23.7 C
Jakarta
Sabtu, 13 Juli, 2024

Rasio Keuangan: Pengertian, Jenis hingga Fungsinya

Rasio keuangan adalah hal yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk dapat mengambil keputusan bisnis secara tepat di masa depan. Selain itu, dalam mengambil keputusan juga diperlukan data yang digunakan untuk menilai dan mengukur langkah dengan tepat.

Dengan menggunakan Financial Ratio, maka perusahaan dapat menilai perusahaan melalui sisi efektifitas penggunaan sumber daya keuangan. Sehingga, mereka dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk memperbaiki kinerjanya.

Selain itu, kita juga dapat melihat performa dari suatu perusahaan dalam usaha mereka menghasilkan keuntungan, jumlah aset yang dimiliki, kemampuan membayar hutang jangka pendek dan jangka panjang, serta aktivitas aset dalam kegiatan produksi. Sehingga, Financial Ratio tidak hanya bermanfaat bagi manajemen perusahaan saja, melainkan juga calon investor, supplier, dan mitra usaha perusahaan tersebut.

Bahkan dari Financial Ratio, manajemen juga dapat menangkap sinyal kecurangan yang dilakukan oleh karyawannya dan juga meminimalisir risiko yang akan dihadapi. Itulah sebabnya hal ini menjadi salah satu alat atau metode yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Untuk memahami lebih jauh mengenai hal ini, maka Anda bisa membacanya dari penjabaran berikut ini.

Pengertian

Rasio keuangan adalah indikator performa perusahaan yang dapat digunakan untuk menilai posisi perusahaan dan juga untuk mengambil keputusan di masa yang akan datang. Fungsi Financial Ratio juga untuk menilai perkembangan dari sebuah perusahaan yang diukur dalam periode akuntansi tertentu, biasanya pertahun dan per kuartal atau triwulan.

Selain sebagai indikator dan alat untuk mengambil kebijakan, fungsi lain Financial Ratio adalah sebagai alat untuk dapat meminimalisir risiko keuangan sebuah perusahaan. Selain itu, fungsi lainnya adalah sebagai alat untuk menyelamatkan dan mengembangkan aset yang dimiliki perusahaan sebagai aktiva produksi.

Fungsi Rasio Keuangan

Fungsinya apabila dijabarkan lebih detail lagi mengandung poin-poin penting yang sangat vital bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan Financial Ratio akan menghasilkan data-data penting yang nantinya akan digunakan untuk landasan mengambil keputusan. Diantara fungsi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Efektifitas Manajemen Operasional

Hasil dari kegiatan operasional produksi nantinya akan nampak pada output yang akan dihasilkan. Sebagai contoh, misalnya pada industri garmen, berapa unit pakaian yang dihasilkan dan apakah kain sisa atau kain perca jumlahnya tetap atau berkurang, apakah limbah yang dihasilkan bertambah. Maka dari situlah kita akan mendapatkan penilaian mengenai apakah kegiatan produksi sudah berjalan efisien atau malah semakin menurun.

Dari situ juga kita baru bisa dapat mengambil tindakan yang tepat, apakah mesin harus di upgrade, apakah karyawan harus dilatih lebih baik lagi, ataukah ada karyawan yang mencuri bahan untuk kepentingannya pribadi, apakah gaji karyawan terlalu kecil sehingga mereka mencuri, atau karena kurangnya pengawasan dan kesadaran terhadap etika. 

  • Tingkat Kesehatan Keuangan dalam Perusahaan

Selain itu, dapat juga digunakan sebagai indikator kesehatan keuangan pada suatu perusahaan. Perusahaan yang sehat adalah perusahan yang menghasilkan laba dan mampu untuk membayar kewajiban atau utang jangka pendek dan jangka panjangnya. Dalam hal ini bisa dilihat dari rasio laba/rugi, rasio likuiditas, rasio utang, dan rasio-rasio lainnya.

Perusahaan yang sehat akan menarik minat banyak investor dan mitra usaha lainnya seperti distributor dan supplier untuk bekerjasama.

