33 C
Jakarta
Rabu, 8 Juli, 2020

Perlindungan Data Pribadi Menjadi Fokus Utama OJK di Industri Fintech

duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan menilai saat ini perlindungan data pribadi menjadi fokus utama bagi industri fintech di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan paling mendesak yang perlu segera ditangani OJK dalam sektor teknologi.

Melihat potensi tersebut, rancangan undang-undang (RUU) perlindungan data pribadi pun seharusnya segera diterbitkan serta diimplementasikan ke dalam program legislasi nasional (prolegnas). Sehingga ada payung hukum atau lebih tinggi dari undang-undang fintech yakni undang-undang ekonomi digital.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko mengatakan perlindungan data pribadi menjadi fokus utama dalam industri financial technology ini karena kepercayaan menjadi pilar utama dalam membangun bisnis di sektor keuangan digital.

Perlu diketahui bahwa industri fintech sempat dirusak oleh aktivitas tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh fintech-fintech illegal dengan menyalahgunakan data-data pribadi para konsumennya.

Sunu menambahkan, jika kita berbicara mengenai harapan tidak ada lagi fintech illegal sebenarnya Rancangan Undang-Undang dibuat agar fintech terdaftar OJK yang tengah berlomba dengan fintech illegal dapat teratasi. Faktanya, hingga saat ini fintech-fintech illegal yang sudah dihadang dan dicegah selalu dapat mencari celah untuk menghindarinya karena tidak ada undang-undang untuk memberantasnya.

Baca Juga :

Sebelumnya, OJK sudah menutup 1.350 entitas illegal dan berdasarkan penyelidikan server fintech-fintech illegal tersebut kebanyakan berada diluar negeri. Ciri-ciri dari fintech illegal salah satunya dengan menawarkan pinjaman melalui pesan seluler, sehingga jika masyarakat menerima pesan yang menawarkan pinjaman dapat diduga fintech illegal.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Mercy Simorangkir memandang tantangan terbesar pada tahun depan adalah perlindungan konsumen yang terkait di dalamnya terdapat unsur-unsur membangun kepercayaan.

Perlindungan data pribadi menjadi fokus utama karena perlunya menunjukkan sekaligus membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka betul-betul diproteksi, dan langkah berikutnya menunjukkan bagaimana kita bekerja di balik layar dari asosiasi, regulator, serta pelaku industri menjalankan secara beriringan.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Strategi Bisnis Cepat Kaya ala Bob Sadino, Modal Kecil Untung Besar

DuniaFintech.com - Tak sedikit orang yang membatalkan niat membuka usaha karena mengaku tak punya dana. Padahal modal uang bukanlah satu-satunya faktor keberhasilan bisnis yang...

Permudah Transaksi, Paper.id Sediakan Pembayaran via Tokopedia

DuniaFintech.com - Permudah pelaku usaha, Paper.id jadi software invoice pertama yang menyediakan pembayaran via Tokopedia. Dengan mengusung komitmen untuk membantu kemajuan para...

Naik 27% Selama 2020, Bitcoin Kalahkan Emas dan Perak

DuniaFintech.com – Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, bitcoin kalahkan emas dan perak dengan berhasil naik 27% selama 2020. Perhatian investor di berbagai...

Pemerintah Afghanistan Manfaatkan Blockchain Deteksi Obat Palsu

DuniaFintech.com - Kementerian Kesehatan Afghanistan mengajak beberapa perusahaan farmasi lokal menggunakan blockchain untuk memerangi peredaran obat-obatan palsu. Pengembang blockchain yang terlibat dalam proyek...

Sejumlah Perusahaan Pinjaman Online Tetap Jaga TKB90 Meski Pandemi

DuniaFintech.com - Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan, bahwa mayoritas perusahaan pinjaman online tetap jaga TKB90. Tidak dapat dipungkiri, pandemic...
LANGUAGE