26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Selain E-Commerce, Asuransi Digital Juga Gandeng Fintech Pinjaman

DuniaFintech.com – Qoala, salah satu penyelenggara layanan asuransi berbasis digital disebut akan menggandeng fintech di klaster pinjaman (P2P Lending). Kabar ini tentunya menjadi kolaborasi yang terwujud antara dua pihak yang berbeda dalam satu ekosistem yang sama, yakni layanan keuangan berbasis teknologi.

Co-founder dan Chief Operating Officer (COO) Qoala, Tommy Martin mengatakan bahwa pihaknya secara jelas membuka berbagai kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pelaku.

“Qoala siap untuk bekerjasama dengan perusahaan P2P Lending, pelaku industri keuangan, perusahaan asuransi dan tentunya regulator, untuk dapat menunjang inklusi keuangan di Indonesia, terutama di situasi bisnis yang menantang seperti pandemi ini,”

Lebih lanjut Tommy menuturkan bahwa Qoala selaku pelaku asuransi digital telah menggandeng beberapa penyelenggara fintech P2P Lending, seperti Investree dan Akseleran. Dalam perannya, Qoala tidak hanya memberikan proteksi terhadap pendana atau pun penerima dana.

“Qoala juga bisa memberikan solusi produk asuransi bagi karyawan dan infrastruktur P2P Lending, yang punya manfaat besar untuk menunjang bisnis perusahaan,”

Baca juga:

Asuransi Digital Rambah Fintech Pinjaman

Hingga kini, terdapat berbagai produk asuransi yang bisa dikembangkan untuk perusahaan fintech pinjaman. Hal yang pelu ditekankan adalah proses klaimnya yang memberikan benefit asuransi dengan mudah dan menyenangkan.  

Ekonom Josua Pardede yang menyebut, performa penyelenggara fintech P2P Lending cukup bagus dengan pertumbuhan lebih dari 100% per tahun. Pada September 2020, portofolio kredit P2P Lending mencapai Rp 128,7 triliun. Ia menambahkan, selaim kolaborasi dengan insurtech, P2P Lending juga perlu mendapat dukungan dari perbankan. 

“Perbankan perlu berkolaborasi dengan P2P Lending, bukan melihat P2P Lending sebagai lawan. Justru harus kolaborasi, melengkapi gap karena tidak semua bank ahli dalam menyasar segmen UMKM. Yang perlu disadari adalah UMKM berkontribusi 60 persen pada pertumbuhan ekonomi, namun masih ada UMKM yang belum dapat akses ke pembiayaan,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...

Cara Cek Tagihan Kartu Kredit BCA dengan 6 Metode Termudah

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cek tagihan kartu kredit BCA dengan beberapa metode termudah berikut ini tentunya penting untuk diketahui. Di samping kartu debit, Bank BCA...
LANGUAGE