  • Optimalisasi Keuangan

Apakah penggunaan anggaran suatu perusahaan sudah optimal? Anda bisa menilai optimalisasi kinerja keuangan dari rasio keuangannya. Dari hal itu nantinya Anda bisa menentukan apakah anggaran perusahaan sudah digunakan secara efisien atau justru ada indikasi kecurangan yang akan tampak pada laporan keuangan perusahaan.

  • Optimalisasi Penggunaan Aktiva

Aktiva adalah aset yang dimiliki sebuah perusahaan untuk menjalankan kegiatan produksi, hal ini bisa berupa mesin, stok bahan baku, cadangan dana, mesin, hingga kontrak karyawan. Aktiva harus selalu diawasi secara berkala mengenai keberadaan dan kinerjanya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh perusahaan dalam mengelola aktiva yang dimiliki secara optimal.

Sebagai contoh, pada perusahaan garmen memiliki kapasitas produksi sehingga dapat perusahaan dapat menghasilkan pakaian dengan jumlah tertentu. Namun, dalam waktu beberapa bulan belakangan, jumlah produk yang dihasilkan perusahaan garmen tersebut lebih kecil dibandingkan kapasitas produksi normal. Dengan begitu, artinya dapat disimpulkan bahwa terdapat aktiva yang tidak bekerja secara optimal. 

Dari situlah kamu dapat mencari lebih jauh mengenai penyebab dan solusi dari permasalahan tersebut, apakah mesin produksi mengalami penurunan kinerja dan butuh upgrade, apakah karyawan mengalami penurunan motivasi dan perlu insentif tambahan, atau masalah dan solusi lainnya yang dapat dilihat dari laporan kinerja operasional.

  • Indikator Pengembang Usaha

Apakah perusahaan tersebut siap berekspansi menambah cabang di kawasan baru? Pertanyaan ini baru bisa dijawab jika perusahaan tersebut sudah melihat dan menentukan posisi perusahaan dari laporan keuangan. Apakah aktivitas produksi dan rasio keuangannya berada pada posisi yang kuat untuk dapat melakukan perluasan wilayah pemasaran atau tidak.

Karena, jika tanpa perencanaan keuangan dan operasional yang matang, maka aktivitas ekspansi justru dapat membuat perusahaan mengalami penurunan perkembangan atau bahkan bangkrut.

Jenis Rasio Keuangan

Terdapat beberapa jenis Financial Ratio jika dilihat dari fungsinya, mulai dari rasio laba rugi hingga rasio utang. Dari semua rasio tersebut memiliki karakter dan perannya masing-masing. Berikut ini penjelasan dari masing-masing jenisnya.

  • Profitability Ratio

Rasio laba/rugi atau profitability ratio adalah jenis Financial Ratio yang berfungsi untuk mengukur tingkat keuntungan yang akan dihasilkan oleh perusahaan per periode akuntansi. Artinya, Financial Ratio jenis ini akan memberikan informasi mengenai seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan

Rumus untuk mengukur tingkat rasio laba/rugi adalah total penjualan dikurangi total biaya penjualan dan hasilnya adalah rasio laba kotor atau gross margin. Disebut gross margin karena rasio ini perlu dikurangi lagi dengan biaya pajak yang nantinya didapat dari pengurangan ini hingga menghasilkan laba bersih.

  • Solvency Ratio

Solvency Ratio (Rasio Utang) adalah jenis yang berfungsi untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk melunasi utang jangka panjang. Sebagai contoh, misalkan hutang untuk kredit mesin atau bisa juga lahan untuk membuka pabrik baru. 

Rumus untuk mengukur rasio utang adalah sebagai berikut: Debt ratio = total utang / Total Aset x 100%

  • Rasio Likuiditas

Jenis Financial Ratio ini berfungsi untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka pendek. Contohnya adalah hutang pada supplier atau pada mitra usaha lainnya.

Rumus untuk mengukur rasio hutang jangka pendek adalah sebagai berikut: (Aktiva lancar : utang lancar) x 100%

  • Activity Ratio

Jenis rasio keuangan ini berfungsi untuk mengukur tingkat efisiensi sebuah perusahaan dalam menggunakan aktivanya untuk mencetak laba perusahaan.

Rasio aktivitas dapat diukur dengan cara membagi total penjualan bersih dengan rata-rata aset lancar sehingga kamu dapat menemukan angka perputaran aset lancar.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU