27.2 C
Jakarta
Selasa, 27 Februari, 2024

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel: Jenis hingga Contohnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perbedaan biaya tetap dan biaya variabel, apa saja? Dalam analisis biaya dan manajemen keuangan, pemahaman perbedaan antara fixed costs dan variable costs sangat penting. 

Keduanya pun bersama-sama membentuk biaya total perusahaan. Dengan memahami struktur biaya ini, manajer dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam perencanaan keuangan, penetapan harga, dan perencanaan produksi.

Nah, untuk lebih memahami apa saja perbedaannya, simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Biaya Tetap dan Biaya Variabel — Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya Tetap (Fixed Costs) adalah biaya yang tidak berubah terlepas dari volume produksi atau tingkat aktivitas dalam suatu perusahaan. Ini berarti fixed costs akan tetap konstan dalam jangka waktu tertentu, bahkan jika produksi atau penjualan berfluktuasi. Contoh fixed costs termasuk sewa gedung, gaji karyawan tetap, biaya asuransi, dan biaya penyusutan peralatan. Fixed costs umumnya tidak berubah dalam jangka pendek, tetapi bisa berubah dalam jangka panjang.

Baca juga: Daftar Biaya Asuransi Kesehatan yang Perlu Diketahui Calon Nasabah, Simak Yuk!

ISFF 2023 INDODAX

Sementara itu, Biaya Variabel (Variable Costs) adalah biaya yang berfluktuasi sejalan dengan volume produksi atau tingkat aktivitas dalam perusahaan. Ini berarti semakin banyak produk atau jasa yang diproduksi atau dijual, semakin tinggi variable costs-nya. Contoh variable costs meliputi bahan baku, tenaga kerja langsung (gaji dan upah yang terkait dengan produksi), dan komponen biaya yang meningkat seiring dengan produksi tambahan. Variable costs cenderung berubah seiring waktu, tergantung pada tingkat produksi.

Jenis Biaya Tetap dan Biaya Variabel serta Contohnya

  1. Jenis Fixed Costs
  • Variable Fixed Costs: Ini adalah fixed costs yang berubah seiring dengan perubahan dalam volume produksi atau penjualan, meskipun dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada variable costs tradisional. Contohnya adalah biaya gaji pegawai tambahan saat produksi meningkat tetapi dapat dikurangi ketika produksi berkurang.
  • Committed Fixed Costs: Biaya ini adalah fixed costs yang tidak berubah terlepas dari fluktuasi dalam volume produksi atau penjualan. Contohnya termasuk pembayaran sewa gedung, biaya asuransi, dan pembayaran bunga tetap pada pinjaman.

Contoh:

  • Gaji karyawan tetap.
  • Sewa gedung dan peralatan.
  • Biaya asuransi bulanan.
  • Pembayaran bunga pada pinjaman bank.
  • Biaya depresiasi peralatan.
  • Pembayaran lisensi dan paten bulanan.
  1. Jenis Variable Costs
  • Direct Variable Costs: Biaya ini berhubungan langsung dengan produksi suatu barang atau jasa. Semakin banyak barang yang diproduksi, semakin tinggi biaya ini. Contohnya adalah bahan baku, tenaga kerja langsung, dan komponen-komponen yang terkait dengan produksi.
  • Indirect Variable Costs: Biaya ini tidak terkait secara langsung dengan satu produk atau layanan tertentu, tetapi masih berfluktuasi seiring dengan volume produksi atau penjualan keseluruhan. Contohnya adalah biaya energi dan utilitas yang meningkat dengan peningkatan produksi.

Contoh:

  • Bahan baku dan komponen produksi.
  • Upah tenaga kerja langsung yang bergantung pada produksi.
  • Biaya kemasan yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang diproduksi.
  • Ongkos kirim yang meningkat dengan volume penjualan.
  • Biaya listrik dan air yang berfluktuasi seiring dengan penggunaan fasilitas produksi.

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel 

Dengan memahami sejumlah perbedaan di bawah ini ini, perusahaan dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih efisien, memperhitungkan biaya dan keuntungan, serta menetapkan harga produk dengan lebih akurat sesuai dengan struktur biaya yang ada. Berikut ini beberapa perbedaannya yang perlu diketahui.

1. Dari Segi Waktu Terjadinya

  • Tetap: Merupakan pengeluaran yang tidak terjadi setiap hari, melainkan dalam rentang waktu bulanan, tahunan, atau bahkan beberapa tahun sekali.
  • Variabel: Merupakan pengeluaran dengan rentang waktu yang lebih pendek, bisa terjadi seminggu sekali atau bahkan setiap hari.

Baca juga: Cara Daftar BPJS Kesehatan Perusahaan: Biaya dan Resiko

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

2. Dari Segi Nominal Pembayaran

  • Tetap: Biasanya memiliki nominal pembayaran yang jauh lebih besar daripada variable costs. Meskipun perusahaan tidak menghasilkan keuntungan, nominal fixed costs tetap konstan.
  • Variabel: Memiliki nominal pembayaran yang lebih kecil dan bisa diatur sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan.

3. Dari Segi Hubungan dengan Produksi

  • Tetap: Tidak memiliki keterkaitan langsung dengan proses produksi barang. Jumlah fixed costs tidak akan berubah meskipun terjadi pengurangan produksi.
  • Variabel: Sangat terkait erat dengan proses produksi perusahaan dan meningkat seiring dengan peningkatan produksi.
  1. Dari Segi Pencatatan Akuntansi
  • Tetap: Biasanya dicatat dengan intensitas yang sangat jarang, mungkin sekali dalam sebulan, setahun, atau beberapa tahun sekali.
  • Variabel: Dapat dicatat lebih sering, bahkan harian, mingguan, atau bulanan, tergantung pada alur keluar masuk produk.
  1. Dari Segi Penentuan Harga
  • Tetap: Meskipun jumlahnya besar, jarang digunakan sebagai dasar penentuan harga produk. Biasanya, total fixed costs digunakan sebagai dasar biaya perusahaan saat aktivitas bisnisnya berada pada level 0.
  • Variabel: Sering digunakan sebagai dasar penentuan harga barang. Variable costs membentuk salah satu elemen penting dalam menetapkan harga produk.

Baca juga: Biaya Kartu Kredit: Tahunan, Materai, Keterlambatan, dan Lainnya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE