27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Peringatan Bos Bank Indonesia Adanya Perlambatan Ekonomi Global

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal akan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Sebab pertumbuhan ekonomi direvisi dari semula 2,6 persen menjadi 2,3 persen. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan tahun 2023, banyak negara yang diramal akan jatuh diterpa badai resesi ekonomi global. Hal itu disebabkan adanya potensi resesi di Amerika Serikat, Eropa dan Inggris. Begitu juga China yang saat ini masih memberlakukan kebijakan lockdown, hal itulah yang mendorong adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi global. 

Baca juga: Bank Indonesia Catat Penyaluran Kredit Perbankan Capai 77,7 Persen

Kendati demikian, Perry mengaku optimis Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi menjadi 2,8 persen di tahun 2024. Meski demikian, selain mengalami pertumbuhan dan peringatan resesi, Perry juga memperingatkan bayan-bayang inflasi akan mengalami peningkatan di tahun 2023. 

Dia mengungkapkan proyeksi inflasi di tahun 2023 akan mencapai 5,2 persen. Menurutnya angka inflasi menyentuh 5,2 persen masih tergolong cukup tinggi. Sebab inflasi Amerika Serikat diprediksi akan mengalami penurunan mencapai 3,1 persen, kemudian Eropa mencapai 3,6 persen. Namun penurunan tersebut belum terjadi di tahun ini 

“Kemungkinan turun di paruh kedua tahun ini,” kata Perry. 

Oleh karena itu, Perry mengaku optimis untuk angka inflasi di Indonesia akan mengalami penurunan di bawah 4 persen. Sebab dia memproyeksikan angka inflasi Ri jauh dibawah prediksi global yang masih di atas 5 persen di tahun 2023. Menurutnya secara rancangan dasar untuk baseline Bank Indonesia untuk inflasi 2023 angka inflasi sebesar 3,6 persen dengan perkiraan tertingginya mencapai 3,7 persen. 

Baca juga: Bank Indonesia Perkirakan Sektor Industri Pengolahan Alami Peningkatan 53,3 Persen

“Tahun ini kami akan memastikan inflasi inti akan berada di bawah 4 persen. Kami berjanji inflasi akan di bawah 4 persen,” kata Perry.

Lalu untuk proyeksi inflasi di tahun 2024, Perry memperkirakan angka inflasi akan mengalami penurunan hingga 2,5 persen. Dia menjelaskan penurunan angka inflasi tersebut dipengaruhi oleh kinerja ekonomi dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kinerja terbaik di dunia. 

Sebab, Indonesia telah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen pada kuartal II tahun 2022. Sedangkan untuk 2023, Perry memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5 persen sampai 5,3 persen. Dia menjelaskan proyeksi tersebut akan tercapai lantaran pemerintah sudah mencabut masa PPKM dan pergerakan mobilitas domestik yang semakin meningkat. 

“Kami bersyukur atas ekspor, investasi dalam negeri juga meningkat,” kata Perry. 

Baca juga: Bank Indonesia Cadangan Devisa Alami Peningkatan Capai US$137,2 Miliar

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE