Temo menukar Naira dengan Bitcoin melalui LocalBitcoins.com dan memperdagangkan mata uang digital untuk yuan Tiongkok.

Temo mengatakan bahwa biaya pertukaran jauh lebih rendah daripada metode tradisional, dan transaksi diselesaikan pada tingkat yang jauh lebih cepat. Saat menggunakan bank, Temo perlu membayar biaya untuk bank-bank Nigeria dan Cina, dan ia kemungkinan besar harus menunggu seminggu untuk uangnya tersedia.

Kasus sukses Nigeria lainnya adalah Soji, yang bekerja sebagai desainer web di Lagos.

“Saya dapat menggunakan Bitcoin untuk apa pun sekarang […] Ini berarti saya dapat berinvestasi dan juga membayar siapa pun saat ini, ”kata Soji.

Berkat cryptocurrency, Soji sekarang mampu membeli barang dan layanan online, seperti web hosting, di mana sebelumnya mata uangnya tidak diterima.

 – Dinda Luvita –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Paris Saint-German Tanda Tangani Kontrak dengan Perusahaan Blockchain Sorare

DuniaFintech.com – Tim sepakbola terkemuka asal Prancis, Paris Saint-Germany (PSG) menjadi klub Eropa terbaru yang menandatangani kesepakatan lisensi dengan perusahaan Blockchain Sorare. Perusahaan...

Hati-Hati Dengan Praktik Fintech Ilegal, Tawarkan Pinjaman Lewat SMS

DuniaFintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan aktivitas penawaran dari fintech ilegal makin marak di tengah masyarakat. Mereka biasanya menyasar...

BukuWarung Raih Pendanaan Hingga Puluhan Juta Dolar

DuniaFintech.com - Penyelenggara teknologi keuangan (fintech) untuk pembukuan dan kas, BukuWarung disebut meraih pendanaan hingga puluhan juta Dollar Amerika Serikat. Hal ini...

Hikmah Pandemi, Indonesia Punya Moment untuk Penguatan Kedaulatan Digital

Duniafintech.com - Memasuki era digital merupakan sebuah keniscayaan disaat seperti ini. Hampir semua aktivitas manusia sudah bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital....

Walaupun Kredit Macet Industri Fintech Lending Naik, AFPI Pastikan Masin Aman

DuniaFintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI) menyatakan bahwa industri fintech lending naik. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan rasio wanprestasi pengembalian...
LANGUAGE