28.4 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Rilis Fitur Cross-Posting, Instagram dan FB Kini Bisa Berbagi NFT

JAKARTA, duniafintech.com – Instagram dan Facebook kini bisa digunakan untuk berbagi NFT. Meta kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengeksplorasi industri non fungible token dengan merilis fitur Cross-Posting di platform Instagram dan Facebook, pada Senin (29/8/2022).

Meskipun popularitas NFT tengah kehilangan peminatnya, hingga membuat volume perdagangan situs jual beli token digital OpenSea anjlok 99 persen dalam empat bulan terakhir.

Namun, hal tersebut tampaknya tak menyurutkan minat Meta untuk mengadopsi koin digital tersebut. 

Melalui fitur anyarnya yang dinamai Cross-Posting itu, pengguna Instagram dan Facebook kini bisa berbagi aset NFT yang tersimpan pada akun crypto wallet besutan Meta, mencakup MetaMask, Rainbow, Trust Wallet, Coinbase Wallet, dan Dapper.

Tak hanya itu Meta juga turut menambahkan dompet blockchain agar para pengguna Instagram dan Facebook dapat berbagi beberapa tautan aset cryptocurrency di antaranya seperti token Ethereum, Polygon, dan Flow.

Baca jugaProject NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

Untuk mengakses fitur ini nantinya pengguna hanya perlu mengaktifkan cross-posting yang tersedia di pengaturan aplikasi, setelah itu NFT yang diunggah pengguna dapat langsung terintegrasi dengan Facebook dan Instagram.

Uniknya setelah aset NFT diunggah ke Facebook, token digital tersebut dapat menampilkan beberapa informasi seperti label bertuliskan “digital collectible” yang dapat diklik untuk memunculkan informasi lebih lengkap terkait masing-masing aset NFT.

Baca juga: Waspada! Nilai Pencurian NFT Sentuh Rp1,4 T Sepanjang 2022

Sebagai informasi sebelum fitur ini dirilis, Meta telah lebih dulu melakukan uji coba pada fitur Cross-Posting di platform Instagram pada 10 Mei lalu, namun setelah fitur ini dibanjiri respon positif Meta lantas merilis fitur ini pada Instagram dan Facebook.

Melalui adopsi ini diperkirakan Meta dapat menarik perhatian dari 2,9 miliar orang dari di 100 negara yang tersebar di Afrika, Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Amerika, dikutip dari The Verge.

Ekspansi seperti ini bukanlah kali pertama yang dilakukan Meta. Pada Mei lalu, Meta juga diketahui telah mengajukan hak paten aplikasi Meta Pay ke Kantor Hak Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (AS), untuk mempermudah pengguna mengakses aset digital.

Baca jugaDituding Jadi Penyebab NFT Karafuru Turun, Chef Arnold Diprotes Warganet

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE