25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

PERUSAHAAN PERTUKARAN CRYPTOCURRENCY DI JEPANG MEMBENTUK BADAN PENGAWAS INDUSTRI MATA UANG DIGITAL

duniafintech.com – Sekitar 16 belas perusahaan pertukaran mata uang digital yang dilisensikan oleh pemerintah Jepang, mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama untuk membentuk badan pengawas dalam rangka meningkatkan kepercayaan pada industri mata uang virtual.

Berita ini muncul sebagai solusi atas terjadinya aksi hack yang menyerang perusahaan pertukaran cryptocurrency terbesar yang pernah ada, di mana senilai 58 miliar yen dari mata uang digital NEM (XEM) telah dicuri dari bursa Jepang.

Pada tahun 2017, Jepang menjadi satu-satunya negara di dunia yang mengawasi pertukaran kripto di tingkat nasional. Pemerintah Jepang memberikan persetujuan untuk enam belas perusahaan pertukaran mata uang virtual tersebut, termasuk Coincheck untuk melanjutkan operasinya sementara aplikasi mereka dengan regulator diproses.

Badan Layanan Keuangan Jepang (FSA) pada awalnya melisensi hanya sebelas bursa pada bulan September tahun lalu. Pada awal Desember, FSA memiliki lisensi empat lainnya, dan pada akhir Desember, perusahaan tersebut memiliki lisensi perusahaan pertukaran mata uang digital yang keenam belas.

Segera setelah terjadinya aksi hack, FSA Jepang mengeluarkan perintah peningkatan bisnis ke Coincheck dan memerintahkan perusahaan tersebut untuk mengirimkan sebuah laporan tentang hack tersebut, termasuk tindakan yang akan dilakukan untuk mencegah terjadinya reoccurrence. FSA juga melakukan pemeriksaan di tempat pertukaran untuk memastikan bahwa dana pengguna diamankan dengan benar.

Pada tanggal 13 Februari, saat Coincheck mengaktifkan kembali penarikan yen, total 40,1 miliar yen ($ 373 juta) ditarik dari bursa hanya dalam waktu 24 jam.

Coincheck telah berjanji untuk mengganti dana pelanggannya yang terkena dampak hack tersebut, namun perusahaan tersebut belum menyatakan bagaimana atau kapan akan melakukannya. Coincheck’s COO, Yusuke Otsuka, mengatakan dalam sebuah konferensi pers:

Kami memiliki dana, tapi kami melakukan pengecekan secara individual sehingga tidak ada masalah (dengan pembayaran kembali).” Mengingat ukuran hack, dan penerbangan modal yang drastis dari pertukaran, keraguan berlimpah tentang kemampuan perusahaan untuk membayar pengguna yang terkena dampak pada waktu yang tepat.

FSA telah memerintahkan inspeksi internal dari semua pertukaran cryptocurrency lainnya yang beroperasi di Jepang, dengan fokus pada menilai kekuatan keamanan cybersia yang mengukur pertukaran di tempat.

Pada akhirnya, pembentukan badan pengawas oleh bursa berlisensi Jepang harus berfungsi sebagai isyarat niat baik dari bisnis cryptocurrency ke regulator keuangan dan individu yang keyakinannya terhadap industri ini telah mendapat pukulan sejak Coincheck dihack.

Source : coinjournal.net

Written by : Sintha Rosse

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE