27 C
Jakarta
Rabu, 1 Februari, 2023

PUKULAN TELAK SAHAM MITRA KELUARGA TERKAIT WAFATNYA BAYI DEBORA

duniafintech.com – Polemik usai kejadian wafatnya bayi Debora pada tanggal 3 September 2017 lalu, masih menjadi perbincangan hangat hingga saat ini. Hal tersebut ternyata berpengaruh pada saham MIKA (PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk) di lantai bursa.

Senin ini terpantau melemah 6%. Dan sejak Agustus lalu, harga sahamnya terjun dari Rp 2.500 menjadi Rp 1.955 saat ini. Sehingga secara teknikal pada daily chart terlihat pola rounding top,” ujar Muhammad Nafan Aji Gusta, Analis Binaartha Sekuritas.

Padahal saham MIKA pernah terjadi penguatan di mana per lembar saham ada di level Rp 3000. Tingkat fluktuatif pada saham MIKA pernah terjadi. Namun pada pembukaan perdagangan di Senin kemarin, saham MIKA turun 30 poin dari penutupan sebelumnya Rp 2.110 ke level Rp 2.080. Saham MIKA juga sempat menyentuh level terendah di posisi Rp 1.950. Saat ini bertengger di level Rp 2.010, yaitu melemah 4,74% atau 100 poin.

Penurunan tersebut memungkinkan pengaruh dari kasus wafatnya bayi Debora. Di mana kurangnya uang muka untuk penanganan ke ruang PICU (pediatric intensive care unit) dan bukan pula rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS, sehingga berakibat wafatnya bayi pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi. Atas hal tersebut, sentimen negatif bermunculan ke permukaan.

Dilansir dari laman Warta Ekonomi, kasus ini pun mendapat perhatian dari masyarakat. Banyak pihak kecewa dengan perlakuan RS Mitra Keluarga Kalideres yang tidak memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien. Pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun akan memanggil manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres terkait meninggalnya bayi Debora.

Apabila pihak RS tersebut telah bertanggung jawab dan berkomitmen untuk lebih memperhatikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama, maka perlahan-lahan citra RS tersebut akan membaik ke depannya.” Kata Nafan.

Ada hal – hal yang menjadi faktor naik turunnya saham yaitu :

  • aksi bentuk kebijakan yang diambil oleh perusahaan,
  • perkiraan terhadap kinerja perusahaan,
  • kebijakan pemerintah,
  • pergerakan kurs rupiah terhadap mata uang asing,
  • efek dari makro ekonomi,
  • manipulasi pasar saham,
  • faktor kepanikan, dan
  • sentimen pasar.

Faktor dari sentimen pasar inilah yang memengaruhi saham MIKA. Di sini biasanya para analis akan menjadikan faktor ini sebagai pertimbangan tertentu sebelum memutuskan untuk mengambil saham tersebut. Oleh karena itu, penanganan cepat dari Mitra Keluarga pada kasus bayi Debora tentunya akan memengaruhi kembali nilai saham di lantai bursa.

Source :

  • detik.com
  • kompas.com
  • wartaekonomi.co.id
  • cermati.com

Written by :  Fenni Wardhiati

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Penjualan Tiket Konser Menjamur, Etiket.id Hadir Mempermudah Penikmat Musik dan Industri Hiburan

JAKARTA, duniafintech.com - Antusias anak milenial Indonesia dalam menghadiri acara hiburan seperti konser musik di Indonesia semakin tinggi, pasca pandemi ini. Etiket.id, salah satu...

Investasi Bitcoin Terpercaya, Intip Rekomendasi Platformnya

JAKARTA, duniafintech.com – Investasi Bitcoin terpercaya dapat dimulai oleh siapa pun, bahkan pemula yang ingin terjun ke dunia aset digital. Belakangan ini, sudah semakin banyak...

Kredit Mobil Murah tanpa DP: Cara, Tips, dan Kekurangan

JAKARTA, duniafintech.com – Kredit mobil murah tanpa DP (down payment) untuk mobil bekas bisa dilakukan karena fasilitas ini tersedia. Dalam hal ini, ada beragam cara...

Tercapai 100 Persen BBM Satu Harga, Pemerintah Tambah 89 Lokasi di Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga tahun 2022 telah tercapai 100 persen dari target yang telah ditetapkan, yakni merealisasikan 92...

Tips Investasi Emas untuk Pemula yang Aman dan Menguntungkan

JAKARTA, duniafintech.com – Tips investasi emas untuk pemula penting diketahui saat kamu hendak memilih instrumen investasi yang satu ini. Jenis investasi emas adalah pilihan investasi...
LANGUAGE