29.3 C
Jakarta
Rabu, 28 September, 2022

PENGAMAT PREDIKSI PENGGUNA BITCOIN AKAN CAPAI 200 JUTA PADA TAHUN 2024

duniafintech.com – Melihat potensi dan kenaikan terus menerus yang dialami oleh mata uang virtual nomor satu dunia ini, para pengamat memprediksi dalam waktu tujuh tahun dari sekarang, Bitcoin akan alami kenaikan pengguna yang signifikan. Jika Bitcoin berhasil mempertahankan stabilitasnya, pada tahun 2024 mungkin akan ada 200 juta orang yang menggunakan Bitcoin di seluruh dunia.

Sebuah studi Cambridge yang dilakukan oleh Dr. Garrick Hileman dan Michel Rauchs pada bulan Maret 2017 mengungkapkan bahwa jumlah pengguna aktif dompet Bitcoin berada pada kisaran 2,9 juta dan 5,8 juta.

Namun sejak saat itu sebanding dengan valuasi pasar dan harga Bitcoin, basis pengguna cryptocurrency telah berkembang dengan pesat. Coinbase sendiri, platform broker dan dompet Bitcoin terbesar di pasar global saat ini melayani lebih dari 13 juta pengguna aktif. Pada bulan November saja, Coinbase tercatat memiliki 1,2 juta pengguna.

Pertukaran Bitcoin regional utama seperti Bitaverer milik Jepang atau Bithumb milik Korea Selatan juga memiliki hampir satu juta pengguna di masing-masing platform.

Jika dompet atau alamat Bitcoin yang baru pada pertukaran Bitcoin disertakan, jumlah pengguna Bitcoin yang ada sekarang kemungkinan ada lebih dari 10 juta.

Penyebab Adopsi Mainstream Bitcoin

Dengan 200 juta pengguna aktif, Bitcoin akan menembus pasar mainstream, dan sebagian besar investor dan konsumen kasual akan menggunakan Bitcoin sebagai tolok ukur nilai dan mata uang digital yang kuat.

Peluncuran futures bitcoin oleh CBOE dan CME pada pertengahan Desember akan mendorong adopsi Bitcoin di pasar keuangan tradisional, di antara investor institusional berskala besar, pedagang eceran, hedge fund, dan perusahaan investasi. Seiring puluhan miliar uang institusional beralih ke pasar Bitcoin, konsumen kasual dan investor akan mengikuti dan menciptakan efek domino.

Kemudian akan lebih banyak lembaga keuangan, penyedia layanan keuangan, dan platform fintech akan mulai menyediakan layanan seputar Bitcoin, meningkatkan kegunaan dan likuiditas Bitcoin. Pada bulan November, aplikasi fintech Square yang populer dan banyak digunakan secara luas, memungkinkan pengguna untuk menyimpan, membeli, atau menjual Bitcoin.

Setelah penyedia layanan dan pertukaran Bitcoin mengintegrasikan layanan mereka dengan Bitcoin, lebih banyak pengguna akan dapat memanfaatkan Bitcoin untuk menyelesaikan pembayaran kecil serta pembayaran yang besar. Melihat kenyataan di depan mata sekarang, bukan tidak mungkin jumlah pengguna yang diprediksi para pengamat mungkin akan tumbuh jauh lebih tinggi.

Source: cryptocoinsnews.com

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE