26 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

PENGAMAT PREDIKSI PENGGUNA BITCOIN AKAN CAPAI 200 JUTA PADA TAHUN 2024

duniafintech.com – Melihat potensi dan kenaikan terus menerus yang dialami oleh mata uang virtual nomor satu dunia ini, para pengamat memprediksi dalam waktu tujuh tahun dari sekarang, Bitcoin akan alami kenaikan pengguna yang signifikan. Jika Bitcoin berhasil mempertahankan stabilitasnya, pada tahun 2024 mungkin akan ada 200 juta orang yang menggunakan Bitcoin di seluruh dunia.

Sebuah studi Cambridge yang dilakukan oleh Dr. Garrick Hileman dan Michel Rauchs pada bulan Maret 2017 mengungkapkan bahwa jumlah pengguna aktif dompet Bitcoin berada pada kisaran 2,9 juta dan 5,8 juta.

Namun sejak saat itu sebanding dengan valuasi pasar dan harga Bitcoin, basis pengguna cryptocurrency telah berkembang dengan pesat. Coinbase sendiri, platform broker dan dompet Bitcoin terbesar di pasar global saat ini melayani lebih dari 13 juta pengguna aktif. Pada bulan November saja, Coinbase tercatat memiliki 1,2 juta pengguna.

Pertukaran Bitcoin regional utama seperti Bitaverer milik Jepang atau Bithumb milik Korea Selatan juga memiliki hampir satu juta pengguna di masing-masing platform.

Jika dompet atau alamat Bitcoin yang baru pada pertukaran Bitcoin disertakan, jumlah pengguna Bitcoin yang ada sekarang kemungkinan ada lebih dari 10 juta.

Penyebab Adopsi Mainstream Bitcoin

Dengan 200 juta pengguna aktif, Bitcoin akan menembus pasar mainstream, dan sebagian besar investor dan konsumen kasual akan menggunakan Bitcoin sebagai tolok ukur nilai dan mata uang digital yang kuat.

Peluncuran futures bitcoin oleh CBOE dan CME pada pertengahan Desember akan mendorong adopsi Bitcoin di pasar keuangan tradisional, di antara investor institusional berskala besar, pedagang eceran, hedge fund, dan perusahaan investasi. Seiring puluhan miliar uang institusional beralih ke pasar Bitcoin, konsumen kasual dan investor akan mengikuti dan menciptakan efek domino.

Kemudian akan lebih banyak lembaga keuangan, penyedia layanan keuangan, dan platform fintech akan mulai menyediakan layanan seputar Bitcoin, meningkatkan kegunaan dan likuiditas Bitcoin. Pada bulan November, aplikasi fintech Square yang populer dan banyak digunakan secara luas, memungkinkan pengguna untuk menyimpan, membeli, atau menjual Bitcoin.

Setelah penyedia layanan dan pertukaran Bitcoin mengintegrasikan layanan mereka dengan Bitcoin, lebih banyak pengguna akan dapat memanfaatkan Bitcoin untuk menyelesaikan pembayaran kecil serta pembayaran yang besar. Melihat kenyataan di depan mata sekarang, bukan tidak mungkin jumlah pengguna yang diprediksi para pengamat mungkin akan tumbuh jauh lebih tinggi.

Source: cryptocoinsnews.com

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Allianz vs Prudential, Pilih Mana? Simak Perbandingan Selengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Allianz vs Prudential, pilih mana? Sejatinya, keduanya adalah perusahaan asuransi terbesar yang ada di Indonesia. Seperti diketahui, ada banyak perusahaan asuransi global...

Malacca Trust: Profil, Produk, hingga Cara Klaim Asuransinya

JAKARTA, duniafintech.com – Malacca Trust Finance merupakan sebuah perusahaan multifinance yang memiliki berbagai macam jasa pembiayaan. Di antara pembiayaannya, yaitu produk asuransi umum yang berdiri...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis, Cek Harga Kripto Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya menjelang akhir pekan, Sabtu (28/1/2023). Pada perdagangan hari ini, Bitcoin cs...

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...
LANGUAGE