30.3 C
Jakarta
Sabtu, 28 Januari, 2023

RUSIA BERENCANA MELEGALKAN ICO

duniafintech.com – Rusia tengah merangkum kerangka peraturan untuk melegalkan Initial Coin Offerings (ICO). Di mana peraturan itu sebagai tambahan dari RUU yang sedang diselesaikan untuk mengenali lebih dalam mata uang digital, seperti Bitcoin dan Ethereum.

Laporan dari Vedomosti, Anggota Parlemen ICO saat ini sedang mengerjakan amandemen undang-undang perdata yang bertujuan untuk mengesahkan ICO. Elina Sidorenko, dari asosiasi profesor hukum pidana di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), memimpin kelompok kerja tersebut.

Kebutuhan Mengatur ICO

Menurut Konstantin Vinogradov, Senior Associate di Runa Capital, ada sekitar lebih dari 150 ICO secara global pada tahun lalu, yang berjumlah lebih dari $500 juta. Sidorenko menjelaskan bahwa:

“Kesenjangan legislatif ada yang tidak memungkinkan penyelesaian legal dari masalah crowdfunding dan kontrak ICO.”

Berdasarkan Russian 360tv, Sidorenko juga mengatakan bahwa Negara Duma harus melakukan pengembangan mekanisme hukum yang memungkinkan verifikasi kontrak semacam itu. Mereka juga harus dirancang untuk mengidentifikasi pengguna dan melindungi hak pemegang token guna memenuhi kewajiban menerbitkan perusahaan.

ICO mewajibkan investor untuk menggunakan mata uang digital tertentu, biasanya Ethereum dan Bitcoin untuk berinvestasi dalam proyek mereka. Pengesahan mata uang digital di Rusia dapat membantu perusahaan besar dan usaha kecil yang membutuhkan investor.

Baca juga : duniafintech.com/indonesian-bitcoin-market-rises-rapid-increase-in-user-base-reported

Vesti Finance turut melaporkan bahwa:

Jika undang-undang tersebut mengizinkan biaya cryptocurrency minimum di Rusia, langkah ini akan menjadi batu loncatan untuk lepas landasnya ekonomi Rusia,” tulis publikasi tersebut.

Awal bulan ini, politisi Rusia dan Presiden Komisioner Entrepreneurs’s Rights, Boris Titov, mengusulkan agar negara tersebut mengikuti kepemimpinan Jepang dalam melegalkan Bitcoin. Sidorenko menggemakan pernyataan itu dengan mengatakan bahwa:

Tugas kita sekarang adalah memberi kepercayaan pada pelaku pasar dan mengambil langkah Jepang.”

Kemudian ia menjelaskan bahwa:

RUU itu akan menjadi kerangka kerja. Di situlah, kita mendefinisikan sifat cryptocurrency dan status mereka, serta prinsip dasar untuk operasi kriptomarket. Ketentuan lainnya sebagian besar bersifat referensial. Kami tidak mencoba menciptakan undang-undang besar dan kental yang mendefinisikan semua parameter pasar baru saat ini juga. Membuat undang-undang semacam itu hanya akan menghambat pasar.”

Topik mata uang digital sering beredar di media Rusia baru-baru ini. Pada bulan Juni, Presiden Vladimir Putin bertemu dengan pencipta Ethereum, Vitalik Buterin. Situs resmi Putin menyatakan bahwa:

“Mr. Buterin menggambarkan kesempatan untuk menggunakan teknologi yang dikembangkannya di Rusia.”

.

Source: news.bitcoin.com

Written by: Sintha Rosse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...

Masa PPKM Dicabut, Pemerintah Rumuskan Kebijakan Pasca Pandemi

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan terkendalinya laju kasus pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini telah mendorong perbaikan kondisi perekonomian nasional yang...

Apa Itu Crypto Winter dan Bagaimana Dampaknya terhadap Investor?

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Istilah ini kian santer terdengar belakangan ini, utamanya di kalangan peminat kripto. Sebagai informasi, saat ini di dunia...

AFPI Salurkan Pendanaan Mencapai Rp495,51 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat sejak 2018 hingga November 2022, agregat penyaluran pendanaan mencapai Rp495,51 triliun yang disalurkan oleh...
LANGUAGE