25 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

Resesi Ekonomi Hantui Tahun 2023, Amartha Optimistis Sektor UMKM Tetap Stabil

JAKARTA, duniafintech.com – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) microfinance marketplace mengaku optimistis sektor UMKM akan tetap stabil meski adanya isu resesi dan pelemahan ekonomi global di tahun 2023. 

Founder and CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menilai meski adanya isu resesi dan pelemahan ekonomi justru pihaknya melihat adanya potensi untuk menopang ekonomi grassroots dan mempercepat pemulihan pasca pandemi.

Baca juga: UMKM Binaan Amartha Siap Hadapi Resesi Ekonomi Global

Meskipun demikian, tantangan ekonomi makro mungkin akan memberi dampak yang cukup signifikan bagi berbagai sektor usaha skala besar. 

Namun, dia menambahkan sektor UMKM justru memiliki resiliensi yang kuat di tengah tantangan ekonomi global.

Menurutnya pangsa pasar UMKM umumnya berskala lokal sehingga bisa lebih stabil. 

“Ini pula yang membuat mitra perbankan yakin untuk mendiversifikasikan portofolionya ke sektor UMKM lewat Amartha,” kata Tafan. 

Taufan mengungkapkan jika mengacu berdasarkan laporan Sustainability Report 2021, mitra UMKM Amartha berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 37,5 persen, jauh lebih besar dibanding angka inflasi tahun 2022 yang berkisar di angka 5 persen. 

Baca juga: GoTo Jual Saham Alfamart Rp1,5 Triliun, Ini Detail Transaksinya

Dia menilai dengan peningkatan pendapatan tersebut, mitra UMKM Amartha memiliki ketahanan yang cukup kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi.

Namun, tetap dibutuhkan intervensi dari berbagai pihak untuk menguatkan UMKM, mulai dari penyediaan akses modal usaha, edukasi literasi keuangan dan digital, serta program pendampingan usaha. 

Oleh karena itu, Taufan menegaskan di tahun 2023, perusahaan akan terus menjalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder sebagai strategi kami untuk terus bertumbuh.

Layanan keuangan inklusif dari Amartha sudah semakin komprehensif, mulai dari layanan marketplace untuk menyalurkan modal usaha bagi UMKM, layanan credit decisioning solution yakni Ascore.ai, layanan keuangan digital bagi UMKM yaitu Amartha+, dan layanan lainnya yang menargetkan segmen B2B seperti ke mitra perbankan maupun sektor lainnya. Dengan layanan keuangan inklusif yang terintegrasi ini. 

Baca juga: Digitalisasi UMKM SumBar Capai 50.000 via Aplikasi Amartha

“Amartha optimis dapat memanfaatkan peluang yang ada dan terus memperluas jangkauan ke seluruh pelosok negeri,” kata Taufan. 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...

Berita Ekonomi Hari Ini: Mulai Juni, RI Setop Ekspor Timah dan Tembaga

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini mengulas terkait larangan ekspor timah dan konsentrat tembaga dan mineral lainnya. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), dipastikan bahwa...
LANGUAGE