26.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Sepak Terjang Brock Pierce dari Akting ke Kripto Aset

duniafintech.com – Brock Pierce, salah satu dari sekian banyak nama orang-orang yang menjadi populer berkat kiprahnya di dunia Blockchain dan kripto aset. Sebagian besar di antara mereka memang memiliki ketertarikan terhadap teknologi sejak usia dini, namun tidak demikian dengan Brock Pierce. Pria berusia 39 tahun ini merupakan seorang aktor cilik Disney sebelum namanya melambung sebagai salah satu figur yang paling diperhitungkan di dunia kripto aset.

Awal Karir dan Terjunnya Pierce ke Dunia Kripto Aset

Pierce lahir di Minnesota, dan muncul dalam iklan saat masih balita. Peran utama pertamanya adalah sebagai Gordon Bombay muda di The Mighty Ducks (1992). Pierce kembali memerankan karakter yang sama dalam D2: The Mighty Ducks. Dia membintangi sebagai Luke Davenport dalam First Kid (1996). Pierce mendapat peran kecil di Little Big League (1994), Ripper Man (1995), Problem Child 3: Junior in Love (1995), Three Wishes (1995), Earth Minus Zero (1996), dan The Ride (1997).

Pierce pensiun dari akting pada usia 17 dan bergabung sebagai mitra minor dengan Marc Collins-Rector dan Chad Schackley dalam membangun Digital Entertainment Network (DEN), yang berhasil mengumpulkan $ 88 juta dalam modal ventura. Meski sempat memberikan keuntungan $250.000 per tahun untuk Pierce, perusahaan dinyatakan bangkrut karena jajaran eksekutifnya bermasalah.

Baca juga:

Pada tahun 2013, Pierce bergabung dengan dua bersaudara, Bart dan Bradford Stephens dalam mendirikan perusahaan modal ventura Blockchain Capital (BCC) yang dilaporkan telah mengumpulkan $ 85 juta dalam dua dana ventura pada Oktober 2017. 

Digambarkan sebagai mitra pengelola, Pierce mengumumkan Initial Coin Offering (ICO) senilai $ 50 juta oleh BCC pada Februari 2017. Pada peluncurannya pada Juni 2017, mata uang itu dinamai EOS dan dipasarkan melalui jaringan baru bernama Block.one dimana Pierce memiliki posisi  sebagai co-founder, kepala, mitra minoritas dan penasihat. 

Pengembangan Solusi End-to-end

Block.one dikatakan sedang mengembangkan “solusi end-to-end untuk membawa bisnis ke Blockchain dari perencanaan strategis untuk penyebaran produk” yang kemudian akan dirilis dalam bentuk perangkat lunak EOS.IO yang dibuat oleh Brendan Blumer dan programmer Dan Larimer, Block CEO dan CTO. ICO mereka berhasil mengumpulkan $ 700 juta dan sejauh ini yang terbesar pada 2017.

Pada Maret 2018, peran Pierce di Block.one telah berubah menjadi chief strategy officer dan ia mengundurkan diri dari perusahaan pada bulan itu. Meski begitu hingga saat ini Pierce masih ikut serta dalam beragam bentuk bisnis, termasuk kripto aset salah satunya dalam organisasi Bitcoin Foundation.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Makin Dilirik, Sandiaga Uno Ajak Jelajahi Keindahan Indonesia Lewat Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com - Teknologi Metaverse kini semakin dilirik, Sandiaga Uno mengajak untuk menjelajahi keindahan Indonesia melalui Metaverse.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf ini...

OneAset, Aplikasi Investasi One Stop Solution Favorit Masa Kini

JAKARTA, duniafintech.com - Saat ini investasi sudah mulai dikenal luas oleh masyarakat, salah satunya karena munculnya berbagai aplikasi yang mendukung, yakni OneAset adalah suatu...

Asuransi Kesehatan Syariah untuk Keluarga, Inilah Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga penting dimiliki sebagai upaya pertanggungan atas segala risiko yang akan terjadi. Tentu saja, setiap orang ingin memiliki...

10 Game NFT Terbaik, Seru dan Bisa Hasilkan Cuan Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Game NFT atau non-fungible token terbaik sepertinya penting untuk anda ketahui. Selain asyik dan seru, ternyata game non-fungible token terbaik juga...

Ada Sinyal dari Menteri ESDM, Harga Pertalite Bakal Naik?

JAKARTA, duniafintech.com - Harga BBM jenis pertalite diisukan bakal naik. Rencana kenaikan harga ini dilakukan di tengah keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menolak...
LANGUAGE