29.7 C
Jakarta
Sabtu, 4 Februari, 2023

Sektor Pertambangan Dominasi Utang Luar Negeri Swasta

JAKARTA, duniafintech.com – Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri dari sektor swasta mencapai US$202,5 miliar, mengalami peningkatan jika dibandingkan di bulan Oktober 2022 yaitu sebesar US$201,7 miliar. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono menjelaskan bahwa perkembangan ULN atau Utang Luar Negeri swasta tersebut disebabkan oleh pertumbuhan Utang Luar Negeri lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (non financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 2 persen (yoy) dan 0,7 persen (yoy).

Baca juga: Pemerintah Lelang Surat Utang Negara Kantongi Rp19,2 Triliun

“Lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,4 persen (yoy) dan 2,8 persen (yoy),” kata Erwin. 

Erwin menjelaskan bahwa berdasarkan sektornya, Utang Luar Negeri swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap atau air panas dan udara dingin, sektor industri pengolahan; serta sektor pertambangan dengan pangsa mencapai 78,1% dari total Utang Luar Negeri swasta.

“ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,8 persen terhadap total ULN swasta,” kata Erwin. 

Baca juga: Utang BUMN Turun 34 Persen Kata Menteri Erick Thohir

Erwin mengungkapkan bahwa struktur Utang Luar Negeri Indonesia masih tergolong tetap sehat, ditunjukkan oleh Utang Luar Negeri Indonesia yang tetap didominasi oleh Utang Luar Negeri berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 87 persen dari total Utang Luar Negeri.

Menurut Erwin, dalam rangka menjaga agar struktur Utang Luar Negeri tetap sehat, pihaknya dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan Utang Luar Negeri (ULN). Hal itu didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. 

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” kata Erwin. 

Baca juga: 2023 Tahun Berat bagi yang Punya Hutang, Benarkah? Simak di Sini!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tutorial Investasi Crypto yang Menguntungkan, Intip di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Tutorial investasi crypto yang menguntungkan akan sangat diperlukan oleh para trader di dunia investasi kripto. Saat ini, cryptocurrency atau kripto menjadi salah...

Perkuat Kebutuhan BBM Nelayan, Kementerian Perikanan dan Kelautan Gandeng Kementerian BUMN

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) murah bagi...

Pemerintah Targetkan Penciptaan 500 Perusahaan Startup di Tahun 2024

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan di tengah upaya penguatan berbagai indikator perekonomian nasional saat ini, termasuk penciptaan 500 perusahaan...

Tutorial Investasi Bitcoin dengan Mudah, Cek Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Tutorial investasi Bitcoin dengan mudah akan sangat penting diketahui dan dipahami oleh para trader kripto. Saat ini, aset kripto, termasuk Bitcoin, memang...

Cara Trading Crypto Harian bagi Pemula, Simak Tipsnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara trading crypto harian sangat penting dipelajari oleh trader, terutama trader pemula di dunia investasi kripto. Dalam hal ini, memperhatikan exchange perdagangan...
LANGUAGE