24.4 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

PUKULAN TELAK SAHAM MITRA KELUARGA TERKAIT WAFATNYA BAYI DEBORA

duniafintech.com – Polemik usai kejadian wafatnya bayi Debora pada tanggal 3 September 2017 lalu, masih menjadi perbincangan hangat hingga saat ini. Hal tersebut ternyata berpengaruh pada saham MIKA (PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk) di lantai bursa.

Senin ini terpantau melemah 6%. Dan sejak Agustus lalu, harga sahamnya terjun dari Rp 2.500 menjadi Rp 1.955 saat ini. Sehingga secara teknikal pada daily chart terlihat pola rounding top,” ujar Muhammad Nafan Aji Gusta, Analis Binaartha Sekuritas.

Padahal saham MIKA pernah terjadi penguatan di mana per lembar saham ada di level Rp 3000. Tingkat fluktuatif pada saham MIKA pernah terjadi. Namun pada pembukaan perdagangan di Senin kemarin, saham MIKA turun 30 poin dari penutupan sebelumnya Rp 2.110 ke level Rp 2.080. Saham MIKA juga sempat menyentuh level terendah di posisi Rp 1.950. Saat ini bertengger di level Rp 2.010, yaitu melemah 4,74% atau 100 poin.

Penurunan tersebut memungkinkan pengaruh dari kasus wafatnya bayi Debora. Di mana kurangnya uang muka untuk penanganan ke ruang PICU (pediatric intensive care unit) dan bukan pula rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS, sehingga berakibat wafatnya bayi pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi. Atas hal tersebut, sentimen negatif bermunculan ke permukaan.

Dilansir dari laman Warta Ekonomi, kasus ini pun mendapat perhatian dari masyarakat. Banyak pihak kecewa dengan perlakuan RS Mitra Keluarga Kalideres yang tidak memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien. Pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun akan memanggil manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres terkait meninggalnya bayi Debora.

Apabila pihak RS tersebut telah bertanggung jawab dan berkomitmen untuk lebih memperhatikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama, maka perlahan-lahan citra RS tersebut akan membaik ke depannya.” Kata Nafan.

Ada hal – hal yang menjadi faktor naik turunnya saham yaitu :

  • aksi bentuk kebijakan yang diambil oleh perusahaan,
  • perkiraan terhadap kinerja perusahaan,
  • kebijakan pemerintah,
  • pergerakan kurs rupiah terhadap mata uang asing,
  • efek dari makro ekonomi,
  • manipulasi pasar saham,
  • faktor kepanikan, dan
  • sentimen pasar.

Faktor dari sentimen pasar inilah yang memengaruhi saham MIKA. Di sini biasanya para analis akan menjadikan faktor ini sebagai pertimbangan tertentu sebelum memutuskan untuk mengambil saham tersebut. Oleh karena itu, penanganan cepat dari Mitra Keluarga pada kasus bayi Debora tentunya akan memengaruhi kembali nilai saham di lantai bursa.

Source :

  • detik.com
  • kompas.com
  • wartaekonomi.co.id
  • cermati.com

Written by :  Fenni Wardhiati

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE