28.3 C
Jakarta
Jumat, 19 Juli, 2024

LUNCURKAN 4 FINTECH BARU, PT HENSEL DAVEST INDONESIA PERKUAT EKSISTENSI DI SEKTOR FINTECH

duniafintech.com – PT Hensel Davest Indonesia (HDI)  semakin memperkukuh  posisi sebagai salah satu pemain besar di sektor FinTech (Financial Technology) dengan meluncurkan bukan hanya satu, tetapi empat FinTech E-Commerce baru yang masing-masing mengusung produk dan layanan yang berbeda.

Merek tersebut antara lain: EMPOSH (White Label E-Commerce marketplace enabler), MoTransfer (pengirimanuang), PinjamAja (Peer-to-peer Lending), dan BiroPay (Payment Gateway).

EMPOSH merupakan platform E-Commerce label putih yang ditujukan bagi UMKM yang ingin memiliki toko online-nya sendiri. Meskipun tidak berhubungan langsung dengan FinTech, namun EMPOSH memanfaatkan keahlian HDI di bidang pemrosesan pembayaran dengan menawarkan platform yang terintegrasi dengan produk dan layanan HDI yang lain. MoTransfer adalah aplikasi layanan pengiriman uang antar bank baik domestik maupun internasional. Dengan teknologi yang dimiliki, HDI mengklaim pengiriman uang dari dan ke bank internasional bisa dilakukan hanya dengan hitungan jam!

PinjamAja merupakan platform peer-to-peer lending dalam sektor fintech untuk memfasilitasi kebutuhan pinjaman nasional yang tidak terjangkau oleh bank dan layanan finansial lain. BiroPay adalah layanan payment gateway untuk berbagai macam pembayaran online.

HDI merupakan perusahaan multi-biller payment processor yang menaungi merek DavestPay, aplikasi pembayaran dan pembelian E-Commerce online yang memfokuskan diri pada layanan-layanan financial technology melalui agen. Saat ini, HDI sudah memiliki lebih dari 100,000 agen pembayaran di seluruh Indonesia yang terdiri dari perusahaan swasta, distributor lokal, UMKM, hingga perorangan. Sepanjang tahun 2017, HDI berhasil membukukan jumlah transaksi sebanyak 8 juta transaksi setiap bulannya dengan nilai transaksi sebesar lebih dari 200 milyar rupiah!

Founder dan CEO HDI, Hendra David berharap, dengan kehadiran empat merek baru tersebut, HDI bisa menjadi perusahaan yang menawarkan solusi perbankan digital kepada masyarakat dengan berbagai layanan finansial yang terintegrasi.

Kami akan terus berupaya untuk memberikan solusi (bagi masyarakat) dengan produk fintech yang inovatif,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain seperti Gojek yang baru saja mengakuisisi tiga perusahaan FinTech.

Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Dengan estimasi nilai mencapai USD 78,8 milyar di tahun 2025. Sektor fintech atau Financial technology dan eCommerce merupakan sektor yang paling besar pertumbuhannya. Meskipun perekonomian digital sedang tumbuh pesat, masyarakat Indonesia masih memili huang tunai sebagai metode pembayaran. Dari sekitar 36% masyarakat yang memiliki rekening bank, adopsi pembayaran non-tunai hanya 10% saja.

Dalam rangka mengakomodir kebutuhan masyarakat akan layanan teknologi finansial sebagai sarana inklusi finansial serta gerakan non-tunai, PT Hensel Davest Indonesia (HDI) memutuskan untuk memperluas jangkauan melalui produk dan layanan teknologi finansial terintegrasi. Produk dan layanan yang ditawarkan oleh PT HDI meliputi, tetapi tidak terbatas pada, multi-biller payment processing, switching payment, pembelian dan pembayaran eCommerce, platform white label eCommerce marketplace, peer-to-peer lending, multifinancing, international mobile money transfer serta cross-platform payment gateway.

Klik di sini

Di tahun 2017, PT HDI mencatat penjualan sebesar IDR5,506 triliun, angka tersebut naik 156% berdasarkan YoY. Perusahaan mengharapkan penjualan akan meningkat 112% dan bertumbuh hingga 72,62% (CAGR 2018F – 2022F).

Demi memuluskan langkah tersebut, PT HDI berencana melakukan sejumlah upaya strategis yaitu berekspansi kesejumlahnegara di Asia Tenggara serta Australia dan India, melakukan akuisisi perusahaan pendukung lain, dan melakukan Initial Public Offerings (IPO) di tahun 2018 ini.

Press Release

1 KOMENTAR

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU