28.2 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Perdagangan agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital.

Hal itu dilakukan melalui akselerasi transformasi digital pada sektor perdagangan secara inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menjelaskan menanggapi arahan tersebut, Kementerian Perdagangan mengeluarkan kebijakan dengan meningkatkan kualitas ekosistem niaga elektronik sebagai bagian dari transformasi struktural perdagangan. 

Baca juga: Talenta Digital Indonesia Siap Bersaing Tingkatkan Ekonomi Digital

“Sejumlah rencana aksi telah disiapkan untuk mewujudkan visi tersebut. Pertama, digitalisasi pasar rakyat dan pemberdayaan usaha mikro kecil (UMK). Kedua, pembentukan tenaga fasilitator niaga elektronik. Ketiga, penataan dan penguatan regulasi niaga elektronik. Terakhir, fasilitasi promosi produk UMKM melalui internet yang dapat diakses di tautan https://portal-indonesia.id,” kata Jerry. 

Dia menjelaskan pemerintah perlu bekerjasama dalam menentukan arah kebijakan pengembangan, meningkatkan pertumbuhan dan membangun ekosistem niaga elektronik (e-commerce) yang kondusif. Hal itu disebabkan niaga elektronik adalah aktivitas lintas sektor. 

“Isu-isu seperti minimnya regulasi, pembinaan, isu keamanan siber, logistik, pembayaran serta penguatan kompetensi tenaga kerja, pelaku usaha dan produk lokal dapat diatasi melalui kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, namun juga melibatkan pelaku usaha, praktisi dan akademisi,” kata Jerry. 

Baca juga: Ekonomi Digital Indonesia Tetap Positif Harapan Mendag Zulhas

Dia mengungkapkan kontribusi ekonomi elektronik Indonesia masih relatif kecil terhadap perekonomian nasional, namun pertumbuhannya tergolong pesat. Ekonomi digital Indonesia pada 2021 mencapai Rp980 triliun (5,7 persen dari produk domestik bruto). Pada 2030, PDB Indonesia diproyeksikan mencapai Rp24.000 triliun. Sementara ekonomi elektronik Indonesia diproyeksikan menyumbang 18 persen dari PDB atau sekitar Rp4.531 triliun. 

Pada tahun 2030, Jerry menilai outlook ekonomi digital Asia Tenggara akan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan meningkat lima kali lipat dan akan menjadi dua kali lipat nilai GMV se Asia Tenggara. 

Platform digital telah menjadi solusi bagi UMKM di Asia Tenggara untuk bertahan dari pandemi. Layanan keuangan digital muncul sebagai pendukung penting. 

“Pedagang yang telah onboarding pun saat ini telah merasakan dampak digitalisasi. Lebih dari 90 persen pedagang dari akan terus menggunakan teknologi digital dari sisi pembayaran, pemasaran dan hal-hal menunjang perdagangan lainnya,” kata Jerry. 

Baca juga: Pemerintah Optimis Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tembus US$146 Miliar di Tahun 2025

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE