25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Percepat Digitalisasi UMKM, Youtap Dukung Gerakan Toko BERSAMA untuk 250 Ribu Pedagang

Duniafintech.com – UMKM menjadi salah satu kunci yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi, karena 99,99% unit usaha di Indonesia berbentuk UMKM. Tak cuma itu, UMKM juga berkontribusi 61,1% terhadap PDB Indonesia, menurut Kemenkeu. Oleh karena itu, Youtap dukung Gerakan Toko BERSAMA sebagai pelopor solusi digital serba bisa untuk pelaku usaha. Di antaranya Coca-Cola, Belfoods dan Bintang Toedjoe ikut membantu kebangkitan UMKM termasuk dalam transformasi digital.

Youtap dukung Gerakan Toko BERSAMA ini merupakan program yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM yang diluncurkan sejak Juni lalu. Program ini bertujuan untuk memberdayakan para pelaku UMKM ritel untuk dapat bertahan di saat krisis. Sehingga dapat berkembang setelahnya dengan memberikan pelatihan dan akses pendukung usaha untuk pemilik toko/warung tradisional.

Dalam menyikapi pandemi dan persiapan memasuki normal baru, upaya dari Gerakan Toko Bersama diawali dengan sosialisasi penerapan protokol operasional toko.

Joko Wiyono selaku Managing Director QASA mengatakan,“dapat diimplementasikan oleh para pelaku UMKM retail, selanjutnya kita akan memulai edukasi mengenai tata kelola keuangan lalu tata kelola persediaan dan digitalisasi toko.”

Baca Juga:

Gerakan Toko BERSAMA untuk UMKM Go Digital

Sebagai kolaborator, Youtap dukung Gerakan Toko BERSAMA akan membantu mendigitalisasi pelaku UMKM retail dalam ekosistem partner Gerakan Toko Bersama. Sampai saat ini sudah lebih dari 85.000 pelaku usaha telah bergabung dari berbagai daerah dan meningkat 25% dalam 1 bulan terakhir.

Dengan jumlah UMKM yang dimiliki Youtap, ditargetkan tambahan 100.000 merchant dari partner Gerakan Toko BERSAMA di seluruh Indonesia agar lebih banyak UMKM Retail yang mendapatkan manfaat.

Herman Suharto, Chief Executive Officer Youtap Indonesia mengatakan kolaborasi secara tepat akan mempercepat usaha dalam membangkitkan UMKM Indonesia.

“Karena itulah kami menyambut baik ajakan kolaborasi dalam Gerakan Toko Bersama yang tentunya sejalan dengan visi Youtap untuk membangun Indonesia,” ungkapnya.

Edukasi yang dilakukan Youtap dalam program ini akan mencakup 3 hal. Penggunaan transaksi nontunai baik untuk pembeli offline dan online, keuntungan memiliki analisa keuangan untuk kemajuan usaha, dan peningkatan loyalitas pelanggan.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Sri Mulyani Untuk Pengusaha Supaya Ekspor Dijamin Makin Lancar

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pelaku ekspor atau eksportir di Tanah Air, Indonesia, harus bisa mengembangkan produk sesuai dengan...

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...

Viral Penolakan UAS, Ternyata Singapura Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Hubungan baik Indonesia dengan Singapura nampaknya perlu dijaga. Bukan sekadar kerukunan bertetangga namun juga ketergantungan finansial Indonesia yang cukup besar terhadap...
LANGUAGE